Fri 27th Jun, 2008, and friends, their career

eMang joDoh ?

r-U-M-a-h 

Ternyata bukan jodoh aja yang "emang jodoh", tapi rumah juga bisa jodoh-jodohan (kok kayak judul lagu dangdut ya..). Nggak tau kebetulan atau emang sudah diatur dari "sana", tiba-tiba beberapa hari lalu saya dan dua orang sahabat sma saya secara nggak sengaja+nggak direkayasa  dan nggak dinyana-nyana (halaaah) memutuskan untuk membeli (masih dalam proses) rumah tinggal/apartemen yang sama di kawasan jakarta selatan. Tapi berhubung emang beda rejeki (hehe.. bener ya kalo lagi gini saya jadi keliatan ‘kurangnya"..huahehauhe..), teman saya itu langsung mengambil 2 unit, yang satunya lagi 1 unit cash bertahap. Sementara saya, yang punya niat dan ide, hehe.. malahan cuma bisa ikut KPA subsidi untuk jangka waktu yang paling ujung alias 15 tahun sesuai dengan kemampuan…. *bengong, manyun*.. Nggak apa-apa deh, yang penting kita jadi tetanggaan ya, girls. Alhamdulillah dapet view lepas dan hadap timur, meskipun lumayan tinggi. Balik lagi ke topik semula "emang jodoh", saya jadi teringat komentar sohib-sohib saya itu ketika selesai PPJB : "Ya ampun Na, kita nih emang jodoh kali ya Na, emang rejekinya ya, kok bisa-bisanya sih ya jadi samaan gini beli rumahnya. padahal gue tuh udah lama hunting rumah nggak pernah cocok, giliran elo kasih tau, langsung aja ngikut, untung tadi elo tek-in kita ya, Na.."..hehe.. emang racun deh nih saya… *tapi gue racun yang baik kan, girls…? Setelah melihat show unit (ngences liat interiornya..sluurpp!!), kami langsung berandai-andai menghabiskan masa tua (barengan lagi) di apartemen itu… halaahh…

j-o-b-s 

Kerjaan ternyata juga jodoh-jodohan. Seperti ex teman kantor saya yang sudah resign dari sini. Sebelum resign dia sempat meminta pendapat saya tentang keputusannya. Sementara teman lain menyarankan untuk stay sambil menunggu dapat pekerjaan baru, saya dengan spontan malah langusng mendukung langkah resignnya. Saya hanya bilang : " Kalau saya jadi kamu, saya resign sekarang. Nggak usah mikirin ada cicilan kredit/tabungan rencana (karena dia sempat worried dengan yang ini), go ahead aja, Bismillah. Kalau kamu keluar kamu akan lebih fokus dan leluasa untuk cari pekerjaan baru. Percaya deh, rejeki nggak kemana, kalo udah jodoh pasti dapet..". Alhamdulillah dalam waktu kurang dari 2 bulan dia sudah diterima bekerja. Dan siang ini saya mendapat email darinya bahwa sekarang dia malah sudah mendapat pekerjaan baru lagi sebagai Sekretaris Redaksi di salah satu grup majalah wanita ternama di ibukota..*wink, go Dis*. Andaikata dia tetap memutuskan stay, hehehe…

Thu 17th Jan, 2008, Daily, and friends

Coitus Interruptus

… Percakapan panjang lebar sore ini dengan seorang sejawat senior di kantor saya …

Dimulai dengan sepotong black forest yang ditawarkannya ke saya, sambil juga saya memperhatikan layar monitor komputernya yang dipenuhi gambar transaksi valas yang menarik rasa ingin tahu saya, mengalirlah cerita masing-masing dari kami.

Percakapan pertama adalah topik tentang keluarga masing-masing:

X : "Wah Rin, thank you banget lho waktu itu udah translate-in lirik untuk laguku, bagus banget. Pas banget sama melodi yang udah aku bikin… Tiap hari aku jadi gitaran terus… *sambil ding..ding..ding.. dan tangannya memperagakan sedang main gitar* 

Y : "Iya pak sama-sama.. Oyaa..? Gitu ya, Alhamdulillah deh… Waah, asyik donk pak, nyanyi barengan anak-anak gadismu itu…? *sambil penasaran*…

X : "Nha itu dia rin, payah tuh anakku yang gede. Mosok dia protes katanya ciptaan bapaknya kuno… nadanya jadul.. Kacau deh… *sambil nyengir*…

Y : "Hahahahaa… masak sih pak.. Walaahh, anak-anak sekarang emang kritis-kritis ya pak… *ikutan nyengir*

Percakapan kedua, mulai masuk ke yang agak serius…

X : "Iya nih, udah mulai bingung mau ke kantor gimana. Kalo tadi pak ——– (salah satu manager di kantor saya) ditelpon Pimpinan untuk meeting tapi nggak bisa masuk kantor karena lagi nyari ongkos untuk besok, aku sih udah bingung mikirin ongkos dua hari yang lalu nih Rin…" *sighs*

Y : "Iya ya pak, aku juga nggak tega liat temen2 disini, terutama yang kepala keluarga…Alhamdulillah rumahku deket, tapi ya tetep perlu ongkos juga kan pak…  *sambil empati melempar senyum* 

X : "Untung aja ada temen sekomplek yang ngantor di daerah Kemang, jadi udah hampir seminggu ini aku nebeng dia… Pulang pergi ke Bekasi…" *speechles*

Y : "Alhamdulillah deh pak, mudah-mudahan aja getting better … *speechless, more*

Percakapan selanjutnya, .. getting more serious…

X : "HHmm.. jadi, kalo kamu analogin keadaan kita sekarang kayak apa tuh Rin ?

Y : "Kayak Titanic pak, yang udah nabrak gunung es…. Kalo pendapatku malahan nabraknya mah udah dari bulan September lalu tuh pak.. But now, all the decision’s made is too late. It’s absolutely too late. Yaaa, sekarang mulut kapalnya udah nyungsep, nyebur ke laut.. jluk…jluk…jluk.. Tinggal nunggu nyemplung semua deh tuh pak, nyebuuur rame-rame… byuuurr…. *nyengiiir … kecuuut..*

X : "Huehaheehee… *mesam mesem, kecut juga*…

Y : Lalu saya balik nanya, "Kalo bapak gimana donk pak ?

