Thu 18th Sep, 2008, Daily, in Holy Qur'an

Rindu padaMU …

Ya Allah, rindu ini rindu padaMu…

Rindu ingin bersimpuh dihadapanMu…

Rindu yang dalam, bergetar, teramat dalam…

Karena aku hina, aku dzalim, aku lemah, ya Allah…

Ijinkan aku menemuiMu, ya Rabb… Ijinkan aku memelukMu …

Bermunajat, mengucap syukur, bertobat, merengkuh rahmatMu, menggapai ampunanMu, merangkulMu … 

Betapa banyak dosaku, betapa hinanya aku, betapa imanku naik dan turun, betapa kerdilnya aku…

Aku malu, ya Allah.. aku tidak pantas Engkau beri anugerah semua ini, tidak pantas Kau rahmati aku sedemikian ini…

Wahai Engkau Maha Pemberi, Maha Pengampun, terimalah tobatku, terimalah hajatku, ya Rabb…

Ijinkan aku menjadi pelayanMu, berkorban hanya untukMu, berjalan di jalanMu… 

Perkenankan aku menemuiMu, tunjukkan aku jalan kehadapanMu…

berkahilah aku dengan rejekiMu yang halal, rahmatilah aku agar …

agar aku bisa menumpahkan rindu ini.. mewujudkan niat ini, mimpi ini…

Perkenankan aku pergi haji, ya Rabb… MenemuiMu di al Mukkaromah…

Tunjukkanlah jalanMu… Engkaulah yang Maha Tahu yang terbaik untukku…

Ya Allah, rindu ini, rindu padaMu… rinduku untuk berhaji…

" Laa ilaaha illa anta ya muqollibal quluubi tsabbit qolbi ‘alaa diinika wa ‘alaa thoo’atika subhanaka inni kuntu minadzdzolimiin "

(Tiada Tuhan selain Allah yang membolak-balikkan hati (qalbu), maka tentukanlah (tetapkan) hati kami pada agamamu dan menjadi hambaMu yang taat. Maha Suci Engkau ya Allah, dan aku termasuk orang-orang yang aniaya (dzalim))

 

 

 

 

Wed 3rd Oct, 2007, in Holy Qur'an

Maka, berTahajudlah …

Dear friends, 

Di dalam Al-Qur’an tercantum beberapa perintah Allah untuk melaksanakan shalat tahajud, yaitu :

  • Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (QS. Al-Ahzab:21)
  • Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka (QS.al-Furqan:64)
  • Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabb-nya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan segala apa yang Kami berikan, Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan (QS.as-Sajadah:16-17)
  • Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut pada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya ? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui ? Sesungguhnya orang yang berakal-lah yang dapat menerima pelajaran (QS.az-Zumar:9)
  • Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar (QS.adz-Dzariyat:17-18)
  • Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai sembahyang (QS.Qaf:40)
  • Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah kepadaNya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-binatang (di waktu fajar) (QS.at-Thur:48-49)
  • Dan pada sebagian malam, maka bersujudlah kepadaNya dan bertasbihlah kepadaNya pada bagian yang panjang di malam hari (QS.al-Ihsan:26)
  • Allah SWT juga memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk melakukan shalat di waktu-waktu malam, dan Rasulullah pun melakukannya: 1. Hai orang yang berselimut(MUhammad), 2. Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), 3 (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, 4. Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an dengan perlahan-lahan, 5. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat, 6. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacanaan di waktu itu lebih berkesan (QS.al-Muzzammil:1-6)

Friends, yuuk kita simak salah satu do’a setelah shalat tahajud dibawah ini. Resapi deh maknanya yang sangat indah, bacalah dengan perlahan dan berbisik, dengan tawaddu’ (merendahkan diri), khidmat, dalam hening malammu, disudut kamarmu, bersimpuhlah, ‘curhat’ berdua dengan-Nya :

"Wahai Allah! Sesungguhnya Engkau telah menciptakanku dengan sempurna, dan Engkau membimbingku ketika kecil, dan Engkau memberikan rezeki yang mencukupi. Wahai Allah! Aku mendapati diriku atas apa yang Engkau turunkan dan Engkau juga memberikan kabar gembira kepada hamba-hambaMu dan Engkau berfirman, Wahai hamba-Ku yang telah melampaui batas! Janganlah kamu berputus asa atas rahmatKu. Sesungguhnya Allah akan mengampuni dosa-dosamu semuanya.

Namun, telah sampai kepadaku apa-apa yang telah Engkau ketahui dan Engkau lebih tahu daripadaku. Alangkah buruknya apa yang dicatat oleh kitab-Mu tentangku! Kalaulah tidak ada tempat yang bisa aku harapkan dari ampunan-Mu yang meliputi segala sesuatu, pastilah aku akan menjerumuskan diriku ke dalam keputusasaan. Kalaulah ada yang bisa lari dari Tuhan, pastilah aku yang lebih berhak lari dari-Mu dan bagi-Mu tidak ada yang tersembunyi di bumi dan di langit, kecuali Engkau mengetahuinya. Engkau adalah pembalas dan penghitung yang sempurna. Wahai Allah! Engkau mencariku jika aku melarikan diri dari-Mu dan mendapatiku jika aku lari dari-Mu. Inilah aku dihadirat-Mu, tertunduk, rendah, dan hina, jika Engkau menyiksaku karena aku memang pantas untuk itu.  

Wahai Allah! Keadilan berasal dari-Mu dan jika Engkau mengampuniku maka dahulu juga ampunan-Mu telah meliputiku dan Engkau limpahkan kepadaku afiat-Mu. Aku meminta kepada-Mu wahai Allah dengan nama-namaMu yang tersimpan dan Engkau singkapkan hijab dengan karunia rahmat-Mu kepada jiwa yang lemah dan tulang-tulang yang selalu berkeluh kesah, yang tidak kuat menahan panasnya matahari, maka bagaimana (aku) akan tahan dengan api neraka? Yang tidak tahan mendengar suara petir, maka bagaimana mungkin tahan terhadap suara kemarahan-Mu? Rahmatilah aku wahai Allah karena aku adalah hamba yang lemah, nilaiku sangat rendah, sisksaan atasku tidak akan menambah keagungan-Mu sebesar atom pun. Kalau memang siksaan atasku bisa menambah kekuasaan-Mu, maka aku mohon supaya engkau bersabar dan cintaku hanya untuk-Mu.

Namun, Kekuasaan-Mu wahai Allah lebih agung daripada Kerajaan-Mu dan lebih abadi walau ditambahkan ketaatan orang-orang yang taat dan tidak menjadi berkurang karena dimaksiati orang-orang yang berdosa. Maka rahmatilah aku wahai Yang Maha Pengasih dan ampunilah aku wahai Yang Maha Perkasa dan Pemberi, dan terimalah aku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Tobat dan Maha Penyayang." 

