Wed 5th Nov, 2008, Daily, their career

I have (had) been there

Kata ini seringkali kita pakai pada saat kita (mungkin saya, tapi biar lebih rame mendingan pake "kita" ajalah ya…) pernah berada di suatu tempat/lokasi. Seperti teman saya ketika saat SMA kami ramai-ramai liburan di Bali, dia langsung memburu kaos bertuliskan "I’ve been to Bali, too".. hehehee…, saya sendiri juga beli, malahan saya beliin juga buat oleh-oleh kakak-adik saya, yang padahal jelas-jelas saat itu nggak ikutan ke bali.

Pagi ini ketika saya selesai finger print absen dan berjalan menuju ruangan kerja di lt. 2, tiba-tiba saat itu saya menyaksikan dengan seksama (halaaah..) pemandangan seluruh gedung kantor saya, mulai lantai di main lobby, menyimak lokasi2 ruangan kelas yang saya lewati dan juga ruangan kerja. Hhmmm.. tiba-tiba saya notice kalau ternyata saya sudah pernah merasakan hampir seluruh lantai di gedung ini. Rasanya saya patut mendapat piagam penghargaan karena saya dapat menyebutkan daftar panjang I’ve/I’d been there - daftar panjang ruang kerja yang saya tempati selama 3 tahun saya bekerja disini, yaitu :

# I’d been at 1st level, then to 3rd floor, go down to 2nd level, (back) to 3rd floor and finally go back down to 2nd floor…(aarrgghhh…)
Jul-Dec’05, tepatnya di ruang Dekan Keperawatan, 1 area dengan (expatriate) Nursing Dean from UTS, Australia. Hehe… Bule ini baek banget meskipun sedikit moody, she is single, vegetarian dan  sama sekali tidak berbahasa indonesia. Tapi seru jugalah.. Lalu naik ke lt. 3, as a Secretary for Vice Chancellors, about a year. Asli solo karir sekitar 6 bulan, sampe akhirnya dapet temen seruangan. Setahun berikutnya turun ke lt. 2, ketika Alhamdulillah dipromosiin jadi admin manager di BLC, seruangan dengan staf baru dari luar, need adjustment for a while, untungnya laki-laki jadi gak ribet, tapi belakangan malah akrab kayak sodara (alo yot..). Hhmm..saat itu mulai gondok karena pindah-pindahan.. *wink*. Ribet soalnya, mindah2in kompi, ngeset ulang PC, ngerapiin dokumen-dokumen yang penuh and berantakan, ribetlah pokoknya. Tapi masih rada excited karena dapet tantangan baru even kudu get melted dengan komunitas baru juga. Setahun berikutnya (back) to 3rd level.. (huuaaaa…*nangis guling2*), dapet promosi dikit tapi lebih pusing mikirin hal lainnya. Kayaknya ruangan ini emang diciptakan untuk saya, kok yaaa balik-balik lagi kesini. Even udah begging pengen tetep di lantai 2 tapi gak diapprove. Untungnya saat itu ruangannya udah dingin, meskipun jadi (agak) berantakan sepeninggal saya. Promosi kali ini rada crowded karena tambahan problem ttg masiwa plus makin gak jelasnya nasib ke depan. Nggak lama setelah itu…hehehehhee… pindah lageee…. (kali ini udah pasrah…). Balik ke 2nd floor (agaiiinn..!!?! tuh kan beneer…). Jabatan sih tetep sama, cuma dalam rangka efisiensi, jadi kudu efisiensi ruangan juga, mostly integrated di semua departemen. Kali ini kami (saya dan 3 orang rekan kerja) mendekam di satu ruangan kecil, sederetan dengan departemen non-akademik lainnya. Maksudnya juga supaya koordinasi antar departemen lebih efektif dan efisien. Saya sih accept aja, karena niat pengen fokus ngerapiin/benerin departemen ini. Tapi lagi-lagi mau gila saya dibuatnya ketika baru 2 bulan disini saya diminta untuk naik lagi ke lantai 3 dekat dengan big boss… waduuuh.. Tapi Alhamdulillah Allah denger doa saya. Akhirnya bukannya saya yang naik keatas tapi malah akhirnya mereka yang turun kebawah; mereka dan departemen lainnya yang akhirnya pada ngariung rame-rame disini… horee.. hehee..

# I had been there juga pernah saya rasain ketika awal tahun ini dapet musibah nyungsep dibawah kolong minibus kopaja (untungnya rada sisi kiri dan body belakang), sampai jatuh tengkurep dan kaki saya nggak terselamatkan alias kelindes ban belakang kopaja. Sampai mengharuskan saya bed rest total 3 minggu. Asli I had "been" there, yes over there, dibawah kolong kopaja.. heehehee… Saat itu saya beneran pasrah, pasrah kalo Izrail emang mau pick-me up….. *nerawang sambil inget2 lagi tragedi kopaja itu*. Skenario Allah hari itu beneran membuat saya makin yakin akan kuasa Allah dan sekaligus sadar betapa pentingnya asuransi jiwa/kecelakaan .. hehehe.. (Cobaa hayoo… mbak2/mas2 sales agent asuransi jiwa, silahkan datang menghampiri saya…)

# I had been there juga kadang-kadang menyangkut perasaan kita. Had been crying, had been laughing with friends. Buat saya, had been there yang terbaik yang saya rasakan adalah all these spiritual journey yang sampai saat ini masih terus menemani saya. Yes, I had been there when one day HE lightened me and gave me guidance (hidayah). And the most greatest thing is that I am still following this beautifully spiritual journey of mine.. still… (then i should change into "have been there")… doo..dooo…dooo… I love YOU because of YOU, always….