X : "Hehehee… cuma ada dua kata yang paling pas nih Rin buat kita sekarang disini…. COITUS INTERRUPTUS ..!!!

Y : "Huahhaahhahahahhaaaa….. *ngakak sejadi-jadinya..* asli ngakak, sampe keluar air mata (parah deh…), sampe lupa nutup mulut (ya iyalah, ngakak kan emang nggak nutup mulut), sampe lupa bahwa sesuai syariat Islam wanita itu nggak boleh ketawa ngakak (Astaghfirullahal adzhim, maafin tingkah laku saya yang sudah menyalahi aturanmu ya Allah….) Tapi beneran, saya asli nggak bisa nahan ketawa ngakak, soalnya saya nggak nyangka bahwa dua kata itu yang akan keluar dari mulutnya… Lalu saya sambung lagi: "Koq gitu pak..? *sambil ngapus air mata, sambil cengengesan, udah predict jawabannya sih, cuma tetep aja penasaran…*

X : "Lho, ya iyalaah rin. Gimana nggak coitus interruptus, habisnya semua-semuanya tuh serba digantung, serba plin plan.. Kalo ibarat gamelan, bukannya buru-buru digong, eehh.. malah masih sibuk nabuh bonang, kendang, gender….dung..dang..dung..dang… Kapan nge-gongnya ??!? Lha kan jadi kayak sanggama keputus kan Rin, incrit-incrit… nggak orgasme-orgasme….!!! *sambil nyengir ngaco….* Gimana nggak pusing coba…!! *sementara saya jadi stay senyum, tapi tetep lebaar, nggak bisa mingkem-mingkem*… Dan emang disini kan anak-anak semua pada pusingnya kayak coitus interruptus itu Rin.. pusing yang paling nggak uenaakk… *masih cengengesan*

Y : "Aduuhh…aduuh.. udah deh pak, cukup.. cukup deh pak.. Aku gak tahan lagi nih, wwaahhh.. parah deh….Besok kita sambung lagi ya, pak.. *masih berusaha menahan ketawa ngakak, sambil megangin perut*… dan akhirnya saya pamit pulang… balik ke ruangan…

Hhhhmmmmffff….. Heheheheheee…. bener juga yaaa. Analog eyang satu ini rasanya lebih riil dan pas dengan keadaan yang sedang terjadi disini. Mumet, njelimet, kayak si coitus interruptus itu tadi…..

Jadilah si Tus (panggilannya coitus interruptus) ini menginspirasi saya nulis blog sore ini….. *mesam mesem, sambil ngebayangin temen saya itu ketika mencetuskan dua kata ini… Halaahh.. eyang… eyang… 

 

Thu 9th Aug, 2007, in Holy Qur'an, and friends

Single Parent : To be or not to be ?

This is a story which is so inspiring me, inspiring my friendship … 

One day, she sms me and invited three of us (me and my other best friends) to a "meeting", an unusual-hurry meeting. She called it a press conference which made us wondering. But then cancelled. It happened three times until she decided to call one of us. Then … we just knew that she has got married 3 months ago and now get pregnant. We really didn’t know how to feel at that time. We truly did not. It seemed a happy news, and it used to be, it should be it. But unfortunately it didn’t. Especially for my other 2 best friends.

She is now 5 months pregnant (countdown …). Me and my friends actually had made a prediction for this things for almost last 3 months, but we were worry about the truth coming through, then we decided to ignore it. We went to hang out 2 times with her 2  months before, but she never shared anything with us, she didn’t wanna talk even we had tried to touch her heart. She-like usually she should be-pretending nothing happened and pretending to be the strongest woman in the world.Then, she just dissapeared, sometimes she was lying to us (we knew it later), she ignored all of our invitations, including to go to Syukuran Khitanan one of our best friend’s son in Bandung. So, as very best friends, we just "leave" her alone. Hopefully she would "come back" to us someday.

So, the day when she told everything, she just mentioned that what she did is a very humiliated things she’d done and unusual for us, none of us do that. But she did it consciously, she really wanna do it and she’ll take all the consequences. She just thought that it’s not a big thing to be share with or to be happy with ( r u sure??? ). That’s the reason why she didn’t invite us to her wedding and also hiding her pregnancy. And then announce it 2 months after, by phone, to her very-very-very best friends (we have been friends since high school-18 years ago).

***** 

She is a year older than me, was single with a tremendous professional status in a national bricket company. She is very bright, beautiful, talented, a very well-planned friend, sooo career woman-comparing with 4 others, having her highest carreer. All I know, she met some guys, but always unsucceed in love relationship. She dated a guy, a younger guy about a year ago, but then broke-up, this time a very bad broken heart. She was 35 or something at that time, probably too much worried about her marital status. Since then I didn’t hear anything about her lover because since I was wearing a hijab I decided to less my leisure time (you know, sometimes more hanging out, it will be more gossips, more un-useful chat). We all really know how high her desire to find a man, her desire to get married, too.

***** 

Now it’s been a month. My other friends came up with their own conclusions. Mostly really dissapointed because being neglected as a best friend. Some are upset because she keep lying to us all this time, she is too arrogant to admit her weakness, her fault. It’s natural, I guess. But it’s already calm down now. Apparently they don’t wanna care anymore about it.

And me ? Maybe I’m just too naive. Or because lately I was absent for many hang out, so I am probably not as "hurt" as them. And by the time I received those surprising news, I directly asked my husband to go to her house and met her. But unfortunately we couldn’t because we were in the middle of my cousin’s wedding. I want to sms her, but my husband suggested "No", just leave her alone for a while, he said. The next day, I sms her and congratulate her either for her wedding and pregnancy. Like usual, she just said : okay, thanks. Then I called her and she told sooo many things, we’ve chat a lot… She seems so happy, so why shouldn’t I ? 