HHmmm… ngebayang kan friends betapa kita semua ini nggak ada apa-apanya, beneran hina bboow …??? Dosa kita udah berapa banyak ya ? Ke orang tua, ke sodara, ke teman kadang khilaf juga, ke fakir miskin, dan lainnya. Astaghfirullah… Amal kita ? Masya Allah, kita udah lakuin berapa banyak amal kebaikan ya, sebanding gak ya sama dosa yang udah kita lakuin, apa banyakan dosanya dibanding amalannya…? Udah pernah ngitung rejeki dan nikmat yang Allah kasih ke kita belum ? Coba deh kita itung yuuk, yang gampang aja, dari mulai tangan kanan kita, tangan kiri dan kesepuluh jarinya, mata kanan kita, mata kiri, kaki, telinga, jantung, hati, paru-paru, ginjal, wwuuihh.. gak keitung ya ternyata, coba deh kalau salah satu aja hilang…. Allah memang baik hati dan maha Pemurah yaa.. Belom lagi nikmat sehat, nikmat masih bisa bekerja, nikmat makan, nikmat puasa, nikmat masih bisa bangun pagi dalam keadaaan sehat, bernafas, menghirup udara tadi pagi, masih bisa melihat pohon, masih bisa chatting, bercengkerama dengan teman-teman… Subhanallah.. Ternyata beribu-ribu, bahkan mungkin jutaan nikmat lho friends..  *And I always cry realizing it, until now* Insya Allah kamu semua juga akan merasakan hal yang sama.

So friends, yuuk kita jadikan shalat tahajud sebagai tambahan shalat "fardhu" kita. Tidur jangan terlalu malem, trus menjelang subuh (jam 1/2 4) kita bangun. Shalat tahajud, baca do’a diatas, beristighfar (mohon ampun), bertasbih & bertahmid (memuji), bermunajat (meminta) kepada Allah, dengan rendah hati dan ikhlas. Abis gitu, buka qur’an tafsirnya, baca aja surat manapun yang paling mudah, yang manapun yang kamu suka, pakai tafsir supaya kita bisa sambil belajar tau artinya. Aku juga masih taraf belajar koq, friends… He..he.. Abis itu langsung kita lanjut shalat subuh…

By the way, Nabi Muhammad SAW juga bersabda:

  • "Barangsiapa, baik laki-laki maupun perempuan, yang dikarunai shalat tahajud, maka ia akan bangun karena Allah dengan penuh keikhlasan, berwudhu dengan wudhu yang sempurna, mendirikan shalat karena Allah dengan niat yang tulus, hati yang tenang, tubuh yang khusyuk, serta mata yang berlinang (air mata). Maka, Allah akan menempatkan di belakangnya sembilan shaf dari para malaikat, yang setiap shafnya tidak ada yang mengetahui jumlah mereka kecuali Allah SWT. Satu ujung shaf ada di timur dan yang lain di barat. Jika ia selesai (shalat tahajud), maka dicatat baginya dengan derajat menurut bilangan mereka (para malaikat itu)."
  • "Sesungguhnya jika seorang hamba menyendiri dengan Tuhannya di tengah malam yang gelap gulita, maka Allah SWT akan menetapkan cahaya di hatinya dan jika berkata, "Wahai Tuhanku", maka Allah akan menyambut seruannya "Selamat Datang hamba-Ku! Mintalah kepada-Ku dan Aku akan memberimu dan bertawakallah kepada-Ku, maka aku akan mencukupkanmu. Kemudian Allah yang Maha Mulia berkata kepada Malaikat: "Lihatlah hamba-Ku! Ia telah menyendiri dengan-Ku di tengah malam yang gelap, sementara orang-orang bathil sedang bersenang-senang dan orang-orang lalai tertidur. Saksikanlah sesungguhnya Aku telah mengampuni-Nya."
  • Dua rakaat di malam hari lebih aku sukai daripada dunia dan seluruh isinya.
  • "Sebarkan salam, berikan makanan serta sambungkan silaturahmi dan shalat tahajud ketika orang-orang tertidur. Maka, kamu akan masuk ke syurga dengan selamat."
  • "Shalatlah dua rakaat di kegelapan malam demi keselamatan dari kesendirian di alam kubur."
  • "Hiduplah sekehendakmu padahal engkau pasti akan mati. Cintai apa saja padahal engkau pasti akan berpisah dengannya. Dan, perbuat apa saja padahal engkau akan mendapat balasannya. Kemuliaan orang mukmin ada dalam shalat tahajud dan kehormatan orang mukmin dengan tidak mengganggu orang lain."

Cobain deh, you’ll be ammazed then :)

[ Do’a yang diatas itu kalau kamu mau boleh koq diketik ulang terus diprint, dilaminating, dan dijadiin contekan, nggak apa-apa, lama-lama juga Insya Allah nanti bisa hafal di luar kepala ]

Wed 19th Sep, 2007, Daily, in Holy Qur'an

Trend Setter

[ Ala KD ]

Trend setter mode lokal menurut pendapat saya beberapa waktu lalu adalah KD alias Krisdayanti. Lihatlah gaya berpakaian KD yang cantik, glamour dan elegant. Makeup/hairdo/alis/wignya juga menginspirasi sekian banyak wanita dan artis Indonesia. Banyak penata rias dan produk kosmetik yang rela bayar mahal untuk meng"obrak-abrik" muka manisnya. Kalau untuk luar negeri, mungkin kebanyakan anak-anak muda sekarang (berasa pinisepuh…halaah..) mungkin mengidolakan style Britney Spears atau JLo, baju setali, minim, pusarless..hihi.. Otree jugalah… Tapi kalau saya pribadi, saya sangat mengidolakan Michelle Pffeifer. She’s just perfect, adorable. Soo gorgeous, simple but always looks sexy and classy. Mau dandan or enggak, mau dress up kayak apa juga teteeup cantik. Film-filmnya juga jadi favorit saya. Satu lagi idola saya adalah Meg Ryan. She’s so cute with her casual masculin style. Khusus 2 orang perempuan cantik yang saya sebut terakhir ini, sori banget kalau ada yang nggak kenal mereka, mungkin nggak seangkatan, maklum deh nih udah masuk kategori tuwir, nggak mudir lagi.. *grin*

[ Ala Riza ]

