Alhamdulillah, I finally did. After almost of a year. Coba baca deh, postingan saya yang judulnya "Being hit to the wall - click bulan August 2006" disitulah awal mula saya merasakan semua ini, semua jedutan ini. But i was being sooo.. so stubborn, tambeng, tekak, keras kepala and kept denying..he..he… Tapi anehnya makin deny, makin lost. Makin nunda-nunda, makin kepanggil. Makin saya kabur, malah makin ditunjukin. Makin cuek, keinginannya malah makin kuat. Hhmmm… it was really amaze me.
Yang udah-udah saya sholat tahajud cuma kalo lagi pas ada maunya aja. Lalu baca qur’an kalo lagi pas dateng pengajian di TPA anak saya + kalo lagi dateng bulan Ramadhan.. he..he.. Sharing dengan teman-teman yang sudah berjilbab maupun teman2 yang pasangannya sudah berjilbab beberapa kali saya lakukan, ingin tahu motivasi/reason apa yang mendorong mereka memakai jilbab, yang ternyata bermacam-macam jawabannya. Dan itu juga tetap nggak berhasil mempengaruhi diri saya untuk berubah *orang dibilangin stubborn, ya gimana donk*. Even suatu ketika sobat kantor saya, laki-laki, yang jadi salah satu gacoan saya di kantor *blink*, yang kebetulan isterinya berjilbab berkata bahwa jilbab itu memang wajib untuk wanita, saya malah menjawabnya dengan : " Aduuuh Rief, gimana donk rief. Tapi kan entar kalo gue jilbaban, gue nggak bisa jalan sambil gelendotan lagi ama elo Rief, trus elo gak bisa mijitin pundak gue juga kan Rief" he..he.. emang dasar gila kan…
Sampai puncaknya selama 2 minggu terakhir kemarin ini. Setiap malam, terutama seminggu terakhir itu, saya tiba-tiba selalu "dibangunkan" untuk sholat, lalu seolah-olah "diguide" untuk membuka Al Qur’an & tafsirnya, dan juga "didirect" untuk membaca surat-surat yang bercerita tentang hijab (An-Nur & Al-Ahzab). Subhanallah… Dan nggak tau kenapa saya makin tambah asyik juga membaca surat-surat lainnya. Tentang orang tua, tentang wanita, tentang isteri & hubungannya dengan suami, tiba-tiba saya ingin tahu banyak hal. Ingin tahu segalanya, based on Holy Qur’an. Dan seperti yang kamu semua bisa tebak, produksi air mata saya nggak bisa berhenti. Ya, saya nangis sejadi-jadinya, keep crying, and crying, sampai tiba-tiba saya dengar adzan subuh, saya baru sadar bahwa saya sudah menghabiskan waktu sangat lama, karena sudah sejak jam 1 dinihari saya duduk diatas sajadah saya..he..he…*koq bisa betah gitu yach*. Dan itu terjadi hampir setiap malam, selama 2 minggu itu. Wow, still, it was really amaze me.
Tiba-tiba saya merasa sangat hina. Saaaangaaat hina. Tidak berharga sama sekali di hadapan Allah. Sangat sombong. Angkuh. Kerdil. Saya merasa amat malu. Padahal sudah sebegitu besar nikmat yang Allah berikan dan saya rasakan, nikmat punya orang tua, nikmat suami, nikmat anak, nikmat sehat, bisa makan, masih bisa bekerja, melihat, mendengar dan beribu2 nikmat lainnya, tapi saya sebegitu sombongnya untuk bersyukur, sedemikian angkuhnya untuk mematuhi perintahNya dalam berhijab. Saya juga merasa sangat takut. Tidak hanya takut atas segala dosa dan kesalahan saya selama ini. Tapi saya amat takut jika Allah murka, saya takut jika saya tidak mendapatkan ridhoNya dan lain lain perasaaan yang campur aduk nggak karuan… *sambil teteup asyik-asyik nangis, cengeng, istighfar*
Dan sejak malam terakhir itulah, saya langsung bertekad, saya ingin sekali Allah meridhoi setiap langkah saya, saya rela & ingin berkorban segalanya demi Allah semata, saya merasa nggak perduli lagi dengan kehidupan dunia ini, saya ingin sekali menjadi anak shalihah bagi kedua orang tua saya dan memulainya dengan mematuhi perintahnya seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an untuk memakai jilbab.
Saturday, 11-11-06…
That’s a really most beautiful, sunny day for me. Itulah hari pertama saya mengenakan hijab. I feel sooooo relieve, so cool, so peace.. Daa…daaa..daaa… Then i keep singing, and singing, and smiling,and smiling…
Pagi itu, seperti biasanya setiap Sabtu, saya melangkah keluar rumah untuk mengikuti pengajian, lalu setelahnya saya menuju ke Pasar Festival untuk berhalal bihalal dengan teman-teman ex Bank ————-, tempat saya bekerja dulu. Hhhmmm.. how beautiful, that day.
Comment suami, anak-anak, maupun teman-teman saya merupakan bumbu-bumbu indah lainya dalam keputusan saya ini. Simak donk :
Beloved husband : waduuh, cantiknyaa… Yang penting pake jilbabnya yang rapi ya Nda (biasa deh, gue suka asal2an), trus sikapnya juga ngikutin, yang nggak bagus dibuang jauh2…he..he.. *thank u, yah..*
Dafa, anak sulung saya : Bunda sekarang lain lho, tapi koq jadi nggak kayak anak gaul lagi sih Nda…*blink* Nggak nahaaann..!!