 

 

 

Fri 5th Sep, 2008, Daily, their career

Be a smart worker

Hari gini, sudah tidak zamannya lagi menjadi hard worker alias pekerja keras. Jika ingin sukses, jadilah smart worker.

Apa yang memotivasi Anda dalam bekerja? Punya mobil bagus, rumah sendiri atau membeli barang-barang yang membuat Anda tampil gaya? Apa pun itu, yang pasti untuk mencapainya Anda rela bekerja mati-matian.

Bahkan sampai lupa waktu, lupa makan dan akhirnya terperangkap dalam pekerjaan yang lama-lama mungkin tak Anda nikmati lagi. Namun, apakah kerja keras dan pengorbanan Anda sepadan dengan hasil yang didapat? Jika jawabannya tidak, berhentilah menjadi hard worker. Percuma Anda bekerja keras kalau tidak juga ada hasilnya.

Hard Worker = Tidak Efisien
Dulu, menjadi hard worker memang salah satu cara terbaik untuk mendapatkan perhatian atasan. Anda bisa mendapatkan promosi atau kenaikan jabatan (yang biasanya disertai kenaikan gaji) jika menjadi hard worker. Dengan catatan, kerja keras ini memang ada hasilnya dan bukan sekadar mencari uang lembur di kantor.

Namun, belakangan cara ini tak lagi populer. Apalagi di zaman serba hemat seperti saat ini. Menjadi hard worker yang identik dengan berada lebih lama di kantor dianggap tidak lagi efisien dan suatu pemborosan. Penambahan jam kerja, juga bisa membuat Anda dinilai tak punya manajemen kerja yang baik sehingga tak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat. Kalau begitu keadaannya, sudah waktunya Anda mengubah cara kerja.

Be Smart Worker
Daripada menghabiskan seluruh waktu di kantor tapi malah dipandang negatif, mengapa tidak mencoba lebih efisien dan bekerja lebih smart? Dan, untuk menjadi smart worker tidak susah, kok. Anda hanya perlu bekerja sambil berpikir dan berprinsip, bagaimana agar pekerjaan bisa dikerjakan lebih cepat dan lebih fleksibel.

Kalau boleh sedikit membandingkan, sebagian besar negara Eropa dan Amerika sudah menerapkan prinsip smart worker ini. Contohnya, Italia yang sudah memberlakukan jam kerja rata-rata hanya 5 jam sehari. Asyik, kan? Selain punya lebih banyak waktu untuk menikmati hidup, Anda juga punya waktu jika ingin mencari penghasilan tambahan alias side job. Nah, untuk menjadi smart worker, Anda harus punya strategi kerja. Di antaranya:

1. Anda bisa memulainya dengan mencoba memusatkan perhatian pada pekerjaan. Kurangi hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian, seperti ngobrol atau bergosip dengan rekan kerja terlalu lama (baik langsung, via telp atau sarana chatting), jauhkan katalog dan bahan bacaan pribadi dari wilayah kerja, dan lain sebagainya. Untuk hal-hal seperti itu, ada waktunya sendiri setelah jam kerja usai.

2. Hindari menunda-nunda pekerjaan dan cobalah mengerjakannya dengan sistem multitasking. Dengan cara ini, Anda bisa mengerjakan dua atau tiga tugas sekaligus sehingga bisa lebih menghemat waktu.

3. Untuk memudahkan, gunakan teknologi secara bijak. Misalnya, gunakan telepon dan internet seperlunya, apalagi jika pekerjaan Anda sedang menumpuk. Manfaatkan teknologi tersebut untuk mempercepat selesainya tugas-tugas Anda.

Dengan mengoptimalkan waktu kerja, Anda tak hanya menjadi lebih efisien tapi juga lebih produktif. Bukan mustahil dengan semakin sederhana kehidupan kerja dan semakin sedikit waktu kerja kita, semakin besar penghasilan yang kita peroleh.

(Ditulis oleh Erma Dwi Kusumastuti - dikutip dari Kompas edisi 5 Sept’08)

Fri 27th Jun, 2008, and friends, their career

eMang joDoh ?

r-U-M-a-h 

Ternyata bukan jodoh aja yang "emang jodoh", tapi rumah juga bisa jodoh-jodohan (kok kayak judul lagu dangdut ya..). Nggak tau kebetulan atau emang sudah diatur dari "sana", tiba-tiba beberapa hari lalu saya dan dua orang sahabat sma saya secara nggak sengaja+nggak direkayasa  dan nggak dinyana-nyana (halaaah) memutuskan untuk membeli (masih dalam proses) rumah tinggal/apartemen yang sama di kawasan jakarta selatan. Tapi berhubung emang beda rejeki (hehe.. bener ya kalo lagi gini saya jadi keliatan ‘kurangnya"..huahehauhe..), teman saya itu langsung mengambil 2 unit, yang satunya lagi 1 unit cash bertahap. Sementara saya, yang punya niat dan ide, hehe.. malahan cuma bisa ikut KPA subsidi untuk jangka waktu yang paling ujung alias 15 tahun sesuai dengan kemampuan…. *bengong, manyun*.. Nggak apa-apa deh, yang penting kita jadi tetanggaan ya, girls. Alhamdulillah dapet view lepas dan hadap timur, meskipun lumayan tinggi. Balik lagi ke topik semula "emang jodoh", saya jadi teringat komentar sohib-sohib saya itu ketika selesai PPJB : "Ya ampun Na, kita nih emang jodoh kali ya Na, emang rejekinya ya, kok bisa-bisanya sih ya jadi samaan gini beli rumahnya. padahal gue tuh udah lama hunting rumah nggak pernah cocok, giliran elo kasih tau, langsung aja ngikut, untung tadi elo tek-in kita ya, Na.."..hehe.. emang racun deh nih saya… *tapi gue racun yang baik kan, girls…? Setelah melihat show unit (ngences liat interiornya..sluurpp!!), kami langsung berandai-andai menghabiskan masa tua (barengan lagi) di apartemen itu… halaahh…