***** 

But you know what ? I am truly happy for her, I really do. But also feel so sad. One thing that still makes me feel guilty until now is that, I missed sooo many moments with her, I missed soooo many talks with her, that I am not be able to be her friend to share with. Cause if I didn’t, she might think twice about it, she might step forward more carefully. I feel so sorry for what she has been chosen, for what she did, NOT to us, but for herself (we hope it’s not true, but she officially married to other woman’s husband, but she still keep secret about it), to her big family and her future (she resigned from her job). But it has happened. No one can change this destiny. She wants it. She choosed it. She 100% realizes the risk. Including the worst one she said: being a single parent. Yeah, even being a single parent, she said. Oh God, my tears was dropped and suddenly I don’t know her anymore *sighs*.

I am just afraid that she’d done all these things just to wanna prove something, want to prove to anybody that finally she can do it. That she’s been succeed in getting a man, who coincidencely is her charming-rich-travel a lot latest boss; that she can finally get married (even probably "siri", with other woman’s husband which means she has already ruined somebody’s marriage and broken other woman’s heart). Or maybe she wanna proves that she can be pregnant, because one of the reason why her latest younger boyfriend broke their relationship was because his mother didn’t accept her as she’s too older for her son and worried about her fertility. Oh no dear, you don’t need to prove anything to anybody. No need to ruin your life either by doing all these things. You don’t need to be that hopeless either. Because you have a lot - lot of choices to be chosen, why you end up with this ?

*****

Women, they sometimes are unique.

They laugh when they cry …..

They’re strong but they’re also weak …..

They’re sometimes sooo open, but then closed her heart, too … 

They’re so sweet but in the next second becomes devil *grin*

They’re sensitive but also tough …..

They often do something, many things so-called stupid …..

They sometimes don’t think twice ….. 

*****

Allah creates woman so special. I do believe that. And I’m very proud being a woman. Including me, woman sometimes makes mistakes, just like anybody elses do. Because they’re gifted with 99% emotion. Because they’re only a human, right ? And that was happened to my best friend, a big mistake she did. But I don’t wanna judge anybody because I believe Allah has a very huge-many forgiveness to all of us. So I just pray for her to get His forgiveness.

[ Formerly I do not want to write it in my blog, I just wanna keep it for myself. But later on I need to share it, need to write down all my tought inside me, and chill it out. Obviously we have less in common by now, in term of this. She probably has many reasons for these to be allowed. But I also have sooo many logical-humanized reason for not doing that stuff ]

Mon 12th Mar, 2007, Daily, and friends, their career

NCZ (New Comfort Zone…*smile*)

Assalamu’alaikum, Haii…. Phheeeww..!!!  Setelah lebih dari sebulan saya menetap disini, baru kali ini saya sempat untuk posting blog ini and ketemu kalian lagi..

Minggu pertama saya di divisi baru ini diawali dengan musibah banjir seJabodetabek, secara lokasi kantor saya ini beneran dilalui arus sungai Ciliwung sehingga banjirnya beneran serius sampai ikutan masuk ke dalem kantor saya and kantor diliburkan 3 hari (eehh.. libur atau pada ngeliburin diri ya waktu itu, nggak jelas juga…). Minggu kedua mulailah dengan benah2 file yang ada disini, sambil meraba-raba, sambil mengendus-ngendus (kata dasarnya endus atau ngendus sih…). Sampai-sampai saya sempat sakit 3 hari, entah karena kecapekan, atau karena emang cuacanya yang nggak karuan, atau mungkin hantu2 di ruangan saya ini cuma pengen negur dan kenalan dengan saya, atau karena emang virusnya lagi pengen ngendon aja di  usus dan badan saya… Minggu ketiga dan keempat,.. he..he.. sambil masih meraba-meraba and mengendus-endus, dan badan sedikit lemes juga, mulailah meja, kursi (kalo mejanya pas udah kepenuhan), laci kerja saya penuh dengan tumpukan pekerjaan dengan target deadline yang mendesak. WN….!!! I’m going 2 kill u…. *nangis bombay…plus grin*.

Alhamdulillah saya punya staf yang gesit, fast learner dan penuh inisiatif, untungnya pula staf saya itu laki-laki…he..he.. Weeiittss.. jangan curigesyen dulu lah.. maksudnya asyik banget aja, so simple, idem gokil and jahil juga just like me, nggak banyak gosip (tau nih, belakangan ini i’m just trying hard to avoid gossips, avoiding crowd, too.. even hard, but always try..hihi..).   

Jadinya sekarang saya mulai ngerasain apa itu yang namanya p-a-l-u-g-a-d-a (apa-apa lu mau gue ada), soalnya emang beneran apa yang elu mau gue ada nih…he..he.. Dari mulai urusan masiwa, personalia/HRD temen-temen disini, ATK, akademik, sedikit finance… apa lagi yaa.. Gitulah pokoknya. Tapi exciting, seneng koq, karena banyak belajar hal baru, hectic alias nggak bengong, plus bonus lumayan banyak dapet "cobaan" baru juga which is sooo happening to me (okay jugalah, no big deal, itung2 melatih sabar saya, melatih ikhlas saya juga..*smiley face*).

Oyaa.. kayaknya nggak afdol kalo kalian belum kenal lingkungan baru saya. Ruangan saya sekarang lebih nyaman, lebih "nyes" alias AC-nya dingin, bersih and wangi, dan yang terpenting, deket dengan toilet khusus staf yang bersih *grin*. Rekan kerja saya disini sebagian besar adalah English lecturer. Mbak Ana, our "javanese" GM *wink*, 40 something, so sweet and low profile, and of course sooo.. java..  Om Facsi sang dosen tulen sekaligus manager, unmarried *eehhmm..eehhmm..* and mas Andrie, the most hectic manager here, Kapolres Depok pula *lya kan, Ndri..hihi..*, jahil abis lho mas satu ini. Kalo staf di sebelah kanan saya itu namanya Arrive.. beneran, seriusss..!! Namanya bener-bener represent kalo dia gawe di tempat yang mesti banyak ngomong bulenya..he..he.. Tapi aku manggilnya Arif (aku kan orang Indonesia lho..). Thirty something juga, tukang insinyur mesin (waduuh, minder nih), married with a 2 years girl, javanese juga, jahil-iyah juga dia *grin* .. Jadi nih, kalo pagi-pagi si Arief ini belom dateng, pasti saya diledekin ama temen2 : "Waduuhh mbak Rin, mas Arrive-nya belom arrive yach..?"… huhuehaeheuehhuaaheee..