Ketika saya bekerja di perusahaan yang lama, ada seorang rekan kerja wanita satu divisi yang selalu menjadi trend setter kami. Namanya Riza (hai Za, dimana ya kamu sekarang ?), putih, cantik, tinggi proporsional, selalu wangi, asal Minang, sangat supel dan baiknya luar biasa. Saat itu rambut highlight belum menjamur seperti sekarang. Dan ketika satu hari rambut si Riza ini dihighlight, minggu berikutnya beberapa teman mengikuti warna rambutnya yang burgundy/chestnut (meskipun ada juga yang gatot alias gagal total karena ternyata kulit sawo matangnya nggak cocok dengan warna rambut ini, malah jadi kayak bule kesasar…*grin*). Blazer-blazernya yang bagus dengan motif bahan berkualitas prima juga ikut membuat kami ngileer.. ngencess.. Secara kami pasukan account officer dituntut untuk selalu tampil oke namun tidak mendapatkan jatah seragam seperti rekan lainnya di front office. Yang repotnya, kebetulan orangtua Riza ini sangat sejahtera dan mumpuni alias tajir (ayahnya Dirut salah satu bank swasta) dan ia memegang kartu kredit suplemen ayahnya. Jadi saat kami ramai-ramai belanja blazer, ia dengan santainya memilih beberapa potong bahan stelan blazer yang relatif mahal dan membayarnya di kasir dengan wajah sumringah. Sementara kami yang lainnya hanya bisa mengambil 1-2 potong bahan, membayarnya juga di kasir, tapi dengan wajah sedikit merana..he..he.. karena langsung terbayang tagihan bulan depan yang agak bengkak, secara gaji AO yang nggak seberapa.. tapi tteeup pengen gaya. Walhasil jadilah majalah mode luar negeri dan tukang jahit langganan Riza menjadi langganan kami juga. Urusan sepatu juga nggak ketinggalan. Ia juga yang memperkenalkan kami dengan salah satu merek sepatu ternama dan model sepatu yang agak aneh tapi ternyata sangat bagus dan nyaman dipakai. Plus stocking abu-abu untuk sepatu hitam dan warna kulit untuk sepatu beige/coklat. Lucunya, make-over kami ini mendapatkan pujian dari kaum wanita di divisi lain dan akhirnya menginspirasi mereka juga untuk melakukan hal yang sama… *geleng-geleng kepala*. Masih suka geleng-geleng kepala juga kalau lagi inget kelakuan jadul, narsis-kompak-ancur… Masya Allah… Tapi seru jugalah, nostalgila 10 tahun lalu …

[ Ala Rina ]

Itu dulu, it was. Sekarang ?? HHeee… Hhhhmmmm …..  

Beberapa waktu lalu saya adalah seperti definisi dibawah ini:

a. Stelan blazer celana panjang pipa atau rok selutut A-line ;
b. Sepatu 5 cm heels.. Ada fantovel, ada yang flat heels, ada yang tali, macem-macem. Kalo pas pake rok pasti berstocking ria.. halahh.. ;
c. Blow dry rambut setiap pagi, ulangi : s-e-t-i-a-p  pa-gi ….hihi..nnguuiiinngg …ngguiiing ..!!
d. Make-up lengkap standard : pelembab, bedak compact + foundation, eye shadow pink, blush on pink, lip liner, lipstick+lipgloss warna senada dengan baju .. hhayyaahh.. standard apa standard tuh ?? ;

Kesimpulan: karena kebiasaan aja kali ya, tampil prima udah attach ke saya. Nggak tau kenapa tapi efeknya bisa mencharge energi saya untuk mulai bekerja pada hari itu. Buat saya penting juga untuk mengubah mood, he..he.. Profesi sekretaris juga mungkin berpengaruh karena saya pikir saya juga harus bisa mewakili citra boss. Prinsipnya cuma dua : rapi & sopan.

***** 

Saya kini:

a. Sangat merasa nyaman dengan blus katun lengan panjang produk tanah abang, sesekali juga masih suka juga pakai blazer, biasanya dipadu dengan celana panjang ;
b. Jilbab panjang menutupi dada, biasanya sih yang polos-polos aja warna netral ;
c. Sekarang lagi tertarik untuk pakai rok panjang A line bahan linen dengan motif aplikasi lucu-lucu. Alhamdulillah, banyak temen kantor yang tertarik dengan koleksi rok saya ini, jadinya sekalian aja saya tawarin alias jualan..hehe.. boleh donk sambil dagang, sambil syiar. Rasulullah juga gitu kan, dagang juga, dakwah juga … *He’s my trend setter now* Senang juga saya bisa nularin teman-teman untuk pakai rok, ngikuti kodratnya perempuan…cciiee.. ;
d. Sepatu ? Psstt… jangan bilang-bilang ya, sekarang saya senang dan merasa nyaman banget pakai sandal teplek, he..he.. Beneran.. selama di kantor/ruangan cuma pakai sandal teplek, biasanya saya padu dengan stocking warna kulit. Sepatu high heel saya hanya tersisa 2 pasang, 1 saya simpan di kantor untuk emergency kalau-kalau ada panggilan dari big boss atau meeting. Sepatu high heels lainnya sudah saya wariskan ke adik saya ;
e. Make-up ? Sejak dari rumah sampai pulang kantor, muka saya cuma pakai pelembab. Boro-boro eye shadow, bedak aja enggak. Palingan sesekali lipstik tipis atau lipgloss karena bibir saya kadang terasa kering. Pelembab wajiblah karena kulit saya sudah makin tuwir dan kering, lagian perlu suncreen protectornya juga supaya nggak kena UV. Setiap habis sholat juga cukup pake pelembab aja, nggak bedakan juga… Padahal dulu mah..he..he.. make-up kumplit lagi lho dari ulang. Bukannya nggak ingin tampil cantik sih, cuma aja saya ingin wudhu saya bisa lebih sempurna masuk. Lagipula sekarang saya bukan sekretaris lagi, punya bos tapi nggak big boss gitulah. Jadi kalau sekarang tampil sederhana juga enggak apalah, dan rasanya udah lebih dari cukup untuk saya.

*****

Alhamdulillah… I feel so relieve, so happy, so comfort becoming like this. Sayangnya saya masih jadi follower. Tapi Alhamdulillah trend setter saya dikit-dikit udah mulai bergeser. Trend setter mode saya kini adalah Aisyah dan Khadijah isteri Nabi. Trend setter perilaku hidup saya adalah Rasulullah. Ingin sekali bisa selalu mengikuti setiap ajarannya, perilakunya, senyumnya, amalannya. Insya Allah.

