Thu 12th Nov, 2009, Daily

J.u.a.l.a.n

Memasuki babak (cobaan) baru setelah memutuskan resign dari kantor saya beberapa waktu lalu, saya mencoba berdagang alias jualan.

Sebetulnya pada dasarnya memang saya senang jualan. Inget jaman kuliah dulu (saat SKS udah tinggal dikit dan sedang mulai nyusun thesis), saya memutuskan untuk coba2 ngajar bahasa inggris private untuk anak-anak SD. Mulailah saat itu saya coba bikin brosur sekedarnya, nulis isi brosur (dalam bahasa inggris sederhana), mengetik dan mencetaknya dengan kertas warna warni. Besoknya langsung saya sebar di komplek rumah saya dan beberapa sekolah dasar swasta di deket rumah. Alhamdulillah 3 hari kemudian ada yang merespon. Meskipun murid pertama saya saat itu hanya 5 orang di rumah (ibu) saya, tapi buat saya anugerah luar biasa, dan saat itulah saya mulai menyadari bahwa sebetulnya saya berbakat jualan. Dari mulut ke mulut akhirnya murid saya bertambah 3 orang (private di rumahnya) dan kegiatan mengajar anak-anak (kecintaan saya lainnya) bertahan sampai saya diterima bekerja seusai wisuda (kurang lebih 1 tahun).

Saat kerja di salah satu bank swasta, naluri bisnis (jualan) saya juga terus berkembang. Mulai dari yang menggunakan modal (sedikit) sendiri seperti tupperware sampai "meneruskan" hasil dagangan orang lain. Misal : penjual sprei di kantor senang sekali saya bantu tawarkan dagangannya dengan imbalan fee Rp. 5.000/sprei. Karena lokasi kerja di gedung yang terdiri dari grup perusahaan, ada aja pegawai kantor lain di satu grup/gedung yang menawarkan dagangannya, mulai dari panty, frozen food, pakaian, buku, sampe saham dalam jumlah kecil…hehehe.. dll. Walhasil saya coba tawarkan lagi ke karyawan lain, tentunya dengan menaikkan sedikit harganya. Senang rasanya kalau barang yang kita tawarkan laris manis. Dari usaha kecil ini saya sampai mempunyai account tabungan khusus, alhamdulillah.

Awalnya saya bersama sahabat SMA berencana membuat tas dari bahan/kain tradisional Indonesia. Dan kemudian berkembang juga menjual baju-baju batik dengan motif batik modern/gaul untuk dewasa dan anak-anak. Alhamdulillah berkembang cukup baik. Ada beberapa pesanan tas dan juga baju batik.

Namun karena kondisi saya saat ini yang tidak memungkinkan dan agar dapat lebih fokus, baik ke bisnis maupun mengurus suami dan anak-anak, sekarang saya lebih berkonsentrasi berjualan baju anak-anak branded sisa ekspor/FO kecil-kecilan. 

Kami memiliki stand di Pasar kaget hari Minggu di area kampus STEKPI (kalibata). Alhamdulillah hari pertama menggelar dagangan saya memperoleh omset Rp. 435.000,-. Buat orang lain mungkin sedikit, tetapi untuk kami angka sebesar itu cukup lumayan dan membuktikan bahwa barang/baju2 yang kami jual diminati oleh konsumen.Setelah itu rata2 omset baju FO saya berkisar antara 500 rb - 1,2 juta per hari (kira2 10-20 potong baju). Alhamdulillah kami sudah memiliki beberapa pelanggan tetap di lapak sederhana kami itu.

Selain di STEKPI, pada hari kerja saya juga melakukan door to door ke kantor2/perusahaan di area jakarta selatan. Dengan kualitas barang branded/sisa ekspor dan harga yang saya jual relatif murah, dalam satu hari saya dapat melakukan transaksi penjualan sampai dengan Rp. 800.000,-/ kantor, bahkan pernah mendapat Rp.1.025.000,-.Selain melakukan penjualan direct langsung, saya juga coba menjalin hubungan dengan salah satu karyawan di kantor2 tersebut dengan sistem titip jual dengan imbalan fee. Keuntungan berjualan di kantor antara lain, kepastian membayar, ibu-ibu kantor mostly "laper mata" kalau lihat baju untuk anak2, nggak pake ditawar alias money doesn’t matter (lagian emang udah murah).