Sesekali saya juga dapat kunjungan dari Bigg Boss (Bode) and juga Bocil lantai atas itu, even kadang mereka datengnya ba’da maghrib,..he..he.. biasalah, liat ini-itu, cek dan ricek kalo-kalo saya ada masalah. Alhamdulillah banget saya mendapat rekan kerja dan atasan yang sangat care dan cooperative.  Alhamdulilah juga saya jadi makin banyak punya temen (tau donk "friend" is my middle name, too). Selain dengan teman2 lama, pasukan bodrek saya di tempat baru ini jadi nambah wawasan pertemanan saya.. Senengnya…!! Apalagi waktu awal bulan ini saya dapet traktiran dari anak-anak baru disini (pizza party abis-abisan, namanya juga lagi diopspek..),  dapet traktiran juga dari yang naek pangkat (eehhmm, nyaamm…), sekaligus didaulat untuk nraktir juga..he..he..

Meskipun ada juga beberapa masalah internal didalam sini, tapi basicly nggak terlalu parah dan saya masih bisa overhandle. Yang terpenting buat saya adalah situasi disini jauuuh lebih nyaman, lebih simple, lebih humanized..*halaah*. Nggak terlalu kompleks dan complicated, jadi nggak banyak friksi, or slack, and gossipless. Alhamdulillah lagi… *smiley face*.

So, welcome my new comfort zone *with a smiley Alhamdulillah*. I’ll see u around, guys/gals. Insya Allah, Wassalam.

  

 

 

 

 

Mon 16th Oct, 2006, Daily, and friends

Very wide GRIN (s)

Nyengir kuda biasanya ditandai dengan senyum lebar. bibir ditarik jauh keatas pipi. gigi atas dan gigi bawah keliatan seluruhnya. pipi terasa agak kencang. garis-garis mata jadi tampak jelas. mata menjadi lebih sipit dari biasanya… he..he..

Hari ini, Senin menjadi hari bersejarah untuk temen2 BNWN. Karena Alhamdulillah akhirnya kabar gembira ini dateng juga. Te Ha eR, tiga huruf yang hampir seminggu kemarin bikin kebanyakan makhluk2 disini pada ketar ketir, akhirnya dinyatakan keluar juga. Dan inilah yang membuat kami semua disini, kebanyakan, hampir seluruhnya mungkin, nyengir-nyengir kayak kuda, almost all day long ..hihi.. (really wanna put some pictures of you with your wide grin :) ).

Jum’at kemarin saya lembur sampe jam 8 malem, khusus bantuin temen-temen finance untuk memilah-milah lembaran 50 rb dan 100 rbn menjadi gepokan 1 juta-an (sampe gemeteran, keringet dingin, takut lembarannya ada yang lengket ato salah masuk ke kantong gue..he..he..). Dan sebagai satu2nya staff diluar finance yang bela2in lembur (and unpaid..hi..hi..) sampe jam 8, akhirnya boss saya dengan hati emasnya memberikan penghormatan kepada saya untuk mendapat THR malam itu juga..he..he…*thanks so much boss and sorry guys, girls..*.

*****

Alhamdulillah Ya Allah… THR-nya sih mungkin emang important, but not that important for me, comparing with all bad situation here. The best and the most important thing I feel is that finally it comes in PEACE. Nggak jadi demo, nggak jadi mogok, nggak ada lagi hujat2an, nggak ada lagi saling curiga, nggak ada negative thinking, nggak ada lagi saling menyakiti… Alhamdulillah wa syukurilah. Karena honestly seminggu kemarin itu hati n’ pikiran saya beneran berasa nggak nyaman banget. Tiba-tiba jadi nggak ngenalin temen-temen saya sendiri, bingung mau bersikap apa, being hurt karena agak dicurigai, sedih karena denger ada yang saling memaki…waadduuhh..

*****

I am really thankful to :

ALLAH SWT : who definitely makes this dream come true

Boss-boss besar : yang akhirnya (entah dapet wangsit dari mana) mau kebuka hati & tangannya untuk ngeluarin THR ke kami semua.. thank you and thank you…

Ayah Farrel II : yang ngasih inspirasi ke saya untuk belajar sabar and reasonable (nggak jadi loncat jendela deh, Jil) 

Ayah Farhan II : Rief, Alhamdulillah akhirnya wiridan gue berhasil juga kan… he..he..

Mas Roy : Ketua Korlap, untuk daya juangnya yang gagah berani…*kayak Gatot Kaca*..

Zen & Aisyah : yang kemarin udah ngasih amplop THR ke saya 

Temen2 semua : atas kekompakan dan keakraban kita semua…

 

 

Wed 11th Oct, 2006, and friends

Te Ha eR

Tiga huruf ini ternyata bisa bikin perasaan seseorang (atau banyak orang??)  jadi campur aduk nggak karuan. Bisa jadi Alhamdulillah (krn bisa ngasih salam tempel untuk orang tua, anak & keponakan2), seneng (sambil ngebayangin bisa pulang kampung nengokin ortu & keluarga untuk yang punya kampung), cengar-cengir (dapet dua gepok salary bulan ini), ngences (karena bisa nambah koleksi baju lebaran..ceilee..).