Planning saya kedepan ingin sekali bisa jadi trend setter, nggak cuma follower. Saya nggak tau apakah sekarang saya sudah jadi trend setter atau belum. Tapi kalau  belakangan ini saya berhasil menarik minat kurang lebih 15 orang teman wanita untuk memakai rok ala saya, hehe.. rasanya lumayan bisa dibilang trend setter juga kali ya… halaahh.. Dan kalau seorang teman belakangan suka curhat ke saya menyampaikan ketertarikannya untuk berhijab, rasanya juga nggak ge-er donk kalau saya dicap sebagai calon trend setter masa depan..he.he.. *wink*

Insya Allah, inginnya sih bisa juga mengajak teman-teman semua untuk beramai-ramai menutup aurat mereka dengan hijab sesuai dengan perintah Allah didalam Al-Qur’an. Ingin bisa mengajak juga adik saya, saudara saya, sahabat-sahabat saya lainnya juga untuk berjilbab. Alhamdulillah, di bulan ramadhan ini ada 2 orang teman kalangan non-akademik disini yang memakai jilbab. Mudah-mudahan kita bisa istiqomah. Doa saya semoga yang lainnya bisa segera mendapat hidayah juga dari Allah dan menyusul secepatnya. Amiin..

Enak lho pakai hijab, cobain deh… Salam :)

Thu 9th Aug, 2007, in Holy Qur'an, and friends

Single Parent : To be or not to be ?

This is a story which is so inspiring me, inspiring my friendship … 

One day, she sms me and invited three of us (me and my other best friends) to a "meeting", an unusual-hurry meeting. She called it a press conference which made us wondering. But then cancelled. It happened three times until she decided to call one of us. Then … we just knew that she has got married 3 months ago and now get pregnant. We really didn’t know how to feel at that time. We truly did not. It seemed a happy news, and it used to be, it should be it. But unfortunately it didn’t. Especially for my other 2 best friends.

She is now 5 months pregnant (countdown …). Me and my friends actually had made a prediction for this things for almost last 3 months, but we were worry about the truth coming through, then we decided to ignore it. We went to hang out 2 times with her 2  months before, but she never shared anything with us, she didn’t wanna talk even we had tried to touch her heart. She-like usually she should be-pretending nothing happened and pretending to be the strongest woman in the world.Then, she just dissapeared, sometimes she was lying to us (we knew it later), she ignored all of our invitations, including to go to Syukuran Khitanan one of our best friend’s son in Bandung. So, as very best friends, we just "leave" her alone. Hopefully she would "come back" to us someday.

So, the day when she told everything, she just mentioned that what she did is a very humiliated things she’d done and unusual for us, none of us do that. But she did it consciously, she really wanna do it and she’ll take all the consequences. She just thought that it’s not a big thing to be share with or to be happy with ( r u sure??? ). That’s the reason why she didn’t invite us to her wedding and also hiding her pregnancy. And then announce it 2 months after, by phone, to her very-very-very best friends (we have been friends since high school-18 years ago).

***** 

She is a year older than me, was single with a tremendous professional status in a national bricket company. She is very bright, beautiful, talented, a very well-planned friend, sooo career woman-comparing with 4 others, having her highest carreer. All I know, she met some guys, but always unsucceed in love relationship. She dated a guy, a younger guy about a year ago, but then broke-up, this time a very bad broken heart. She was 35 or something at that time, probably too much worried about her marital status. Since then I didn’t hear anything about her lover because since I was wearing a hijab I decided to less my leisure time (you know, sometimes more hanging out, it will be more gossips, more un-useful chat). We all really know how high her desire to find a man, her desire to get married, too.

***** 

Now it’s been a month. My other friends came up with their own conclusions. Mostly really dissapointed because being neglected as a best friend. Some are upset because she keep lying to us all this time, she is too arrogant to admit her weakness, her fault. It’s natural, I guess. But it’s already calm down now. Apparently they don’t wanna care anymore about it.

And me ? Maybe I’m just too naive. Or because lately I was absent for many hang out, so I am probably not as "hurt" as them. And by the time I received those surprising news, I directly asked my husband to go to her house and met her. But unfortunately we couldn’t because we were in the middle of my cousin’s wedding. I want to sms her, but my husband suggested "No", just leave her alone for a while, he said. The next day, I sms her and congratulate her either for her wedding and pregnancy. Like usual, she just said : okay, thanks. Then I called her and she told sooo many things, we’ve chat a lot… She seems so happy, so why shouldn’t I ? 

***** 

But you know what ? I am truly happy for her, I really do. But also feel so sad. One thing that still makes me feel guilty until now is that, I missed sooo many moments with her, I missed soooo many talks with her, that I am not be able to be her friend to share with. Cause if I didn’t, she might think twice about it, she might step forward more carefully. I feel so sorry for what she has been chosen, for what she did, NOT to us, but for herself (we hope it’s not true, but she officially married to other woman’s husband, but she still keep secret about it), to her big family and her future (she resigned from her job). But it has happened. No one can change this destiny. She wants it. She choosed it. She 100% realizes the risk. Including the worst one she said: being a single parent. Yeah, even being a single parent, she said. Oh God, my tears was dropped and suddenly I don’t know her anymore *sighs*.

I am just afraid that she’d done all these things just to wanna prove something, want to prove to anybody that finally she can do it. That she’s been succeed in getting a man, who coincidencely is her charming-rich-travel a lot latest boss; that she can finally get married (even probably "siri", with other woman’s husband which means she has already ruined somebody’s marriage and broken other woman’s heart). Or maybe she wanna proves that she can be pregnant, because one of the reason why her latest younger boyfriend broke their relationship was because his mother didn’t accept her as she’s too older for her son and worried about her fertility. Oh no dear, you don’t need to prove anything to anybody. No need to ruin your life either by doing all these things. You don’t need to be that hopeless either. Because you have a lot - lot of choices to be chosen, why you end up with this ?

*****

Women, they sometimes are unique.

They laugh when they cry …..

They’re strong but they’re also weak …..

They’re sometimes sooo open, but then closed her heart, too … 

They’re so sweet but in the next second becomes devil *grin*

They’re sensitive but also tough …..

They often do something, many things so-called stupid …..

They sometimes don’t think twice ….. 

*****

Allah creates woman so special. I do believe that. And I’m very proud being a woman. Including me, woman sometimes makes mistakes, just like anybody elses do. Because they’re gifted with 99% emotion. Because they’re only a human, right ? And that was happened to my best friend, a big mistake she did. But I don’t wanna judge anybody because I believe Allah has a very huge-many forgiveness to all of us. So I just pray for her to get His forgiveness.

[ Formerly I do not want to write it in my blog, I just wanna keep it for myself. But later on I need to share it, need to write down all my tought inside me, and chill it out. Obviously we have less in common by now, in term of this. She probably has many reasons for these to be allowed. But I also have sooo many logical-humanized reason for not doing that stuff ]

Tue 7th Aug, 2007, in Holy Qur'an, their career

Change Your Lens - Change Your World

This is the 2nd book I have read this week. It is wrote by Faiez H. Seyal, a Pakistani moslem - expert in phylosophy, management, human behaviour/relationship, a motivator one. He also writes the "Road to Success" , "Soul Healing", "Together Forever" (it talks about marriage management - I already got one of this, too). I decided to start looking for something which can motivate me, heat me up, wake me up, soul me in, so that I could be reborn as a brand new person [working woman]. Since lately, when things are upset down around me, mixed with all unexpected-complex-speechless combination - completed with all those spiritual journey happening to me *scratching my un-itchy head*.