Hanya saja ada beberapa kendala berjualan di kantor, antara lain:

1.  Hanya dapat dilakukan pada jam istirahat dan/atau sore menjelang pulang (jam 4an).

2. Kalau dijual pada tanggal muda (antara tgl 25-30) bisa cash basis, tetapi diluar tanggal tersebut rata2 ingin bayar pas gajian, yang tentunya menghambat perputaran modal.

3. Agak sulit memprediksi stok baju apa yang dibawa karena setiap kantor memiliki market sendiri2 (ada yang banyakan punya anak perempuan, ada yang anak laki, ada yang anaknya sudah besar2/masih kecil), sehingga pada awalnya saya masih meraba2 dan spekulasi dengan stok barang bawaan.

4. Agak sulit melakukan repeat order karena konsumen tidak akan membeli barang yang sama, bukan? Dan itu artinya saya harus pandai-pandai mencari jaring market yang baru. Atau mencari stok baru, yang agak sulit direalisasikan karena berkenaan dengan penambahan/perputaran modal.

Alhamdulillah sampai ini masih berjalan dengan lancar. Saya lebih memilih untuk memperbanyak item barang tetapi dengan quantity sedikit, dibandingkan menyetok banyak barang untuk 1 item. Omset rata-rata mencapai Rp. 10 - 15 juta/bulan. Namun kendala terberat yang saya hadapi adalah modal. Modal saya masih terbilang kecil sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Cita-cita saya ingin sekali memiliki 1 outlet kecil di pasar/ITC/mall…hehee.. Mudah-mudahan niat baik ini diridhoi Allah SWT. Amiin..

 

 

 

 

 

Wed 5th Nov, 2008, Daily, their career

I have (had) been there

Kata ini seringkali kita pakai pada saat kita (mungkin saya, tapi biar lebih rame mendingan pake "kita" ajalah ya…) pernah berada di suatu tempat/lokasi. Seperti teman saya ketika saat SMA kami ramai-ramai liburan di Bali, dia langsung memburu kaos bertuliskan "I’ve been to Bali, too".. hehehee…, saya sendiri juga beli, malahan saya beliin juga buat oleh-oleh kakak-adik saya, yang padahal jelas-jelas saat itu nggak ikutan ke bali.

Pagi ini ketika saya selesai finger print absen dan berjalan menuju ruangan kerja di lt. 2, tiba-tiba saat itu saya menyaksikan dengan seksama (halaaah..) pemandangan seluruh gedung kantor saya, mulai lantai di main lobby, menyimak lokasi2 ruangan kelas yang saya lewati dan juga ruangan kerja. Hhmmm.. tiba-tiba saya notice kalau ternyata saya sudah pernah merasakan hampir seluruh lantai di gedung ini. Rasanya saya patut mendapat piagam penghargaan karena saya dapat menyebutkan daftar panjang I’ve/I’d been there - daftar panjang ruang kerja yang saya tempati selama 3 tahun saya bekerja disini, yaitu :

# I’d been at 1st level, then to 3rd floor, go down to 2nd level, (back) to 3rd floor and finally go back down to 2nd floor…(aarrgghhh…)
Jul-Dec’05, tepatnya di ruang Dekan Keperawatan, 1 area dengan (expatriate) Nursing Dean from UTS, Australia. Hehe… Bule ini baek banget meskipun sedikit moody, she is single, vegetarian dan  sama sekali tidak berbahasa indonesia. Tapi seru jugalah.. Lalu naik ke lt. 3, as a Secretary for Vice Chancellors, about a year. Asli solo karir sekitar 6 bulan, sampe akhirnya dapet temen seruangan. Setahun berikutnya turun ke lt. 2, ketika Alhamdulillah dipromosiin jadi admin manager di BLC, seruangan dengan staf baru dari luar, need adjustment for a while, untungnya laki-laki jadi gak ribet, tapi belakangan malah akrab kayak sodara (alo yot..). Hhmm..saat itu mulai gondok karena pindah-pindahan.. *wink*. Ribet soalnya, mindah2in kompi, ngeset ulang PC, ngerapiin dokumen-dokumen yang penuh and berantakan, ribetlah pokoknya. Tapi masih rada excited karena dapet tantangan baru even kudu get melted dengan komunitas baru juga. Setahun berikutnya (back) to 3rd level.. (huuaaaa…*nangis guling2*), dapet promosi dikit tapi lebih pusing mikirin hal lainnya. Kayaknya ruangan ini emang diciptakan untuk saya, kok yaaa balik-balik lagi kesini. Even udah begging pengen tetep di lantai 2 tapi gak diapprove. Untungnya saat itu ruangannya udah dingin, meskipun jadi (agak) berantakan sepeninggal saya. Promosi kali ini rada crowded karena tambahan problem ttg masiwa plus makin gak jelasnya nasib ke depan. Nggak lama setelah itu…hehehehhee… pindah lageee…. (kali ini udah pasrah…). Balik ke 2nd floor (agaiiinn..!!?! tuh kan beneer…). Jabatan sih tetep sama, cuma dalam rangka efisiensi, jadi kudu efisiensi ruangan juga, mostly integrated di semua departemen. Kali ini kami (saya dan 3 orang rekan kerja) mendekam di satu ruangan kecil, sederetan dengan departemen non-akademik lainnya. Maksudnya juga supaya koordinasi antar departemen lebih efektif dan efisien. Saya sih accept aja, karena niat pengen fokus ngerapiin/benerin departemen ini. Tapi lagi-lagi mau gila saya dibuatnya ketika baru 2 bulan disini saya diminta untuk naik lagi ke lantai 3 dekat dengan big boss… waduuuh.. Tapi Alhamdulillah Allah denger doa saya. Akhirnya bukannya saya yang naik keatas tapi malah akhirnya mereka yang turun kebawah; mereka dan departemen lainnya yang akhirnya pada ngariung rame-rame disini… horee.. hehee..