j-o-b-s 

Kerjaan ternyata juga jodoh-jodohan. Seperti ex teman kantor saya yang sudah resign dari sini. Sebelum resign dia sempat meminta pendapat saya tentang keputusannya. Sementara teman lain menyarankan untuk stay sambil menunggu dapat pekerjaan baru, saya dengan spontan malah langusng mendukung langkah resignnya. Saya hanya bilang : " Kalau saya jadi kamu, saya resign sekarang. Nggak usah mikirin ada cicilan kredit/tabungan rencana (karena dia sempat worried dengan yang ini), go ahead aja, Bismillah. Kalau kamu keluar kamu akan lebih fokus dan leluasa untuk cari pekerjaan baru. Percaya deh, rejeki nggak kemana, kalo udah jodoh pasti dapet..". Alhamdulillah dalam waktu kurang dari 2 bulan dia sudah diterima bekerja. Dan siang ini saya mendapat email darinya bahwa sekarang dia malah sudah mendapat pekerjaan baru lagi sebagai Sekretaris Redaksi di salah satu grup majalah wanita ternama di ibukota..*wink, go Dis*. Andaikata dia tetap memutuskan stay, hehehe…

Thu 19th Jun, 2008, Daily, being mom, their career

Anything can happen

Assalamu’alaikum, hai semua…

Sinopsis story about me aja kali ya, these past 6 months…

Jan. 4 : Alhamdulillah dapet rejeki dari Allah, promosi jabatan di kantor. No comment untuk yang ini, karena berasa nggak deserved sebenernya, tapi ya gak taulah. ANYTHING CAN HAPPEN, dan saya percaya itu berkah dari Allah. Ini cuma titipan, amanah yang mesti dijaga and I should do it right on track.

Feb. 8 : Saya dapet musibah, kaki kanan saya kelindes (jelas bukan terlindas!) kopaja. Iya, kopaja, minibus ijo putih yang emang kadangkala ugal-ugalan. Yang setiap hari (unfortunately) jadi andalan saya pp kantor. Tapi hari itu, mas Kop T-57 (panggilan sayang kopaja-ku) beneran lagi musuhan, sampai-sampai perlu ngelindes kaki kanan saya yang nggak bersalah (sampai bunyi jleduk!) di terminal Blok M.

Akibatnya nggak karu-karuan :

1. Bedrest total 3 minggu, alias nggak masuk kerja (si kecil Rerel senengnya minta ampun "Asyiiik, bunda libul teluss… *halaahh..*). Sementara saya rada worried dengan kerjaan kantor, secara baru sebulan alias masih raba sana-sini.

2. 1 bulan nggak bisa turun/jalan, tiap malem nangis nahan sakit *Masya Allah, nyerinya minta ampun*.. Mungkin urat-urat di betis dan telapak kaki saya lagi pada berebutan pengen bisa "beres" lagi kayak semula, pada tega beneer nih urat-urat… hiks..hikss..

3. 1 bulan kaki dibebat, dibalur macem-macem (mulai dari yang tradisional indonesia: beras kencur, jahe, asem jawa ; tradisional cina: arak cina dikasih sohib saya; sampai obat salep modern: thrombophob gel buatan Jerman). Plus minum obat pil dokter + terapi. Kumpilt deh…

4. 1,5 bulan jalan pakai kruk, termasuk ketika 2 minggu pertama mulai ngantor lagi (saking nggak enak sama Big Boss yang udah promote saya..he..he.., nanti disangkain saya makan gaji buta lagi, padahal mah pak, beneran ini pak, sakitnya nggak kira-kira, cobain deh pak..). Untungnya payroll emang juga lagi trouble (lho, koq untung ya ?!?), artinya a bit excuse juga gitu kalo absen saya juga trouble..hehe..

5. 3 bulan jalan masih agak pincang karena masih nyeri, terutama urat tendon mungkin yang lama banget recovernya.

6. Sampai sekarang saya masih sholat duduk, belum bisa sholat dengan normal karena telapak kaki saya masih nyeri kalau ditekuk saat duduk antara 2 sujud. Nggak apa-apalah, Islam emang mudah dan nggak pernah nyusahin koq. Alhamdulillah nyawa saya masih dilindungi, Alhamdulillah banget saya masih bisa berkumpul dengan suami dan anak-anak saya. Meskipun suami sempet berkomentar: "bunda, koq ya milihnya kopaja sih nda, kenapa nggak jaguar… *hhuuuuaaaaaa !!*

Lagi-lagi, ANYTHING CAN HAPPEN, even saya udah sangat ekstra berhati-hati (udah 3 tahunan naik turun kopaja yang sama), tapi kalo emang udah "waktu"nya ya mau bilang apa. Ini semua dari Allah, emang saatnya ajalah, DIA jentikin jari and said : kun fayakuun. 

Mar. 27 : liburan ke Caldera, area peristirahatan rumah pohon di tepi Sungai Citarik Sukabumi. Hhmm… nikmatnya. Kami pergi ber-20 dengan ibu saya, kakak-adik dan keponakan2 konvoi 3 mobil. Subhanallah, bisa denger gemericik air sungai citarik sepanjang hari, bisa ngerasain desir angin langsung lewat jendela rumah pohon yang emang nggak pake border alias jendela, main arung jeram rame2 (kecuali saya karena kaki masih error), flying fox dan api unggunan. Hhmm.. feels like heaven. 