One of his formula is: P (Performance) = (K-Knowledge + S-Skill) A (Attitude). Beyond my narrow thoughts, I am actually know a little bit about this and always try to apply it to my working behavior. Even sometimes things does not always come as sweet as it should be..*grin*. He also says that "if we think we are what we are, then we will BE". He also suggest that we should always create our thought into the highest-positive achievement, whoever we are, whenever we are and wherever we are.

Then, I came up wih the conclusion. No matter what we do, no matter what somebody else’s does, we should always be prepared for any worst thing that may happen to us. And at the same time be ready to conquer all the lack, all the restrictions, any trouble may come along.

My problem is, I sometimes too arrogant to share it with anybody elses.  Not because I don’t need anybody, but I think I will face it until I find no way out *stubborn me, stone head*. And it’s often killing me, when you think that you can solve something but then you can’t. When you think that you right for something but then you wrong. When you think you don’t deserve for something but then you do. When you don’t think that you can do something but then you can.

Seiyal is right. He does fulfill me with something that now, I hope, will motivate me to be a better person. To be a better human, and a better hamba Allah *smile*.

 

 

Wed 21st Mar, 2007, in Holy Qur'an

“Ketika mereka meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya”…

 

Lagi heran dengan apa yang terjadi pada diri saya sendiri saat ini…

  • Sekarang prefer stay in my room during office hours, kalaupun sesekali ngider keluar selain emang deliver dokumen, ya paling-paling cuma buat ngelurusin pinggang yang pegel and pan–t yang mulai panas; padahal dulu..hehehe… dalam sehari bisa 3-4 kali nengokin temen-temen lain di ruangannya just to say hello to them, or to see what’s going on in other’s department, or to look for something to chew, or to get knowing some happening rumours…
  • Sekarang juga jadi males chatting.. baik untuk tujuan jahilin orang-orang maupun untuk gossip; padahal dulu…heeeheehhehe lagi..
  • Males juga makan siang bareng yang terlalu rame-rame banget sekampung; padahal dulu….; lagi-lagi heheehehe..
  • Not in the mood juga hang out dengan sobat-sobat saya dikala week-end; padahal biasanya sebulan sekali or dua kami janjian hang out di satu tempat…
  • Lately week-end juga lebih milih diem di rumah bareng sama anak-anak and suami, beres-beres, bebenah, tiap sabtu pagi ngaji berdua sama si kecil Rerelku, baca buku bareng anak-anak, masak bareng, main bareng, instead of jalan ke mall,dan lain-lain…; padahal dulu.. hehehe… dari hari kamis juga udah nyusun rencana untuk hari sabtu…
  • Males pake make-up, males shopping, males bergue-elo (lebih milih "aku-kamu" ke semua orang, pengen belajar lebih halus aja), males ketawa ngakak (lebih milih senyum), males ngedumel (mendingan diem)…..nggak tau nih kenapa…
  • Just avoiding crowd.. avoiding gossips.. avoiding noisy voice.. avoiding anger…

 

Lagi heran dengan apa yang terjadi dengan diri saya …

Saya sedikit yakin teman-teman saya pasti ada yang bertanya-tanya…he..he.. (kalo lunch saya ngilang sebenernya saya ada koq di ruangan, makan di ruangan sambil baca-baca buku), yang hang out tiap week-end juga pada nanyain: "Kemana aja sih Rin..?(ya tetep donk saya jawab sms mereka: "Ada koq nih, tapi aku pass dulu deh ya,.."). Sempet juga my ex Boss keceplos: "Si Rina sekarang koq berubah ya kamu Rin.. (Bapak, enggak sih pak, sebenernya tetep koq, tapi saya sendiri juga lagi bingung nih Pak, kenapa dengan saya?? he..he…)

 But obviously now, …

I prefer doing something worthful, which can charge my soul, enrich my knowledge of Islam-Holy Qur’an-Hadits, answer my curiousity about this life, about myself, about everything. Soalnya asli, ilmu saya masih sedikit banget tentang semua ini…

Sampai suatu hari,…

Di dalam salah satu buku yang saya baca, tertulis sebaris kata: "KeIslaman seseorang adalah ketika mereka meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat baginya…"

Hee..hee…*little grin* Do YOU wanna guide me somewhere…? Hopefully do, cause I really want to go with YOU… 

Tue 30th Jan, 2007, in Holy Qur'an, their career

Finally … [ sequel of “Intersection” ]

Hanya beberapa saat berikutnya Alhamdulillah saya telah menemukan ikhlasnya. Secara setelah mencoba berdiskusi dengan Big Boss  ternyata dia mengatakan bahwa being ——– is not only the suitable choice for my new position *halaahh.. kocak juga nih* dan juga merefer hasil test saya saat ini yang belum memungkinkan, akhirnya dengan berbagai pertimbangan kami memutuskan satu jabatan baru untuk saya. Akhirnya plonk hati saya, dan mulai bisa grin lagi…

Hhmmmff.. meskipun sebelumnya lingkungan baru ini belum pernah saya "jamah" sama sekali, and it’s not even my social life..he..he.. Tetapi saya yakin, saya dan mereka akan dapat bekerjasama secara sinergi dan melebur menjadi satu. Insya Allah. *jujur : blank beneran sama situasi & kerjaan berikutnya disana*. Tambahan lagi calon bawahan saya *ceilee.. gaya..!* asalnya juga bukan dari tempat baru ini, tapi dari luar BNWN.. halaahh… bakalan sama-sama ‘ngeraba’ lah jadinya…  Tapi oke juga, justru disitu letak challengenya..

***** 

I should be thankful to you, Bro.. Meskipun kemarin kita sempet selisih pendapat, karena seolah2 kemarin itu you gave me no choice padahal ternyata enggak. Tapi akhirnya aku sadar bahwa tanpa bantuan kamu and juga Bode (Boss Gede), aku nggak mungkin akan sampai pada posisi ini. Even sampe sekarang aku masih nggak yakin apakah aku bisa (Bismillah aja), even sometimes I still put you as a psycic (karena dengan sok teunya pake mention ke bos kalo aku bisa jadi —– inglis yang bagus and bakalan lulus tes) and also a superman (karena emang suka sok superman yang nggak butuh bantuan dari siapa2, padahal udah jelas2 palugada kayak gitu kan.. halahh..) …  But now I realize that you are also a warm and beloved co-worker… he..he..*boleh GEER dikitlah*.

***** 

A lot of finally then : 

* Finally, I got promoted.. cihuuy!!.