# I had been there juga pernah saya rasain ketika awal tahun ini dapet musibah nyungsep dibawah kolong minibus kopaja (untungnya rada sisi kiri dan body belakang), sampai jatuh tengkurep dan kaki saya nggak terselamatkan alias kelindes ban belakang kopaja. Sampai mengharuskan saya bed rest total 3 minggu. Asli I had "been" there, yes over there, dibawah kolong kopaja.. heehehee… Saat itu saya beneran pasrah, pasrah kalo Izrail emang mau pick-me up….. *nerawang sambil inget2 lagi tragedi kopaja itu*. Skenario Allah hari itu beneran membuat saya makin yakin akan kuasa Allah dan sekaligus sadar betapa pentingnya asuransi jiwa/kecelakaan .. hehehe.. (Cobaa hayoo… mbak2/mas2 sales agent asuransi jiwa, silahkan datang menghampiri saya…)

# I had been there juga kadang-kadang menyangkut perasaan kita. Had been crying, had been laughing with friends. Buat saya, had been there yang terbaik yang saya rasakan adalah all these spiritual journey yang sampai saat ini masih terus menemani saya. Yes, I had been there when one day HE lightened me and gave me guidance (hidayah). And the most greatest thing is that I am still following this beautifully spiritual journey of mine.. still… (then i should change into "have been there")… doo..dooo…dooo… I love YOU because of YOU, always….

 

 

 

Thu 18th Sep, 2008, Daily, in Holy Qur'an

Rindu padaMU …

Ya Allah, rindu ini rindu padaMu…

Rindu ingin bersimpuh dihadapanMu…

Rindu yang dalam, bergetar, teramat dalam…

Karena aku hina, aku dzalim, aku lemah, ya Allah…

Ijinkan aku menemuiMu, ya Rabb… Ijinkan aku memelukMu …

Bermunajat, mengucap syukur, bertobat, merengkuh rahmatMu, menggapai ampunanMu, merangkulMu … 

Betapa banyak dosaku, betapa hinanya aku, betapa imanku naik dan turun, betapa kerdilnya aku…

Aku malu, ya Allah.. aku tidak pantas Engkau beri anugerah semua ini, tidak pantas Kau rahmati aku sedemikian ini…

Wahai Engkau Maha Pemberi, Maha Pengampun, terimalah tobatku, terimalah hajatku, ya Rabb…

Ijinkan aku menjadi pelayanMu, berkorban hanya untukMu, berjalan di jalanMu… 

Perkenankan aku menemuiMu, tunjukkan aku jalan kehadapanMu…

berkahilah aku dengan rejekiMu yang halal, rahmatilah aku agar …

agar aku bisa menumpahkan rindu ini.. mewujudkan niat ini, mimpi ini…

Perkenankan aku pergi haji, ya Rabb… MenemuiMu di al Mukkaromah…

Tunjukkanlah jalanMu… Engkaulah yang Maha Tahu yang terbaik untukku…

Ya Allah, rindu ini, rindu padaMu… rinduku untuk berhaji…

" Laa ilaaha illa anta ya muqollibal quluubi tsabbit qolbi ‘alaa diinika wa ‘alaa thoo’atika subhanaka inni kuntu minadzdzolimiin "