Apr. 9 : It’s my son’s 9th birthday. Nggak seperti tahun2 sebelumnya, kali ini Dafa ingin mengumpulkan teman-teman dekat sekelasnya untuk makan siang di rumah. Jadilah hari itu 10 jagoan2 cilik kelas IV makan siang, shalat dzuhur dan bermain di rumah mungil kami. Nasi, sate ayam, ayam goreng, french fries, 4 pan personal pizza dan coca cola disikat habis oleh mereka. Senengnya melihat keakraban dan kekompakan mereka. Jadi review masa kecil saya..halaahh.. Sementara si kecil Rerel asyik ngintilin kakaknya, menyelinap diantara kerumuman Dafa & teman-teman cowoknya, ikut-ikutan ketawa meski saya ragu dia ngerti atau enggak, pindah bolak balik dari kamar kakaknya ke ruang tamu, sampai juga ikutan melepas mereka pulang satu persatu menjelang ashar, tetep dengan gaya centilnya itu… :) .

Apr. 30 : It’s my — birthday. Halah, nggak usah dibahas kali, udah tuwir. Just make a wish, kali ini wish yang agak "mimpi" tapi nggak ngekhayal (beneran wish). Udah niat dan pengeeen banget, mudah-mudahan dijabah oleh Allah. ANYTHING CAN HAPPEN, right ? 

May 12 : It’s my little angel Rerel 4th birthday. Sesuai pesanan, dia mendapat beberapa stel kaos, rok/celana warna pink (no wonder!). Seperti kebiasaannya, cermin lemari pakaian di kamar kami jadi sasaran empuknya untuk berhias. Semua baju dicobanya dengan wajah sumringah, mata berbinar, hidung sedikit mengembang karena penuh nafsu… hhmmff..hhmff… Semua dimatchingin dengan asesoris koleksinya, jepit pink, bando ungu muda, gelang warna warni… hhmm.. *geleng-geleng kepala sambil senyum..* Subhanallah, Kau berikan aku anak yang begitu cantik, pintar dan centilnya minta ampun, ya Allah… Please, keep an eye for her. Dan lucunya, kira-kira 2 hari sebelum hari ulang tahunnya itu, tiba-tiba dia lari menghampiri saya dan berkata : "Bunda..bunda, aku udah bisa huruf "r" donk.. Nih ya dengerin: ti-dur, la-per.. " sambil dia memamerkan lafal "r" barunya yang beneran "r" (malah double r) dan bukan "l" seperti biasanya. Subhanallah,… ANYTHING CAN HAPPEN..

May 20 : Berenang ke The Jungle-Bogor. Nice place, terrific adventure. Enak, tapi berhubung week-end, lumayan penuh rame. Pulangnya kami mampir ke Bogor Permai membeli roti sobek coklat dan sobek keju favorit kami sekalian makan soto mie/mpek mpek dan minum es sekoteng disana.

Jun : Si Rerel daftar TK, dan Alhamdulillah langsung diterima di TK B - My First School. Selesai bayar uang pendaftaran, dia langsung mendapatkan 1 set perlengkapan sekolah (tas, shirt, lunch box dan termos air) plus 4 stel seragam TK-nya. Persis seperti saat ulang tahunnya, matanya langsung berbinar lebar… hhmm.. dan saya langsung geleng-geleng kepala ngebayangin sampai rumah nanti cermin di kamar kami lagi-lagi bakalan jadi arena eksplorasinya. Sementara si kakak Dafa 2 minggu kemarin menempuh ujian kenaikan kelasnya. Main PS tetep prioritas di sela-sela belajarnya (what a boy!), sambil juga tetep les inggris, TPA/ngaji dan ikut club basket. Nggak tau deh, mudah-mudahan Dafa masih bisa mempertahankan prestasinya seperti 3 tahun terakhir. Insya Allah, ANYTHING CAN HAPPEN.

Okay deh, that’s all from me. I’ll see u around, Insya Allah. 

 

Thu 3rd Jan, 2008, being mom, their career

Welcome 2008, re-melted :)

CALENDAR 2008                                    
                                             
JANUARY           MAY             SEPTEMBER      
S S R K J S M   S S R K J S M   S S R K J S M
  1 2 3 4 5 6         1 2 3 4   1 2 3 4 5 6 7
7 8 9 10 11 12 13   5 6 7 8 9 10 11   8 9 10 11 12 13 14
14 15 16 17 18 19 20   12 13 14 15 16 17 18   15 16 17 18 19 20 21
21 22 23 24 25 26 27   19 20 21 22 23 24 25   22 23 24 25 26 27 28
28 29 30 31         26 27 28 29 30 31     29 30          
                                             
FEBRUARY           JUNE             OCTOBER        
S S R K J S M   S S R K J S M   S S R K J S M
        1 2 3               1       1 2 3 4 5
4 5 6 7 8 9 10   2 3 4 5 6 7 8   6 7 8 9 10 11 12
11 12 13 14 15 16 17   9 10 11 12 13 14 15   13 14 15 16 17 18 19
18 19 20 21 22 23 24   16 17 18 19 20 21 22   20 21 22 23 24 25 26
25 26 27 28 29       23 24 25 26 27 28 29   27 28 29 30 31    
                30                            
                                             
MARCH             JULY             NOVEMBER        
S S R K J S M   S S R K J S M   S S R K J S M
          1 2     1 2 3 4 5 6             1 2
3 4 5 6 7 8 9   7 8 9 10 11 12 13   3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16   14 15 16 17 18 19 20   10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23   21 22 23 24 25 26 27   17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30   28 29 30 31         24 25 26 27 28 29 30
31                                            
                                             