* Finally, gaji juga naiklah, sedikiiit.. *ngileer* (setelah dipikir2, mau naikin gaji saya aja, koq sampe repot2 naikin jabatan kayak gini ya. Ya udah, dinaikin aja kenapa, nggak usah pake mikir dua kali..he..he.. Masalahnya memang disini nggak ada rumusan annualy raise-up salary spt di tempat lain/kantor lama saya, yang tiap awal tahun automatically raise-up 10%-20%/adjusment gaji ngikutin inflasi..).

* Finally, akhirnya saya ngerasain juga ‘ngebase gawe’ di Lantai 2 (setelah sebelumnya menjelajah di Lantai 1 dan lantai 3) sehingga bisa nambah kenalan makhluk disana, baik makhluk hidup beneran maupun makhlus2 halus lainnya yang memang banyak beredar di gedung kantor kami ini…he..he…

* Finally, saya punya anak buah.. halaaah…*norak mode on*.

* Finally, another challenge, another (more) responsibilities…*feel clueless*

** And… Finally, you sign me, God. Alhamdulillah, I really thank You, coz You’re the One who makes all these coming through… *with a huge ikhlas*

 

Wed 17th Jan, 2007, in Holy Qur'an, their career

IntersectioN

Hhhmmm…. Ketika kemarin posting tentang resolusi ikhlas, karena being ikhlas adalah my aim dan resolusi saya mulai tahun ini, plus karena ikhlas itu susah, dan saya ingin banget bisa advance mencapainya. And in this last 2 weeks, I got a very beautiful learning of i-k-h-l-a-s.

Secara tiba-tiba saya diinfokan bahwa akan ada promosi jabatan untuk saya di BNWN. Kalau untuk posisi yang pertama, saya sudah tau cukup lama. Tapi ternyata dua minggu lalu muncul berita bahwa saya akan dipromote untuk posisi kedua, one step level forward too. Meskipun sempet agak "mules" dengernya, tapi Alhamdulillah jobdesc-nya masih related dengan background pendidikan saya yang SE. Dan minggu lalu berita itu makin santer, dan sejak itulah saya berusaha untuk mulai "switch" pikiran dan pengetahuan saya ke calon jabatan baru saya ini. Mulai tanya-tanya, mulai minta ilmunya ke boss yang bersangkutan. Alhamdulillah… ikhlas saya sudah mulai berusaha saya lakukan di fase ini. Artinya secara pelan-pelan saya berusaha meninggalkan comfort zone lama yang sudah amat saya cintai, to something new which is quitely different + complex position.

Tapi ternyata kemarin, perut saya dibuat "mules banget" oleh berita dadakan baru bahwa saya akan dipromote untuk posisi ketiga .. halaahh.. apa lagi ini ??? Secara jabatan ini sama sekali nggak pernah terlintas di pikiran saya, at least for right now, dalam artian for my ending career, NOT AT ALL !!! Itu sebabnya saya sempat sedikit kesal dengan seseorang (sorry Bro, I know you didn’t mean to push me to somewhere else in dark), yang telah dengan "tega2nya" merekomendasikan saya bahwa saya interest dan guarantee my Big Boss kalau saya akan bagus di posisi ini. Arrrggghhh…!!! Sok teu banget deh nih orang. Padahal, saat itu seingat saya, saya cuma berandai2 kepada dia, cuma sekedar wacana, saya bercerita bahwa saya tertarik untuk mencoba, for my second job, but not for my main and ending career.

Jadi kemarin, ketika saya dipush untuk memberikan jawaban saat itu juga karena proses testnya akan dilakukan dalam dua hari ini, saya betul-betul nggak percaya. Gilaa apa, gue mesti kasih jawaban untuk sesuatu yang gue nggak yakin bisa lakuin - yang bakalan juga jadi ending career gue, just in a view second. Saya hanya tersenyum, sambil pura-pura becanda, sambil juga berusaha menghindar. Selanjutnya pergi ke toilet, I did take a pee, tapi nggak tau kenapa, tiba-tiba saya menangis. Astaghfirullah… Saya merasa kesal, kecewa… Saya kesal ketika saya merasa menjadi bola ping-pong, dipukul ke sana, dilempar kesini. Kesal karena saya tidak dipercaya untuk sesuatu-yang saya yakin saya bisa-yang bahkan seminggu ini saya sedang berusaha belajar untuk menguasainya. Kesal karena seolah-olah mereka semua tau yang "terbaik" untuk saya disini, tanpa mempedulikan keinginan/ comfortable saya. Kesal karena mereka being sooo pushy, being sooo selfish… Di saat yang sama, saya sadar ternyata saya masih belum dapat achieve ikhlas saya… Astaghfirullah …

Saya tau mereka hanya ingin yang terbaik untuk saya, they wanna see me growing up here-prosperously. But I don’t think what’s best for me in their opinion would be definitely "best for me". Sementara saya nggak tau harus express feeling ke siapa coz this is still "off the record thing" here, secara saya juga masih trauma dengan pengalaman disini beberapa waktu lalu. Ke suami sudah saya cerita jugalah in a glance, tetapi memang pilihan tetap ada di saya.

So, I’m in my IntersectioN at the moment, just by myself. Istighfar Na, istighfar…

+++++ 

Oh God, I really need to talk to you, a deep talk, hopelessly talk. I do need chat with you, I really need your guidance, your clue, please sign me something… *nerawang*
 

  

 

 

Thu 16th Nov, 2006, in Holy Qur'an

A brand new me :)

Alhamdulillah, I finally did. After almost of a year. Coba baca deh, postingan saya yang judulnya "Being hit to the wall - click bulan August 2006" disitulah awal mula saya merasakan semua ini, semua jedutan ini. But i was being sooo.. so stubborn, tambeng, tekak, keras kepala and kept denying..he..he… Tapi anehnya makin deny, makin lost. Makin nunda-nunda, makin kepanggil. Makin saya kabur, malah makin ditunjukin. Makin cuek, keinginannya malah makin kuat. Hhmmm… it was really amaze me.