(Tiada Tuhan selain Allah yang membolak-balikkan hati (qalbu), maka tentukanlah (tetapkan) hati kami pada agamamu dan menjadi hambaMu yang taat. Maha Suci Engkau ya Allah, dan aku termasuk orang-orang yang aniaya (dzalim))

 

 

 

 

Fri 5th Sep, 2008, Daily, their career

Be a smart worker

Hari gini, sudah tidak zamannya lagi menjadi hard worker alias pekerja keras. Jika ingin sukses, jadilah smart worker.

Apa yang memotivasi Anda dalam bekerja? Punya mobil bagus, rumah sendiri atau membeli barang-barang yang membuat Anda tampil gaya? Apa pun itu, yang pasti untuk mencapainya Anda rela bekerja mati-matian.

Bahkan sampai lupa waktu, lupa makan dan akhirnya terperangkap dalam pekerjaan yang lama-lama mungkin tak Anda nikmati lagi. Namun, apakah kerja keras dan pengorbanan Anda sepadan dengan hasil yang didapat? Jika jawabannya tidak, berhentilah menjadi hard worker. Percuma Anda bekerja keras kalau tidak juga ada hasilnya.

Hard Worker = Tidak Efisien
Dulu, menjadi hard worker memang salah satu cara terbaik untuk mendapatkan perhatian atasan. Anda bisa mendapatkan promosi atau kenaikan jabatan (yang biasanya disertai kenaikan gaji) jika menjadi hard worker. Dengan catatan, kerja keras ini memang ada hasilnya dan bukan sekadar mencari uang lembur di kantor.

Namun, belakangan cara ini tak lagi populer. Apalagi di zaman serba hemat seperti saat ini. Menjadi hard worker yang identik dengan berada lebih lama di kantor dianggap tidak lagi efisien dan suatu pemborosan. Penambahan jam kerja, juga bisa membuat Anda dinilai tak punya manajemen kerja yang baik sehingga tak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat. Kalau begitu keadaannya, sudah waktunya Anda mengubah cara kerja.

Be Smart Worker
Daripada menghabiskan seluruh waktu di kantor tapi malah dipandang negatif, mengapa tidak mencoba lebih efisien dan bekerja lebih smart? Dan, untuk menjadi smart worker tidak susah, kok. Anda hanya perlu bekerja sambil berpikir dan berprinsip, bagaimana agar pekerjaan bisa dikerjakan lebih cepat dan lebih fleksibel.

Kalau boleh sedikit membandingkan, sebagian besar negara Eropa dan Amerika sudah menerapkan prinsip smart worker ini. Contohnya, Italia yang sudah memberlakukan jam kerja rata-rata hanya 5 jam sehari. Asyik, kan? Selain punya lebih banyak waktu untuk menikmati hidup, Anda juga punya waktu jika ingin mencari penghasilan tambahan alias side job. Nah, untuk menjadi smart worker, Anda harus punya strategi kerja. Di antaranya:

1. Anda bisa memulainya dengan mencoba memusatkan perhatian pada pekerjaan. Kurangi hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian, seperti ngobrol atau bergosip dengan rekan kerja terlalu lama (baik langsung, via telp atau sarana chatting), jauhkan katalog dan bahan bacaan pribadi dari wilayah kerja, dan lain sebagainya. Untuk hal-hal seperti itu, ada waktunya sendiri setelah jam kerja usai.

2. Hindari menunda-nunda pekerjaan dan cobalah mengerjakannya dengan sistem multitasking. Dengan cara ini, Anda bisa mengerjakan dua atau tiga tugas sekaligus sehingga bisa lebih menghemat waktu.

3. Untuk memudahkan, gunakan teknologi secara bijak. Misalnya, gunakan telepon dan internet seperlunya, apalagi jika pekerjaan Anda sedang menumpuk. Manfaatkan teknologi tersebut untuk mempercepat selesainya tugas-tugas Anda.

Dengan mengoptimalkan waktu kerja, Anda tak hanya menjadi lebih efisien tapi juga lebih produktif. Bukan mustahil dengan semakin sederhana kehidupan kerja dan semakin sedikit waktu kerja kita, semakin besar penghasilan yang kita peroleh.