APRIL             AUGUST           DECEMBER        
S S R K J S M   S S R K J S M   S S R K J S M
  1 2 3 4 5 6           1 2 3   1 2 3 4 5 6 7
7 8 9 10 11 12 13   4 5 6 7 8 9 10   8 9 10 11 12 13 14
14 15 16 17 18 19 20   11 12 13 14 15 16 17   15 16 17 18 19 20 21
21 22 23 24 25 26 27   18 19 20 21 22 23 24   22 23 24 25 26 27 28
28 29 30           25 26 27 28 29 30 31   29 30 31        
                                             
NATIONAL            HOLIDAY                                      
1-Jan-2008 Tahun Baru Masehi                   Libur Nasional    
10-Jan-2008 Tahun Baru 1429 H                   Libur Nasional    
11-Jan-2008 Cuti Bersama menyambung hari libur Tahun Baru 1429 H       Cuti Bersama  
7-Feb-2008 Tahun Baru Imlek 2559                   Libur Nasional    
8-Feb-2008 Cuti Bersama menyambung hari libur Tahun Baru Imlek 2559     Cuti Bersama  
7-Mar-2008 Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1930             Libur Nasional    
20-Mar-2008 Maulid Nabi Muhammad SAW                 Libur Nasional    
21-Mar-2008 Wafat Yesus Kristus                   Libur Nasional    
1-May-2008 Kenaikan Yesus Kristus                 Libur Nasional    
2-May-2008 Cuti Bersama menyambung hari libur Kenaikan Yesus Kristus   Cuti Bersama  
19-May-2008 Cuti Bersama menyambung hari libur hari raya Waisak       Cuti Bersama  
20-May-2008 Hari Raya Waisak Tahun 2552               Libur Nasional    
30-Jul-2008 Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW               Libur Nasional    
18-Aug-2008 Hari Kemerdekaan RI yang diperingati pada Minggu 17 Agustus   Libur Nasional    
29-Sep-2008 Cuti Bersama Idul Fitri                   Cuti Bersama  
30-Sep-2008 Cuti Bersama Idul Fitri                   Cuti Bersama  
1-Oct-2008 Idul Fitri 1429 H                       Libur Nasional    
2-Oct-2008 Idul Fitri 1429 H                       Libur Nasional    
3-Oct-2008 Cuti Bersama Idul Fitri                   Cuti Bersama  
8-Dec-2008 Idul Adha 1429 H                     Libur Nasional    
25-Dec-2008 Natal                         Libur Nasional    
26-Dec-2008 Cuti Bersama menyambung hari libur Natal           Cuti Bersama  

 

2007, was an extremely upside down, jetcoaster-like year for me. Closed by these last 3 months terribly nightmare situation here… Hhhmmmmfff…. My last year resolution was: being ikhlas… So, I think I should accept it, ikhlasly… halaahh…

This 2008, Bismillah…

I will start it by going to the doctor and laboratorium, getting my complete blood test. Checking my cholesterol, fat, kidney function, liver function, SGPT, SGOT, diabetic, haemogoblin etc.  I’ve done it for the last 2 years because I realize "we are what we eat". And me, since I got "living healthy" for my 2006 resolution, I start considering about my health and check it regularly. Besides chewing is my middle name…huahehhahee… Alhamdulillah, I have latest "positive" result, means my score was in a secure number for those stuff.

My resolution this year should be 100% change. Firstly I plan to leave this comfort zone. I guess it’s time for me to move on. Even this comfort zone is getting more comfort for me, at least for me myself, at least for the next 6 months, at least for my experience. But unfortunately it’s not "healthy" anymore. For me, for my family, for our future…

But I don’t know. I find it hard. It’s not that easy, at my age…  I don’t know. But i keep trying, always give it a try. Who knows ?

Then secondly, I decided to make a little bit compromise. I need to be MELTED for a while. Get melted with everything, everyone, everybody, to every single thing here [ actually I always do that, but this time I need to be re-melted ]. So it could be change into a ‘healthy’ one for me.

Until one day, [ hopefully ] Allah gives me His light, guide me to something special. Until I find something new, better, healthier, prospectively.

But if it’s not, I guess I should make up my mind. At least I will get a better offer. I believe I get the best offer, ever. Being a mom. Yes, nursing my 2 lovely grown-up kids. Being a real mom.

*****

At least that 2008 calendar can figure my off-duty out… *blink*  

So, Bismillahirrahmanirrahim… Welcome 2008 ! :)

 

 

Tue 7th Aug, 2007, in Holy Qur'an, their career

Change Your Lens - Change Your World

This is the 2nd book I have read this week. It is wrote by Faiez H. Seyal, a Pakistani moslem - expert in phylosophy, management, human behaviour/relationship, a motivator one. He also writes the "Road to Success" , "Soul Healing", "Together Forever" (it talks about marriage management - I already got one of this, too). I decided to start looking for something which can motivate me, heat me up, wake me up, soul me in, so that I could be reborn as a brand new person [working woman]. Since lately, when things are upset down around me, mixed with all unexpected-complex-speechless combination - completed with all those spiritual journey happening to me *scratching my un-itchy head*.

One of his formula is: P (Performance) = (K-Knowledge + S-Skill) A (Attitude). Beyond my narrow thoughts, I am actually know a little bit about this and always try to apply it to my working behavior. Even sometimes things does not always come as sweet as it should be..*grin*. He also says that "if we think we are what we are, then we will BE". He also suggest that we should always create our thought into the highest-positive achievement, whoever we are, whenever we are and wherever we are.

Then, I came up wih the conclusion. No matter what we do, no matter what somebody else’s does, we should always be prepared for any worst thing that may happen to us. And at the same time be ready to conquer all the lack, all the restrictions, any trouble may come along.