Yang udah-udah saya sholat tahajud cuma kalo lagi pas ada maunya aja. Lalu baca qur’an kalo lagi pas dateng pengajian di TPA anak saya + kalo lagi dateng bulan Ramadhan.. he..he.. Sharing dengan teman-teman yang sudah berjilbab maupun teman2 yang pasangannya sudah berjilbab beberapa kali saya lakukan, ingin tahu motivasi/reason apa yang mendorong mereka memakai jilbab, yang ternyata bermacam-macam jawabannya. Dan itu juga tetap nggak berhasil mempengaruhi diri saya untuk berubah *orang dibilangin stubborn, ya gimana donk*. Even suatu ketika sobat kantor saya, laki-laki, yang jadi salah satu gacoan saya di kantor *blink*, yang kebetulan isterinya berjilbab berkata bahwa jilbab itu memang wajib untuk wanita, saya malah menjawabnya dengan : " Aduuuh Rief, gimana donk rief. Tapi kan entar kalo gue jilbaban, gue nggak bisa jalan sambil gelendotan lagi ama elo Rief, trus elo gak bisa mijitin pundak gue juga kan Rief" he..he.. emang dasar gila kan…

Sampai puncaknya selama 2 minggu terakhir kemarin ini. Setiap malam, terutama seminggu terakhir itu, saya tiba-tiba selalu "dibangunkan" untuk sholat, lalu seolah-olah "diguide" untuk membuka Al Qur’an & tafsirnya, dan juga "didirect" untuk membaca surat-surat yang bercerita tentang hijab (An-Nur & Al-Ahzab). Subhanallah… Dan nggak tau kenapa saya makin tambah asyik juga membaca surat-surat lainnya. Tentang orang tua, tentang wanita, tentang isteri & hubungannya dengan suami, tiba-tiba saya ingin tahu banyak hal. Ingin tahu segalanya, based on Holy Qur’an. Dan seperti yang kamu semua bisa tebak, produksi air mata saya nggak bisa berhenti. Ya, saya nangis sejadi-jadinya, keep crying, and crying, sampai tiba-tiba saya dengar adzan subuh, saya baru sadar bahwa saya sudah menghabiskan waktu sangat lama, karena sudah sejak jam 1 dinihari saya duduk diatas sajadah saya..he..he…*koq bisa betah gitu yach*. Dan itu terjadi hampir setiap malam, selama 2 minggu itu. Wow, still, it was really amaze me.

Tiba-tiba saya merasa sangat hina. Saaaangaaat hina. Tidak berharga sama sekali di hadapan Allah. Sangat sombong. Angkuh. Kerdil. Saya merasa amat malu. Padahal sudah sebegitu besar nikmat yang Allah berikan dan saya rasakan, nikmat punya orang tua, nikmat suami, nikmat anak, nikmat sehat, bisa makan, masih bisa bekerja, melihat, mendengar dan beribu2 nikmat lainnya, tapi saya sebegitu sombongnya untuk bersyukur, sedemikian angkuhnya untuk mematuhi perintahNya dalam berhijab. Saya juga merasa sangat takut. Tidak hanya takut atas segala dosa dan kesalahan saya selama ini. Tapi saya amat takut jika Allah murka, saya takut jika saya tidak mendapatkan ridhoNya dan lain lain perasaaan yang campur aduk nggak karuan… *sambil teteup asyik-asyik nangis, cengeng, istighfar*

Dan sejak malam terakhir itulah, saya langsung bertekad, saya ingin sekali Allah meridhoi setiap langkah saya, saya rela & ingin berkorban segalanya demi Allah semata, saya merasa nggak perduli lagi dengan kehidupan dunia ini, saya ingin sekali menjadi anak shalihah bagi kedua orang tua saya dan memulainya dengan mematuhi perintahnya seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an untuk memakai jilbab.

Saturday, 11-11-06…

That’s a really most beautiful, sunny day for me. Itulah hari pertama saya mengenakan hijab. I feel sooooo relieve, so cool, so peace.. Daa…daaa..daaa… Then i keep singing, and singing, and smiling,and smiling… :) Pagi itu, seperti biasanya setiap Sabtu, saya melangkah keluar rumah untuk mengikuti pengajian, lalu setelahnya saya menuju ke Pasar Festival untuk berhalal bihalal dengan teman-teman ex Bank ————-, tempat saya bekerja dulu. Hhhmmm.. how beautiful, that day.

Comment suami, anak-anak, maupun teman-teman saya merupakan bumbu-bumbu indah lainya dalam keputusan saya ini. Simak donk :

Beloved husband : waduuh, cantiknyaa… Yang penting pake jilbabnya yang rapi ya Nda (biasa deh, gue suka asal2an), trus sikapnya juga ngikutin, yang nggak bagus dibuang jauh2…he..he.. *thank u, yah..*

Dafa, anak sulung saya : Bunda sekarang lain lho, tapi koq jadi nggak kayak anak gaul lagi sih Nda…*blink* Nggak nahaaann..!!

Papa & mama  : No comment… *mungkin dalam hatinya, akhirnya nyadar juga nih..hihihi..*

Bapak & Ibu saya + kakak & adik saya : belum tahu, karena saya belum sempat ke rumah ibu saya & ketemuan dg yg lainnya…

Sobat Saga : yang satu langsung nemenin saya cari kerudung untuk ngantor, yang satunya lagi menanyakan lagi kesungguhan saya, yang satunya lagi ketika saya bercerita bahwa saya dibangunkan setiap malam ia berkomentar : lha Rin, gue juga suka kebangun malem-malem lho. Gue pikir gue emang lagi kebangun n’ gak bisa tidur lagi, Rin..he..he..*Lha elo gak tau apa kalo gue juga biasanya ngerasa sama kayak elo gitu doank,..he..he.. tunggu deh sampe entar elo beneran kejedot…dot..dot..he..he..*.

Temen-temen ex Bank ———— : mereka semua, terutama cewe2nya makin gaya, makin keren n’ cantik, malah ada yang rambutnya dicat merah *hai, tante Elisa*. Dan begitu ketemu saya, mereka langsung pada berteriak : hhaaaaaahhhh, Rinaaa..!! *tapi gue teteup nyablak kan, mbak Wisdha??*, dan yang ada saya malah disuruh menjadi koordinator untuk acara nginep rame-rame di Puncak bulan depan..he..he..

Temen-temen kantor :macem-macem, speechles, heboh..he..he.. Teteh, Adis, Puteri, Aas : Selamat ya, Rin *sementara saya bingung selamat apa nih??*; Diway & Sari : mbak/uni Rina, aduuh Alhamdulillah, mudah2an istiqomah ya *thanks Dian/Sari, you made me this, too*; Andri : sampe lari ngejar ke ruangan saya karena nggak percaya sama omongan saya *thanks ya Ndri, atas dukungan andri kemarin2 itu* ; Ayah Farhan II/Arief : Alhambulillah Rinaaaa, akhirnya.. sambil mau pelukan ke saya…halaahh Rief * thanks banget juga Rief elo supporter kuat gue selama ini*; Ayah Farrel II/Wijil : lho, nggak nyangka so sooner…*A B C D Jil…he..he..*; Yoa, Clara, uni Safli : haahh.. selamat ya mbak, beneran nih mbak..? *emang tampang gue kayak becanda apa yach??*; Zaki, Upi, : selamat sambil pelukan juga, mereka juga berbaik hati bantuin saya ngebenerin jilbab *blushing*; mbak Ana, Dian, Deki : wah mbak, jadi pangling nih, koq jadi lain yach… waduh kita kapan nih ?? *ayo Dian/mbak ana aku tunggu ya, nanti kita foto bareng lagi udah sama2 jilbaban yach..*; Pak Sarkosih : Aduuh, mbak Rina jadi tambah cantik lho, sayang…*plis deh sayang, wink.. he..he*; Santi cinta : sama dengan pak Sar, cuma belakangnya diganti dengan cinta..he..he..