But on the other hand, feeling positif ini bisa mendadak sontak jadi negatif ketika kita tahu bahwa THR nggak kunjung dateng, adem ayem dan nggak ada tanda-tanda ke arah sana. And this is what’s happening here, in BNWN, mostly staffs here are now having these kind of expressions : muka masam (ditandai dengan mulut turun kebawah), cemberut (alis bertaut, kening berkerut), jantung berdebar (dag diig dut), kepala panas (hati2 lho kalo diatas 40 derajat bisa step/stuip), darah mendidih (kayak lagu Rhoma Irama nih, eehh.. "Darah Muda" itu sih ya..he..he..).

Te Ha eR …oohh.. THR.. :
THR : Tunjangan Hari Raya (in it’s real term)
THR : Tetap Hari Raya (ya iyalah..)
THR : Tip Hadiah Rebaran (mulai plesetan)
THR : Tetep Heli Raju.. lebaran (mlesetnya kebangetan !!)
THR : The Holy Rebaran (halaahh…)
THR : Ternyata Hadiahnya Roib (mulai ngambek *blink*)
THR : The Hidden Rights (waaattss !? hak kita diumpetin??!)
THR : Tolong Hargai Rakyat (contoh slogan demo..he..he..)

 *****

For me, THR is just on it’s real term, ya itu dia : tunjangan untuk hari raya alias tambahan rejeki dari ALLAH aja, yang kudunya emang didelivered lagi ke orang lain, supaya mereka sama2 merasakan kebahagiaan lebaran.

a. Yang jelas 2,5% nya asli bukan hak kami, langsung didelivered ke yang berhak.
b. Sebagian lagi untuk balas budi ke orang tua (kadang dalam bentuk "mentah", kadang beliin baju lebaran).
c. Sebagian untuk beli paket bingkisan makanan (ritual malam takbiran kami adalah keliling jalanan bersama suami & anak2 saya membagikan 5 paket makanan kepada orang2 yang di jalanan, entah ketemu dengan tukang sapu jalan, pengemis, tukang bajaj dll).
d. Sebagian lagi untuk ngasih THR ke orang2 yang bekerja/berjasa untuk keluarga kami (wati-si embak/pengasuh anak saya, aziz-tkg ojek langganan anak saya & tuti anak mereka berdua).
e. Sebagian lagi menukar uang kertas gress pecahan 5.000 atau 10.000 an untuk "angpau" keponakan2.
f. Sebagian lagi untuk top-up tabungan pendidikan anak-anak saya.
Kalo ada sisa,  barulah untuk beliin baju lebaran anak-anak saya (prinsip beli baju : kalo belum belel nggak usah beli baju baru - lagian beli baju nggak mesti pas lebaran kan…).

Yang sudah-sudah, kami berdua, saya & suami selalu mendapat THR, 1 kali take home pay. Tahun lalu, hanya suami yang mendapat THR, saya nol. Tahun ini suami saya, karena baru pindah kerja di kantor baru, kemungkinan (itu juga belum pasti) baru mendapat THR proporsional 1/4 kali , sementara saya disini masih belum jelas (mungkin nol lagi..he..he..).

Jadi planningnya, berapapun yang kami dapat tahun ini, semua pos-pos diatas, wajib tetep dideliver, dengan prioritas2 tentunya. Prioritas terpenting pastinya a-d, sementara itu yang lainnya mau nggak mau terpaksa diskip/delete… Dan kalo ternyata tahun ini kami berdua NOL, ya sudahlah, berarti rejeki ALLAh belum sampai ke kami. Kalau saya delete semua a-f (kecuali zakat fitrah), maka saya yakin ALLAH akan memaafkan, saya juga yakin mereka2 yang berhak tadi mudah2an memakluminya..he..he..

Rasanya THR nggak jadi hambatan kita untuk tetep ngerayain lebaran dengan gembira dengan seluruh keluarga, kan…??? Takbiran, sholat Ied bareng, sungkem n’ sujud sama orang tua, suami/isteri, anak-anak, teman2, saudara2, sambil makan ketupat. Hhmm… indah & nikmatnya..

So, I am welcoming Idul Fitri…. Insya Allah…

 

Wed 4th Oct, 2006, in Holy Qur'an, and friends

Sabar-isasi

Seorang penyair berkata :

"Sahabatku, demi Allah, tiada suatu bencana akan terus menimpa seseorang, betapapun esarnya.
Jika suatu hari dia datang, jangan tunduk kepadanya, dan jangan banyak mengeluh.
Banyak orang mulia ditimpa musibah, tapi dia sabar dan musibah-musibah itu pun akan hilang dengan sendirinya.
Hari-hari demikian bangga atas diriku, namun tatkala melihat kesabaranku, diapun layu ”

Di kalangan ahli sunnah, ada 3 hal yang harus dilakukan ketika menghadapi musibah : bersabar, berdo’a dan mencari jalan keluar.

{ Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahalanya }
  ( QS. Az-Zumar : 10)

{ Maka kesabaran yang baik itulah kesabaran-Ku. Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan }
  ( QS. Yusuf : 18 )

{ Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu }
  ( QS. Luqman : 17 )

*****

Ada 3 hal yang oleh Allah akan disegerakan siksa dan imbalan para pelakunya :

1. Kezaliman
   { Sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri } ( QS. Yunus : 23 )

2. Pelanggaran janji
    { Maka barangsiapa melanggar janjinya, niscaya akibat pelanggaran janji itu akan menimpa           dirinya sendiri }   ( QS. Al-Fath : 10 )

3. Tipu daya (makar)
    { Rencana jahat tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri } ( QS. Fathir : 43 )

Orang dzalim tidak akan bisa lepas dari cengkeraman kekuasaan Allah

{ Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh karena disebabkan kezaliman mereka }  ( QS. An-Naml : 52)

*****

So guys, girls, kuncinya emang cuma sabar… sabar… dan sabaar.

Setelah sabar, berdo’a lah, mohon dan mintalah kepadaNya, serahkan segala sesuatunya pada Dia seorang. Jika do’a belum juga menyembuhka luka, carilah jalan keluarmu (baca: jobsdb, jobstreet, karir.com dll…).. he..he..he..