My problem is, I sometimes too arrogant to share it with anybody elses.  Not because I don’t need anybody, but I think I will face it until I find no way out *stubborn me, stone head*. And it’s often killing me, when you think that you can solve something but then you can’t. When you think that you right for something but then you wrong. When you think you don’t deserve for something but then you do. When you don’t think that you can do something but then you can.

Seiyal is right. He does fulfill me with something that now, I hope, will motivate me to be a better person. To be a better human, and a better hamba Allah *smile*.

 

 

Mon 12th Mar, 2007, Daily, and friends, their career

NCZ (New Comfort Zone…*smile*)

Assalamu’alaikum, Haii…. Phheeeww..!!!  Setelah lebih dari sebulan saya menetap disini, baru kali ini saya sempat untuk posting blog ini and ketemu kalian lagi..

Minggu pertama saya di divisi baru ini diawali dengan musibah banjir seJabodetabek, secara lokasi kantor saya ini beneran dilalui arus sungai Ciliwung sehingga banjirnya beneran serius sampai ikutan masuk ke dalem kantor saya and kantor diliburkan 3 hari (eehh.. libur atau pada ngeliburin diri ya waktu itu, nggak jelas juga…). Minggu kedua mulailah dengan benah2 file yang ada disini, sambil meraba-raba, sambil mengendus-ngendus (kata dasarnya endus atau ngendus sih…). Sampai-sampai saya sempat sakit 3 hari, entah karena kecapekan, atau karena emang cuacanya yang nggak karuan, atau mungkin hantu2 di ruangan saya ini cuma pengen negur dan kenalan dengan saya, atau karena emang virusnya lagi pengen ngendon aja di  usus dan badan saya… Minggu ketiga dan keempat,.. he..he.. sambil masih meraba-meraba and mengendus-endus, dan badan sedikit lemes juga, mulailah meja, kursi (kalo mejanya pas udah kepenuhan), laci kerja saya penuh dengan tumpukan pekerjaan dengan target deadline yang mendesak. WN….!!! I’m going 2 kill u…. *nangis bombay…plus grin*.

Alhamdulillah saya punya staf yang gesit, fast learner dan penuh inisiatif, untungnya pula staf saya itu laki-laki…he..he.. Weeiittss.. jangan curigesyen dulu lah.. maksudnya asyik banget aja, so simple, idem gokil and jahil juga just like me, nggak banyak gosip (tau nih, belakangan ini i’m just trying hard to avoid gossips, avoiding crowd, too.. even hard, but always try..hihi..).   

Jadinya sekarang saya mulai ngerasain apa itu yang namanya p-a-l-u-g-a-d-a (apa-apa lu mau gue ada), soalnya emang beneran apa yang elu mau gue ada nih…he..he.. Dari mulai urusan masiwa, personalia/HRD temen-temen disini, ATK, akademik, sedikit finance… apa lagi yaa.. Gitulah pokoknya. Tapi exciting, seneng koq, karena banyak belajar hal baru, hectic alias nggak bengong, plus bonus lumayan banyak dapet "cobaan" baru juga which is sooo happening to me (okay jugalah, no big deal, itung2 melatih sabar saya, melatih ikhlas saya juga..*smiley face*).

Oyaa.. kayaknya nggak afdol kalo kalian belum kenal lingkungan baru saya. Ruangan saya sekarang lebih nyaman, lebih "nyes" alias AC-nya dingin, bersih and wangi, dan yang terpenting, deket dengan toilet khusus staf yang bersih *grin*. Rekan kerja saya disini sebagian besar adalah English lecturer. Mbak Ana, our "javanese" GM *wink*, 40 something, so sweet and low profile, and of course sooo.. java..  Om Facsi sang dosen tulen sekaligus manager, unmarried *eehhmm..eehhmm..* and mas Andrie, the most hectic manager here, Kapolres Depok pula *lya kan, Ndri..hihi..*, jahil abis lho mas satu ini. Kalo staf di sebelah kanan saya itu namanya Arrive.. beneran, seriusss..!! Namanya bener-bener represent kalo dia gawe di tempat yang mesti banyak ngomong bulenya..he..he.. Tapi aku manggilnya Arif (aku kan orang Indonesia lho..). Thirty something juga, tukang insinyur mesin (waduuh, minder nih), married with a 2 years girl, javanese juga, jahil-iyah juga dia *grin* .. Jadi nih, kalo pagi-pagi si Arief ini belom dateng, pasti saya diledekin ama temen2 : "Waduuhh mbak Rin, mas Arrive-nya belom arrive yach..?"… huhuehaeheuehhuaaheee..

Sesekali saya juga dapat kunjungan dari Bigg Boss (Bode) and juga Bocil lantai atas itu, even kadang mereka datengnya ba’da maghrib,..he..he.. biasalah, liat ini-itu, cek dan ricek kalo-kalo saya ada masalah. Alhamdulillah banget saya mendapat rekan kerja dan atasan yang sangat care dan cooperative.  Alhamdulilah juga saya jadi makin banyak punya temen (tau donk "friend" is my middle name, too). Selain dengan teman2 lama, pasukan bodrek saya di tempat baru ini jadi nambah wawasan pertemanan saya.. Senengnya…!! Apalagi waktu awal bulan ini saya dapet traktiran dari anak-anak baru disini (pizza party abis-abisan, namanya juga lagi diopspek..),  dapet traktiran juga dari yang naek pangkat (eehhmm, nyaamm…), sekaligus didaulat untuk nraktir juga..he..he..

Meskipun ada juga beberapa masalah internal didalam sini, tapi basicly nggak terlalu parah dan saya masih bisa overhandle. Yang terpenting buat saya adalah situasi disini jauuuh lebih nyaman, lebih simple, lebih humanized..*halaah*. Nggak terlalu kompleks dan complicated, jadi nggak banyak friksi, or slack, and gossipless. Alhamdulillah lagi… *smiley face*.