Papa & mama : No comment… *mungkin dalam hatinya, akhirnya nyadar juga nih..hihihi..*
Bapak & Ibu saya + kakak & adik saya : belum tahu, karena saya belum sempat ke rumah ibu saya & ketemuan dg yg lainnya…
Sobat Saga : yang satu langsung nemenin saya cari kerudung untuk ngantor, yang satunya lagi menanyakan lagi kesungguhan saya, yang satunya lagi ketika saya bercerita bahwa saya dibangunkan setiap malam ia berkomentar : lha Rin, gue juga suka kebangun malem-malem lho. Gue pikir gue emang lagi kebangun n’ gak bisa tidur lagi, Rin..he..he..*Lha elo gak tau apa kalo gue juga biasanya ngerasa sama kayak elo gitu doank,..he..he.. tunggu deh sampe entar elo beneran kejedot…dot..dot..he..he..*.
Temen-temen ex Bank ———— : mereka semua, terutama cewe2nya makin gaya, makin keren n’ cantik, malah ada yang rambutnya dicat merah *hai, tante Elisa*. Dan begitu ketemu saya, mereka langsung pada berteriak : hhaaaaaahhhh, Rinaaa..!! *tapi gue teteup nyablak kan, mbak Wisdha??*, dan yang ada saya malah disuruh menjadi koordinator untuk acara nginep rame-rame di Puncak bulan depan..he..he..
Temen-temen kantor :macem-macem, speechles, heboh..he..he.. Teteh, Adis, Puteri, Aas : Selamat ya, Rin *sementara saya bingung selamat apa nih??*; Diway & Sari : mbak/uni Rina, aduuh Alhamdulillah, mudah2an istiqomah ya *thanks Dian/Sari, you made me this, too*; Andri : sampe lari ngejar ke ruangan saya karena nggak percaya sama omongan saya *thanks ya Ndri, atas dukungan andri kemarin2 itu* ; Ayah Farhan II/Arief : Alhambulillah Rinaaaa, akhirnya.. sambil mau pelukan ke saya…halaahh Rief * thanks banget juga Rief elo supporter kuat gue selama ini*; Ayah Farrel II/Wijil : lho, nggak nyangka so sooner…*A B C D Jil…he..he..*; Yoa, Clara, uni Safli : haahh.. selamat ya mbak, beneran nih mbak..? *emang tampang gue kayak becanda apa yach??*; Zaki, Upi, : selamat sambil pelukan juga, mereka juga berbaik hati bantuin saya ngebenerin jilbab *blushing*; mbak Ana, Dian, Deki : wah mbak, jadi pangling nih, koq jadi lain yach… waduh kita kapan nih ?? *ayo Dian/mbak ana aku tunggu ya, nanti kita foto bareng lagi udah sama2 jilbaban yach..*; Pak Sarkosih : Aduuh, mbak Rina jadi tambah cantik lho, sayang…*plis deh sayang, wink.. he..he*; Santi cinta : sama dengan pak Sar, cuma belakangnya diganti dengan cinta..he..he..
Hhhhmmmmm… Really speechles, till now. Still can not believe it. Still got feeling sooo amazingly. Sooo blessful.Ternyata Allah memang punya rahasia untuk setiap makhluknya. Dan inilah rahasia terindah Dia untuk saya. Alhamdulilah saya dikasih hidayah, diberi cahayaNya pada saat saya nggak sedang ditimpa musibah, nggak pada saat diberi cobaan berat. Alhamdulillah juga saya ditunjuki ketika orang tua saya masih lengkap. Ketika saya masih ada usia, hidup di dunia ini. Ketika masih diberi waktu untuk bertaubat. Allah memang saaangaaat baik hati kepada saya. Lalu kenapa saya mengingkarinya ? Astaghfirullah…
"Fix you" by Coldplay selama ini menjadi salah satu lagu favorit saya. Ketika kemarin saya putar, saya baru sadar ternyata liriknya banyak matching dengan pengalaman spiritual saya ini. "Andai Kau Tahu" dan "Surgamu" Ungu juga makin berasa daleeem syairnya. Tapi, kalau anak-anak sekarang menjadikan lagu "AKhirnya Kumenemukanmu " nya Naff sebagai lagu kebangsaan pacaran mereka, namun saya harus mengakui bahwa saya menjadikan lagu indah ini menjadi Mars Spiritual Journey saya…
Akhirnya ku menemukanmu, saat hati ini mulai merapuh
Akhirnya ku menemukanmu, saat raga ini ingin berlabuh
Ku berharap engkaulah, jawaban segala risau hatiku
Dan biarkan diriku mencintaimu hingga ujung usiaku
Reff: Jika nanti kusanding dirimu, miliki aku dengan segala kelemahanku
Dan bila nanti engkau di sampingku, jangan pernah letih ‘tuk mencintaiku
Akhirnya ku menemukanmu, saat hati ini mulai merapuh
Thank God, akhirnya aku menemukanMU.. dan aku ingin KAU mencintaiku…. cause I love YOU, too.
Yeah, a brand new me. Alhamdulillah, I finally do…. [ keep smiling… with a bit happily tears …
]