(Ditulis oleh Erma Dwi Kusumastuti - dikutip dari Kompas edisi 5 Sept’08)

Tue 2nd Sep, 2008, Daily, healthy inside

Bike to work

Sudah satu minggu belakangan ini saya bersepeda ke kantor. Bermula dari acara "Festival Kemang" di sepanjang Jl. kemang raya yang saya kunjungi beberapa waktu lalu, kami (saya dan suami) tertarik dengan 1 outlet "Bike to work" (b2w). Akhirnya kami terlibat percakapan panjang lebar dengan team b2w disana. Cowok-cowok jawa itu seru-seru banget, orangnya kocak-kocak, asiklah pokoknya. Mereka juga ngerelain folding bike yang biasa mereka pake jadi sasaran percobaan kami. Mereka juga memamerkan satu halaman parkir yang disulap mendadak jadi "showroom" sepeda. Weeiiiiss… ternyata banyak modelnya, dari yang besar sampai yang kecil dengan spesifikasi yang berbeda… daaan.. jelas dengan harga yang berbeda pula *ngernyitin jidat pas tau harganya*. Oiya, kebetulan adik ipar saya juga berniat b2w, jadinya kami bertiga terlibat dalam persekongkolan b2w malam itu. Sepeda yang jadi incaran kami adalah ‘d — n’, folding bike, light banget and warnanya sooo colorful. Finally di rumah kami terlibat diskusi in bedtime. Entah terkesan dengan gerombolan cowok-cowok jawir seru itu, atau tertarik dengan warna/i sepeda d — n itu, atau tergerak hati untuk ikutan "go green" either komunitas b2w, akhirnya kita sepakat untuk gabung. Awalnya kami memutuskan suami yang duluan bersepeda. Tapi dengan berbagai pertimbangan akhirnya kami memutuskan bahwa saya yang akan mulai bersepeda.

Alasannya, kantor saya lebih deketan.. halaah. Kedua, nggak sanggup beli sepeda langsung dua…hehhee… Ketiga, bersepeda dalam konteks menyehatkan paru-paru lebih dibutuhkan oleh saya daripada suami, at least untuk saat ini… hhmmm.. no explanation for this. Keempat, gak cuma nyehatin paru-paru juga sih, intinya saya emang jarang olahraga (kalo bisa disebut olahraga saya cuma jalan kaki dari rumah ke perdatam kira2 300 mtr pp setiap hari + olahraga "lain" di tempat tidur on a regular basis… wekekekek…), jadi dengan bersepeda setiap hari selama 20 menitan / kurang lebih 3 km paling enggak saya udah memenuhi nasehat para dokter untuk menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga.

Sayangnya setelah cek sana sini, ternyata si d — n ini masih sulit dicari, lagipula harganya belum masuk budget kami. Sempat pesimis awalnya, tapi Alhamdulillah Allah kasih petunjuk bahwa ada folding bike merek lain yang lebih murah dengan kualitas sama. Jadilah fodling bike "u —- d" itu kami bawa pulang. Putih strip kuning, ditambah penambahan multi speed (standarnya hanya single speed) plus helmet. Harganya hanya 1/3 harga d — n, sebetulnya kalau suami mau bisa saja dia ambil juga. Tapi ternyata ia (dan adik ipar) saya itu sudah janjian mau siap nabung/cicil untuk (tetetuup) beli d — n.

Mulailah saya bersepeda ke kantor, nggak lewat jalur jalan raya ps.minggu/kalibata yang ramai, tapi lewat perdatam-komp.DPR yang lebih aman. Seru jugalah, enak juga ternyata. Lebih enak lagi kalau berangkat lebih pagi sekitar jam 7 karena selain udaranya lebih sejuk, belum banyak kendaraan (polusi-less) plus masih bisa liat kanan kiri/pemandangan sekitar. Liat-liat model rumah-rumah di sekitar perdatam yang bagus2, liat tukang jajanan disepanjang jalan (kalo tertarik, mampir beli buat di kantor) or sambil ngapalin tempat2 tambal ban (jaga-jaga kalo ban kempes.. hhhmm.. moga2 sih enggak), sambil nyari2 korwil b2w di daerah kalibata (sampai sekarang belum nemu-nemu). Ada aja pengalaman seru sepanjang jalan, yang didadahin sama cowok bersepeda juga (mungkin dia merasa sekomunitas, padahal saya belum sempat memakai atribut b2w…hehhee..). Sempat juga agak cemas ketika satu hari kudu pulang malam. Secara belum sempat pasang lampu sepeda. Atau lain harinya ketika hujan turun pas pulang kantor, belum sempat juga sedia jas hujan… halaahh…

Di kantor sepeda saya langsung dilipat, simpan di ruangan dekat meja kerja. Soalnya area parkir kantor saya lumayan semrawut, agak jorok and gak secure parking. Halaahh.. biarpun cuma sepeda, tapi kalo ilang diembat orang, rasanya nyesek jugalah. Lagipula, ngapain bela-belain beli folding bike kalo akhirnya nggak dilipet… heehhehee..