So, welcome my new comfort zone *with a smiley Alhamdulillah*. I’ll see u around, guys/gals. Insya Allah, Wassalam.

  

 

 

 

 

Tue 30th Jan, 2007, in Holy Qur'an, their career

Finally … [ sequel of “Intersection” ]

Hanya beberapa saat berikutnya Alhamdulillah saya telah menemukan ikhlasnya. Secara setelah mencoba berdiskusi dengan Big Boss  ternyata dia mengatakan bahwa being ——– is not only the suitable choice for my new position *halaahh.. kocak juga nih* dan juga merefer hasil test saya saat ini yang belum memungkinkan, akhirnya dengan berbagai pertimbangan kami memutuskan satu jabatan baru untuk saya. Akhirnya plonk hati saya, dan mulai bisa grin lagi…

Hhmmmff.. meskipun sebelumnya lingkungan baru ini belum pernah saya "jamah" sama sekali, and it’s not even my social life..he..he.. Tetapi saya yakin, saya dan mereka akan dapat bekerjasama secara sinergi dan melebur menjadi satu. Insya Allah. *jujur : blank beneran sama situasi & kerjaan berikutnya disana*. Tambahan lagi calon bawahan saya *ceilee.. gaya..!* asalnya juga bukan dari tempat baru ini, tapi dari luar BNWN.. halaahh… bakalan sama-sama ‘ngeraba’ lah jadinya…  Tapi oke juga, justru disitu letak challengenya..

***** 

I should be thankful to you, Bro.. Meskipun kemarin kita sempet selisih pendapat, karena seolah2 kemarin itu you gave me no choice padahal ternyata enggak. Tapi akhirnya aku sadar bahwa tanpa bantuan kamu and juga Bode (Boss Gede), aku nggak mungkin akan sampai pada posisi ini. Even sampe sekarang aku masih nggak yakin apakah aku bisa (Bismillah aja), even sometimes I still put you as a psycic (karena dengan sok teunya pake mention ke bos kalo aku bisa jadi —– inglis yang bagus and bakalan lulus tes) and also a superman (karena emang suka sok superman yang nggak butuh bantuan dari siapa2, padahal udah jelas2 palugada kayak gitu kan.. halahh..) …  But now I realize that you are also a warm and beloved co-worker… he..he..*boleh GEER dikitlah*.

***** 

A lot of finally then : 

* Finally, I got promoted.. cihuuy!!.

* Finally, gaji juga naiklah, sedikiiit.. *ngileer* (setelah dipikir2, mau naikin gaji saya aja, koq sampe repot2 naikin jabatan kayak gini ya. Ya udah, dinaikin aja kenapa, nggak usah pake mikir dua kali..he..he.. Masalahnya memang disini nggak ada rumusan annualy raise-up salary spt di tempat lain/kantor lama saya, yang tiap awal tahun automatically raise-up 10%-20%/adjusment gaji ngikutin inflasi..).

* Finally, akhirnya saya ngerasain juga ‘ngebase gawe’ di Lantai 2 (setelah sebelumnya menjelajah di Lantai 1 dan lantai 3) sehingga bisa nambah kenalan makhluk disana, baik makhluk hidup beneran maupun makhlus2 halus lainnya yang memang banyak beredar di gedung kantor kami ini…he..he…

* Finally, saya punya anak buah.. halaaah…*norak mode on*.

* Finally, another challenge, another (more) responsibilities…*feel clueless*

** And… Finally, you sign me, God. Alhamdulillah, I really thank You, coz You’re the One who makes all these coming through… *with a huge ikhlas*

 

Wed 17th Jan, 2007, in Holy Qur'an, their career

IntersectioN

Hhhmmm…. Ketika kemarin posting tentang resolusi ikhlas, karena being ikhlas adalah my aim dan resolusi saya mulai tahun ini, plus karena ikhlas itu susah, dan saya ingin banget bisa advance mencapainya. And in this last 2 weeks, I got a very beautiful learning of i-k-h-l-a-s.

Secara tiba-tiba saya diinfokan bahwa akan ada promosi jabatan untuk saya di BNWN. Kalau untuk posisi yang pertama, saya sudah tau cukup lama. Tapi ternyata dua minggu lalu muncul berita bahwa saya akan dipromote untuk posisi kedua, one step level forward too. Meskipun sempet agak "mules" dengernya, tapi Alhamdulillah jobdesc-nya masih related dengan background pendidikan saya yang SE. Dan minggu lalu berita itu makin santer, dan sejak itulah saya berusaha untuk mulai "switch" pikiran dan pengetahuan saya ke calon jabatan baru saya ini. Mulai tanya-tanya, mulai minta ilmunya ke boss yang bersangkutan. Alhamdulillah… ikhlas saya sudah mulai berusaha saya lakukan di fase ini. Artinya secara pelan-pelan saya berusaha meninggalkan comfort zone lama yang sudah amat saya cintai, to something new which is quitely different + complex position.

Tapi ternyata kemarin, perut saya dibuat "mules banget" oleh berita dadakan baru bahwa saya akan dipromote untuk posisi ketiga .. halaahh.. apa lagi ini ??? Secara jabatan ini sama sekali nggak pernah terlintas di pikiran saya, at least for right now, dalam artian for my ending career, NOT AT ALL !!! Itu sebabnya saya sempat sedikit kesal dengan seseorang (sorry Bro, I know you didn’t mean to push me to somewhere else in dark), yang telah dengan "tega2nya" merekomendasikan saya bahwa saya interest dan guarantee my Big Boss kalau saya akan bagus di posisi ini. Arrrggghhh…!!! Sok teu banget deh nih orang. Padahal, saat itu seingat saya, saya cuma berandai2 kepada dia, cuma sekedar wacana, saya bercerita bahwa saya tertarik untuk mencoba, for my second job, but not for my main and ending career.