And don’t worry friends, Allah is never slept, not deaf or even blind ;
karena seperti yang dibilang diatas, Allah akan menyegerakan siksa pelaku-pelaku zalim, pelanggar janji dan tipu daya… Jadi kita semua tenang aja, God’s hand will act.. Ocreeehh…

*****

Saya kutip juga satu syair oke dari Ellia Abu Madhi, ia berkata :
Orang berkata, "Perdagangan selalu penuh intrik dan penipuan, ia laksana musafir yang akan mati karena terserang rasa haus".
Tapi aku berkata, "Tetaplah tersenyum, karena engkau akan
mendapatkan penangkal dahagamu.
Cukuplah engkau tersenyum, karena mungkin hausmu akan sembuh dengan sendirinya.
Maka mengapa kau harus bersedih dengan dosa dan kesusahan orang lain,
apalagi sampai engkau seolah-olah melakukan dosa-dosa dan
kesalahan mereka (pedagang2) itu?"
Orang berkata, " Sekian Hari Raya telah tampak tanda-tandanya, seakan memerintahkanku membeli pakaian, makanan dan boneka-boneka.
Sedangkan aku punya kewajiban bagi teman-teman dan saudaraku,
namun telapak tanganku tak memegang walau hanya satu dirham adanya.
Kukatakan: "Tersenyumlah, cukuplah bagi dirimu karena engkau masih hidup,
dan engkau tidak kehilangan saudara-saudara serta kerabat yang engkau cintai".

*****

So, guys, girls, why don’t we just keep smiling…. laughing…. loving…. giving… caring… and any other beautiful "ing’ that we could do, for healing ourselves…

*****

# Syair dikutip dari "La Tahzan" (Jangan Bersedih !) by DR. Aqid Al Qharni
# Artikel ini saya dedikasikan untuk seluruh teman-teman di BNWN yang mostly saat ini sedang sabar-less karena belated salary and wondering about upcoming THR
# Artikel ini saya buat karena saya juga sedang melatih sabar dan ikhlas saya, karena saya sendiri kadangkala juga sabar-less and ikhlas-less :)


Wed 23rd Aug, 2006, and friends

Billy lovers

Aura long week end minggu lalu sudah saya mulai sejak malam jum’at kemarin. Didalam mobil saat otw pulang dr kantor bersama Daus, saya bercerita bahwa menjelang pulang tadi sebetulnya Andri chat di YM dan menyatakan keinginannya untuk main rame2 ke rumah saya sambil menyantap nasi goreng di depan rumah *lagi kangen rupanya dia sama nasgor dpn rmh saya*. Dan setelah saya mention kalo dijemput oleh suami, rencana Andri jadi batal. Ternyata saya justru ditegur oleh Daus dan menyuruh saya untuk menghubungi Andri yang masih di kantor untuk datang main ke rumah. Dan entah darimana datangnya, tiba2 dia menyatakan keinginannya untuk main bilyar dan saat itu juga saya dimintanya untuk sekalian invite temen2 kantor saya lainnya yang suka main bilyar untuk ngumpul main bilyar beramai2..he..he…*jadi EO deh tuh*.

Mulailah saya sent sms ke beberapa teman, sms terpanjang yang pernah saya kirim, ke pasukan cogan2 Binawan..ehm..ehm… Kumplit dengan skedul jam & tempat + konsumsinya, akhirnya jam 7 bermunculan lah mereka satu persatu. Diawali oleh pasukan I (Andri, Arief dan Husen), lalu muncullah rombongan kedua dalam Toyota oranyenya "boss" Wijil, isinya Taufiq, "eyang" Arifin dan yang punya mobillah.. Sementara satu2nya hareem jagoan billy yang saya invite (kedipin Sinta) masih terjebak macet di daerah kuningan..*tenang aja non, pasti ditungguin koq..*.

Sementara saya seperti biasa setiap pulang kantor mulai disibukkan dengan kedua piyik2 saya yang lucu itu. Tapi berhubung udah janji bakalan concern about konsumsi untuk pasukan billy ini, saya menenteng anak2 saya ke tempat billy dekat rumah itu *sekalian bergaul dikitlah mereka..he..he..*. Jadilah saya berboncengan dengan Andri, Arief & Husen hunting nasgor ke dekat pom bensin Pancoran (krn ndilalah abank nasgor depan rumah saya nggak jualan). Ternyata di sepanjang jalan yang biasanya banyak tenda makanan berderet2, tiba2 malam itu bersih total, nggak tau krn pada mudik 17-an atau krn malam itu akan ada rombongan SBY yang renungan suci di TMP Kalibata. Halaaahh.. Akhirnya kami masuk ke komplek AURI, maksud hati sih mau makan sate kambing di dekat sekolah Farhan situ, tapi ternyata lagi2 apes. Sate kambingnya tinggal 2 tusuk dan sop kambingnya sudah habis (comment Arief: "Aduuh Rin, mau makan malem ama elo aja susah banget ya, nih.." hi..hi..).

Finally : 

1. 3 cowok ini makan rame2 di rumah saya, pesan sate kambing+sop kambing depan rumah + teh botol (unfortunately nggak seenak yang di komp. AURI), tapi lumayanlah mereka pada mengembik tuuuh….*Arief: pasti malemnya…hayooo..*

2. 3 cowok lainnya + 1 cewek cantik yang saya tinggalin di Pangrango Pool, saya bawain nasi ayam goreng+sambal lalap+aqua, tapiii.. kelupaan sendok pula. Halaah…Jadilah mereka pada nongkrong makan pake tangan di area parkir pool, sambil kepedesan…

3. Sementara saat mereka makan, saya minta ditemani oleh Sinta mencari pisang goreng untuk Daus. Tapi ternyata tukang pisgornya juga udah bubar jalan. Syukurnya ada "Klenger Burger" di area ILP, jadi saya nggak pulang dengan tangan kosong.