Hhhhmmmmm… Really speechles, till now. Still can not believe it. Still got feeling sooo amazingly. Sooo blessful.Ternyata Allah memang punya rahasia untuk setiap makhluknya. Dan inilah rahasia terindah Dia untuk saya. Alhamdulilah saya dikasih hidayah, diberi cahayaNya pada saat saya nggak sedang ditimpa musibah, nggak pada saat diberi cobaan berat. Alhamdulillah juga saya ditunjuki ketika orang tua saya masih lengkap. Ketika saya masih ada usia, hidup di dunia ini. Ketika masih diberi waktu untuk bertaubat. Allah memang saaangaaat baik hati kepada saya. Lalu kenapa saya mengingkarinya ? Astaghfirullah…

"Fix you" by Coldplay selama ini menjadi salah satu lagu favorit saya. Ketika kemarin saya putar, saya baru sadar ternyata liriknya banyak matching dengan pengalaman spiritual saya ini. "Andai Kau Tahu" dan "Surgamu"  Ungu juga makin berasa daleeem syairnya. Tapi, kalau anak-anak sekarang menjadikan lagu "AKhirnya Kumenemukanmu " nya Naff sebagai lagu kebangsaan pacaran mereka, namun saya harus mengakui bahwa saya menjadikan lagu indah ini menjadi Mars Spiritual Journey saya…

Akhirnya ku menemukanmu, saat hati ini mulai merapuh

Akhirnya ku menemukanmu, saat raga ini ingin berlabuh

Ku berharap engkaulah,  jawaban segala risau hatiku
 
Dan biarkan diriku mencintaimu hingga ujung usiaku

Reff: Jika nanti kusanding dirimu, miliki aku dengan segala kelemahanku

Dan bila nanti engkau di sampingku, jangan pernah letih ‘tuk mencintaiku

Akhirnya ku menemukanmu, saat hati ini mulai merapuh

 
Thank God, akhirnya aku menemukanMU.. dan aku ingin KAU mencintaiku…. cause I love YOU, too.

Yeah, a brand new me. Alhamdulillah, I finally do…. [ keep smiling… with a bit happily tears … :) ]

  

 

 

 

Wed 4th Oct, 2006, in Holy Qur'an, and friends

Sabar-isasi

Seorang penyair berkata :

"Sahabatku, demi Allah, tiada suatu bencana akan terus menimpa seseorang, betapapun esarnya.
Jika suatu hari dia datang, jangan tunduk kepadanya, dan jangan banyak mengeluh.
Banyak orang mulia ditimpa musibah, tapi dia sabar dan musibah-musibah itu pun akan hilang dengan sendirinya.
Hari-hari demikian bangga atas diriku, namun tatkala melihat kesabaranku, diapun layu ”

Di kalangan ahli sunnah, ada 3 hal yang harus dilakukan ketika menghadapi musibah : bersabar, berdo’a dan mencari jalan keluar.

{ Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahalanya }
  ( QS. Az-Zumar : 10)

{ Maka kesabaran yang baik itulah kesabaran-Ku. Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan }
  ( QS. Yusuf : 18 )

{ Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu }
  ( QS. Luqman : 17 )

*****

Ada 3 hal yang oleh Allah akan disegerakan siksa dan imbalan para pelakunya :

1. Kezaliman
   { Sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri } ( QS. Yunus : 23 )

2. Pelanggaran janji
    { Maka barangsiapa melanggar janjinya, niscaya akibat pelanggaran janji itu akan menimpa           dirinya sendiri }   ( QS. Al-Fath : 10 )

3. Tipu daya (makar)
    { Rencana jahat tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri } ( QS. Fathir : 43 )

Orang dzalim tidak akan bisa lepas dari cengkeraman kekuasaan Allah

{ Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh karena disebabkan kezaliman mereka }  ( QS. An-Naml : 52)

*****

So guys, girls, kuncinya emang cuma sabar… sabar… dan sabaar.

Setelah sabar, berdo’a lah, mohon dan mintalah kepadaNya, serahkan segala sesuatunya pada Dia seorang. Jika do’a belum juga menyembuhka luka, carilah jalan keluarmu (baca: jobsdb, jobstreet, karir.com dll…).. he..he..he..

And don’t worry friends, Allah is never slept, not deaf or even blind ;
karena seperti yang dibilang diatas, Allah akan menyegerakan siksa pelaku-pelaku zalim, pelanggar janji dan tipu daya… Jadi kita semua tenang aja, God’s hand will act.. Ocreeehh…

*****

Saya kutip juga satu syair oke dari Ellia Abu Madhi, ia berkata :
Orang berkata, "Perdagangan selalu penuh intrik dan penipuan, ia laksana musafir yang akan mati karena terserang rasa haus".
Tapi aku berkata, "Tetaplah tersenyum, karena engkau akan
mendapatkan penangkal dahagamu.
Cukuplah engkau tersenyum, karena mungkin hausmu akan sembuh dengan sendirinya.
Maka mengapa kau harus bersedih dengan dosa dan kesusahan orang lain,
apalagi sampai engkau seolah-olah melakukan dosa-dosa dan
kesalahan mereka (pedagang2) itu?"
Orang berkata, " Sekian Hari Raya telah tampak tanda-tandanya, seakan memerintahkanku membeli pakaian, makanan dan boneka-boneka.
Sedangkan aku punya kewajiban bagi teman-teman dan saudaraku,
namun telapak tanganku tak memegang walau hanya satu dirham adanya.
Kukatakan: "Tersenyumlah, cukuplah bagi dirimu karena engkau masih hidup,
dan engkau tidak kehilangan saudara-saudara serta kerabat yang engkau cintai".

*****

So, guys, girls, why don’t we just keep smiling…. laughing…. loving…. giving… caring… and any other beautiful "ing’ that we could do, for healing ourselves…

*****

# Syair dikutip dari "La Tahzan" (Jangan Bersedih !) by DR. Aqid Al Qharni
# Artikel ini saya dedikasikan untuk seluruh teman-teman di BNWN yang mostly saat ini sedang sabar-less karena belated salary and wondering about upcoming THR
# Artikel ini saya buat karena saya juga sedang melatih sabar dan ikhlas saya, karena saya sendiri kadangkala juga sabar-less and ikhlas-less :)