Jadi kemarin, ketika saya dipush untuk memberikan jawaban saat itu juga karena proses testnya akan dilakukan dalam dua hari ini, saya betul-betul nggak percaya. Gilaa apa, gue mesti kasih jawaban untuk sesuatu yang gue nggak yakin bisa lakuin - yang bakalan juga jadi ending career gue, just in a view second. Saya hanya tersenyum, sambil pura-pura becanda, sambil juga berusaha menghindar. Selanjutnya pergi ke toilet, I did take a pee, tapi nggak tau kenapa, tiba-tiba saya menangis. Astaghfirullah… Saya merasa kesal, kecewa… Saya kesal ketika saya merasa menjadi bola ping-pong, dipukul ke sana, dilempar kesini. Kesal karena saya tidak dipercaya untuk sesuatu-yang saya yakin saya bisa-yang bahkan seminggu ini saya sedang berusaha belajar untuk menguasainya. Kesal karena seolah-olah mereka semua tau yang "terbaik" untuk saya disini, tanpa mempedulikan keinginan/ comfortable saya. Kesal karena mereka being sooo pushy, being sooo selfish… Di saat yang sama, saya sadar ternyata saya masih belum dapat achieve ikhlas saya… Astaghfirullah …

Saya tau mereka hanya ingin yang terbaik untuk saya, they wanna see me growing up here-prosperously. But I don’t think what’s best for me in their opinion would be definitely "best for me". Sementara saya nggak tau harus express feeling ke siapa coz this is still "off the record thing" here, secara saya juga masih trauma dengan pengalaman disini beberapa waktu lalu. Ke suami sudah saya cerita jugalah in a glance, tetapi memang pilihan tetap ada di saya.

So, I’m in my IntersectioN at the moment, just by myself. Istighfar Na, istighfar…

+++++ 

Oh God, I really need to talk to you, a deep talk, hopelessly talk. I do need chat with you, I really need your guidance, your clue, please sign me something… *nerawang*
 

  

 

 

Wed 1st Nov, 2006, their career

KinerjA

Perusahaan, dimanapun, mostly mengharapkan kinerja yang maksimal dari para karyawannya. Karena buntut-buntutnya akan menghasilkan peningkatan produktivitas yang pada akhirnya dapat meningkatkan income bagi perusahaan. Jadi ketika kemarin di salah satu acara kantor kami dan salah seorang pembicara mengetengahkan masalah kinerja sebagai main topic, dan pada akhirnya menganggap bahwa kami semua disini belum menghasilkan kinerja sesuai yang diharapkan, wweeiiitttssss….!!! tiba-tiba saat itu juga saya ingin memecahkan kaca jendela yang ada di ruangan acara tersebut berlangsung.

Saya termasuk penganut faham perfectionist, jadi pada dasarnya saya sangat menjunjung tinggi kinerja yang baik. Tapi ketika saya (saya nggak tau yang lain, saya yakin mereka juga samalah) merasa telah melakukan semuanya, ulangi semuanya : dedikasi (dateng tepat waktu, bantu departemen sana sini alias serabutan, nggak pernah neko-neko), loyalitas (setia overtime nemenin boss di saat sekretaris lainnya udah ngacir pulang, karyawan lain udah pada pulang tenggo), produktif (kerja untuk beberapa (was) atasan), all out (sakit-sakit/anak sakit juga belain masuk kerja karena takut gajinya dipotong), even sacrifice (unpaid overtime, seringan nalangin duit konsumsi untuk acara2 kantor *geleng2 kepala*, and the worst : perusahaan ingkari commitment awal mrk ke saya *aarrgghh*). So, kinerja yang mana yang dimaksud ? Sementara, andaikata saya balik pertanyaannya menjadi : reward apa yang saya dapat dari perusahaan atau apa yang telah perusahaan berikan atas kinerja saya (selain gaji pastinya karena itu adalah hak saya sebagai karyawan). Is there any overtime fee (plis deh, basic banget ini mah!!)? Or any training? (toilet training??) Jamsostek juga baru saja diberikan tahun ini setelah 4 thn perusahaan berdiri-itupun dengan memotong sebagian gaji karyawan. And other undescriable stuff here…

Ketika di tempat kerja sebelum-sebelumnya saya merasa sangat diappreciate sebagai karyawan, direward dengan baik karena saya yakin kinerja saya juga baik di mata atasan (kenaikan pangkat regularly, annually raise-up salary dgn kenaikan gaji hampir 40% sementara teman lain hanya 15-20%, dapat training2, dapat jasprod/bonus/fee tambahan, ada pinjaman karyawan), tapi disini hak & kewajiban berasa jomplang, reward n’ punishmentnnya koq nggak balance, simbiosis mutualismenya asli nggak jalan.

Sayangnya saya selalu berusaha membawa sikap hardwork..hardwork n’ hardwork, always be profesional, keep thinking logically and positively, sebagai etos kerja saya, dimanapun saya bekerja. UUhhhmmmm…. tapi disini, rasa-rasanya saya harus menambahkannya lagi dengan patience dan muka badak (bingung nyari bahasa inggrisnya, "rhino face" asyik nggak yach..he..he..) sebagai tambahan etos kerja saya. Karena kalo enggak, saya bisa "gila"…..

Lately, crazy is becoming my middle name, too.

Dear GOD, I do believe only YOU could make me pass this over, only YOU will stand by me and finally help me out with your WILL.