Jam 9.30 pasukan I pamitan pulang karena ada rekan yang tinggalnya jauh di Bogor dan ibunya sedang sakit (bandel ya kamu Husen, ibunya sakit koq malah nongkrong di bilyar… siapa tuh yang ngajakin, ayo ngaku !?!). Berhubung kami sekeluarga emang udah rencana malam itu akan langsung terbang ke rumah ibu di Bekasi, jadilah jam 10 kami berempat, including Farrel kecil yang matanya udah 5 watt berpamitan duluan. Sementara 3 jagoan billy sejati ("eyang" Arifin, "pak" Wijil dan "naughty" girl Sinta..he..he..)  mereka masih penasaran dengan beberapa game.

So, billy lovers… See u guys at another pool, another time, another friendship, another joyful… Ocreehh donk.. :)  

+++

Speaking of other joyful, ternyata Rabu, 30 Agustus besok jam 8 pm, di SCORE-Citos ada RATU and other performance plus with Nova Eliza as a celebrity at pool. HTM-nya Rp.75.000,- incl. first drink. He..he.. *lirik-lirik Daus*.

 

 

Tue 1st Aug, 2006, and friends

Mr. Right… or even SoulmatE

Belakangan ini saya dihadapkan oleh pertanyaan dari beberapa teman yang mudir2 *he..he.. lawannya tuwir, bener kan mudir ??* tentang judul diatas, yang untuk kapasitas diri saya cukup sulit untuk menjawabnya. Pertama karena actually saya miskin pengetahuan tentang "cinta" he..he.., meskipun udah setuwir ini. Kedua, honestly saya juga asli nggak expert tentang laki-laki & their (tau donk saya sampai punya kategori VS man saking nggak expertnya about man..he..he…).Ketiga, ya satu plus dua itulah..

Jadi ketika salah satu teman saya yang notabene expert banget about human relationship sms ke saya asking about how could we know if someone is the right one… phheewww!!!, i was really flaterred but at the same time get confused.. he..he.. Dan ketika lain harinya teman saya bertanya "where is my soulmates yach..*with crying emoticon* Koq susah banget ya nyari orang yang click…", saya jadi berhasrat *hayaah, apa lagi nih?* untuk sharing/posting tentang hal yang i almost 90% blank off…hihi.. nekad ya gue…

So girls, these are what i can share you some points of my experience either my relationship all these years:

 1. Honestly, sampai detik ini saya nggak tau apakah Daus is the right one for me or not. Cause for some case we still keep arguing, we still adjust one to another, saya terkadang masih suka ngambek nggak jelas karena sensitivitas saya yang agak tinggi. But some  things that i’m really sure about him are that he alway bless me with his love, his patience, his deeply understanding; he fulfill my life with his jokes ( i’m a kind of person who sometimes takes something so seriuosly and in fact i really have bad sense of humour)-so he really fulfill my needs; i always feel so protected without being possesive; i feel so warm, secure and comfort beside him until now. Dan makin kesini, kedewasaannya makin terasah, makin bijaksana, Alhamdulillah selalu menuju ke arah yang lebih baik.

2. Even buku MarsVenus-nya si John Gray, Disayang suami sampai mati-nya John Gottman, Menuju Keluarga Sakinah dan buku-buku tentang man-woman relationship/marriage lainnya sudah saya lahap sejak awal kami menikah, saya tetap nggak pernah bisa mengerti tentang laki-laki. Dalam kepala saya laki-laki itu mostly egois, selfish, always put their pride so highly *sampe gengsi untuk minta maaf even udah jelas2 salah*, nggak perhatian *tapi sebenernya mereka perhatian koq, cuma mostly emang nggak ekspresif*, nggak seperti wanita yang always give, mereka banyakan nggak giving *tapi ternyata nih mereka akan giving if we ask to* and until now he sometimes keep doing these, too. Yang kadang2 suka bikin saya nangis..hiks..hiks.. Tapi saya pikir semua relationship pasti akan melewati masa-masa ini. Sandungan, ganjalan, gajrukan *mandra banget yakk*, cobaan…

3. Percaya nggak percaya, kalo untuk urusan cinta saya menganut paham jaman Kartini, wanita duduk manis, laki2 yang deketin. Saya bukan type wanita yang chaser, nggak pernah mengejar (even flirting or seducing) laki2. Kalaupun satu hari saya tertarik/merasa suka sama seseorang saya akan lebih memilih untuk menyimpan rapat2 perasaan saya drpd hrs nekad ngedeketin. Beneran, saya nggak ngerti cara yang baik dan benar menggaet laki-laki. Karena basically saya cuek banget ama kaum Adam, pemalu dan introvert *halaah, nggak nyangka kan lo*, mostly saya berpikiran "negatif" terhadap laki2 karena sikap2 mereka mostly logic (ato emg sayanya aja yg kelewat sensi yach..hehehe), kalo pun akhirnya emang terlibat sama anak laki2 ya purely karena emang saya senang berteman, bersahabat sama siapa aja. Perlu mengenal saya cukup lama untuk bisa ‘mendapatkan hati’ saya… 

So, sedikit kesimpulannya:

- Start NOT to looking for the right man, girls… Karena bakalan jadi burden, percaya deh ama gue.. One day, you’ll find him.

- Saya nggak peduli kalo kalian bilang saya bodoh, but i think you should stop making any list of criteria for your soulmate. Entah itu kaya, tajir, kaya, tajir, kaya.. lho..lho..stop it!; ganteng *kalo dapet kayak Jude Law ya syukur deh*; treat woman so nicely *malah kalo yg kepinteran treat woman gitu banyakan buaya darat lho..hiiii…*. Kalo menurut saya, basic criterianya cukup: seiman, well-educated pasti lah, struggle and fighting spiritnya tinggi, ekstrovert (kalo terlalu introvert ntar pusing lo) + masukkin dikit jugalah kriteria bobot, bibit, bebet dari orang tua, biar nggak kualat donk.

- Story dg mantan, kebanyakan kita udah berteman +/- 2-3 tahun smp akhirnya mereka ‘nekad’ made a confession..he..he.. Daus termasuk yang paling cepet. Abis nyatain perasaannya setelah berteman selama 3 bulanan, Daus butuh waktu sekitar 6 bulan untuk bisa bikin gue bilang iya. Karena saya sendiri mesti yakin sama perasaan saya. Dan akhirnya dia beneran yang membuat saya jatuh cinta, karena dia sabar, let the flow go, dan berhasil buktiin kata-katanya ke saya. Dan selanjutnya butuh waktu 4 tahun untuk akhirnya saya bisa bilang iya kedua kalinya, saat ia melamar saya…. halaahh..

- Banyak yang bilang saya and Daus punya kemiripan wajah alias kayak adik kakak dan kata orang2 itu artinya Insya Allah jodoh. So i always keep praying that he could be my SOULMATE forever… Till death do us apart. Amiin.

+++++

So girls, kalian semua punya wajah dan kepribadian yang jauh lebih menarik dari saya. Cantik, smart, gaul, supel, baik hati, sincere.. Jadi saya rasa nggak lama lagi kalian akan bertemu dengan Mr. Right or even your SoulmatE. He will come to you. And you just wait for HIS signal. Okay, girls… Yang penting, keep on rockin’.. he..he…

 

Mon 17th Jul, 2006, and friends

What a silly (and handsome *slurp*) pirate !

Telat start jongkok posting di blog saya, bukan berarti i passed the story Sin…he..he.. Hhmm.. beneran udah kumplit banget nih Sin ceritanya di blogmu. Jadi rasanya saya nggak perlu repot cerita panjang luebar lagi. Top banget ya emang non satu ini.

So, kalo Sinta concern deeply tentang fashion kita berenam, saya lebih ke semua2nya deh.. ya movienya, ya momentnya, ya relationshipnya.. he.he..

1.  Movie:
kocak, tegang, full of journey, even si Johnny Depp-nya jadi ketutupan gantengnya (halaah).. apalagi pas "mata"nya berubah jadi delapan..he..he.. tapi ada jg beberapa adegan yang agak ngeri/menjijikan sampe saya tutup mata, sementara si Dafa cuek-cuek aja tuh… dasar laki-laki..!!.

2. Couples:

a. Sinta & Arie : Sort of a copy paste comment saya di blognya Sinta, "You two like Prince and Princess of Charming ya Sin. Saya admire banget dengan couple ini. Arie, he’s really patient and full of caring..hhhmm.. And Sinta, she’s so sweet and sincere. No wonder every man/guy "fall in love" with her *wink wink*. So i don’t understand while you mentioned about "all my relationship are sucks" at your blog the other day. Coz i guess you’ve found your soulmate, Sin….:)". Mau apa lagi lah Sin.. hayo, singsingkan lengan bajumu.. lhoo..??.. he.he..

b. Adis & Oji : His name is Oji, Sin and i agree with you that Adis looked so sexy that night. So Dis, saturday night fevernya kelar jam berapa non..he..he. Kayaknya demamnya berasa sampe sekarang nih. Kalo couple yang ini…hhhmm.. masih berasa hura-huranya ..he..he.. Secara yang satu anak band  *i like his style Dis, cool..* plus ex bad-boy *celingukan.. Oji nggak suka buka blog kan Dis..:)*, sementara yang satunya lagi.. lo tau donk Dis maksud gue..*wink wink*.

c. Saya & Dafa : i really enjoyed my quality time with my beloved son. Even pulangnya sempet hampir terlunta2 *hp-nya silent ternyata ya yah and masih sibuk take ya, honey* he..he.. Sambil nunggu Sinta an Adis dateng, kita berdua sempet main double SEGA Rally Game and tembak2an. Seru n full of fun. Plus filmnya kocak abis, asyik2 ngakak..hua..ha.ha… Beneran releasing our mind..

3. Our relationship:
Cuma belajar ngikutin ajaran Nabi "Habluminannaas..alias silaturrahim", itulah yang jadi awal cerita saya beritikad triple date kemarin. Berawal dr SMS nya Sinta sejak pagi sampe jam istirahat, langsung aja saya ajakin hang out bareng, pas ada Adis pula disitu. He.he.. So girls, kalo dari sisi saya sih, saya beneran asli having wonderful time, seneng juga bisa habluminanas, dan saya akan lakuin ini ke siapa pun juga. Ke temen2 cowok sini juga gitu, sampe2 Arief n’ Andri rela pulang jam 10 dari rumah saya Jum’at malam setelah menemani saya lihat Dafa take shooting FTV-nya Depic di Kalibata..he..he.. *jangan kapok ya papa Farhan and om andri*. Moga-moga Sin, Dis, elo juga ngerasain hal yang sama ama gue ya, enjoy the time together, even i’m not a girl anymore…*wink wink*.

*****

Yang bikin saya terharu adalah: ketika otw ke parkiran, saya jalan di sisinya Ari , in a glance asked him about Dafa, secara saya tau dia Psikolog anak *lirik2 Sinta* dan tiba-tiba dia bilang: "farhan anaknya asyik koq mbak, "sehat" koq dia… terus sy bilang: he..he.. obvious ya Rie kalo fisik sih.. Tapi dia bilang: enggak koq, dia sehat banget, mentally okay, PD and curious, pinter tuh dia, cepet nangkep… Aduuh mas Arie, jadi melayang nih… *keturunan siapa tuh? Daus apa saya yach.. perasaan.?.. he..he.. Apa jangan2 yang pas waktu sama Bill Gates itu ya.. halaahh.. 

And satu lagi, for Sinta and Ari, thanks a lot ya elo berdua udah ngerelain dating elo jadi agak kacau gara2 nganterin gue n Dafa pulang. Abisnya ayah Daus emang lagi kejar tayang gitu, *ayah Daus artis bukan sih..?..he..he..Nggak enak nih, jadi ngerepotin… *gaya-gaya malu donk ach..*. 

Hhmmmm…. enak nih tidurnya malem ini. Sambil ngebayangin mukanya Will Turner.. halahh..