So, puasa ini break dulu. Takut dehidrasi. Lagian puasa kan wajib, bersepeda kan sunnah. Insya Allah nanti abis lebaran, mulai working by bike…..  

 

 

Thu 19th Jun, 2008, Daily, being mom, their career

Anything can happen

Assalamu’alaikum, hai semua…

Sinopsis story about me aja kali ya, these past 6 months…

Jan. 4 : Alhamdulillah dapet rejeki dari Allah, promosi jabatan di kantor. No comment untuk yang ini, karena berasa nggak deserved sebenernya, tapi ya gak taulah. ANYTHING CAN HAPPEN, dan saya percaya itu berkah dari Allah. Ini cuma titipan, amanah yang mesti dijaga and I should do it right on track.

Feb. 8 : Saya dapet musibah, kaki kanan saya kelindes (jelas bukan terlindas!) kopaja. Iya, kopaja, minibus ijo putih yang emang kadangkala ugal-ugalan. Yang setiap hari (unfortunately) jadi andalan saya pp kantor. Tapi hari itu, mas Kop T-57 (panggilan sayang kopaja-ku) beneran lagi musuhan, sampai-sampai perlu ngelindes kaki kanan saya yang nggak bersalah (sampai bunyi jleduk!) di terminal Blok M.

Akibatnya nggak karu-karuan :

1. Bedrest total 3 minggu, alias nggak masuk kerja (si kecil Rerel senengnya minta ampun "Asyiiik, bunda libul teluss… *halaahh..*). Sementara saya rada worried dengan kerjaan kantor, secara baru sebulan alias masih raba sana-sini.

2. 1 bulan nggak bisa turun/jalan, tiap malem nangis nahan sakit *Masya Allah, nyerinya minta ampun*.. Mungkin urat-urat di betis dan telapak kaki saya lagi pada berebutan pengen bisa "beres" lagi kayak semula, pada tega beneer nih urat-urat… hiks..hikss..

3. 1 bulan kaki dibebat, dibalur macem-macem (mulai dari yang tradisional indonesia: beras kencur, jahe, asem jawa ; tradisional cina: arak cina dikasih sohib saya; sampai obat salep modern: thrombophob gel buatan Jerman). Plus minum obat pil dokter + terapi. Kumpilt deh…

4. 1,5 bulan jalan pakai kruk, termasuk ketika 2 minggu pertama mulai ngantor lagi (saking nggak enak sama Big Boss yang udah promote saya..he..he.., nanti disangkain saya makan gaji buta lagi, padahal mah pak, beneran ini pak, sakitnya nggak kira-kira, cobain deh pak..). Untungnya payroll emang juga lagi trouble (lho, koq untung ya ?!?), artinya a bit excuse juga gitu kalo absen saya juga trouble..hehe..

5. 3 bulan jalan masih agak pincang karena masih nyeri, terutama urat tendon mungkin yang lama banget recovernya.

6. Sampai sekarang saya masih sholat duduk, belum bisa sholat dengan normal karena telapak kaki saya masih nyeri kalau ditekuk saat duduk antara 2 sujud. Nggak apa-apalah, Islam emang mudah dan nggak pernah nyusahin koq. Alhamdulillah nyawa saya masih dilindungi, Alhamdulillah banget saya masih bisa berkumpul dengan suami dan anak-anak saya. Meskipun suami sempet berkomentar: "bunda, koq ya milihnya kopaja sih nda, kenapa nggak jaguar… *hhuuuuaaaaaa !!*

Lagi-lagi, ANYTHING CAN HAPPEN, even saya udah sangat ekstra berhati-hati (udah 3 tahunan naik turun kopaja yang sama), tapi kalo emang udah "waktu"nya ya mau bilang apa. Ini semua dari Allah, emang saatnya ajalah, DIA jentikin jari and said : kun fayakuun. 

Mar. 27 : liburan ke Caldera, area peristirahatan rumah pohon di tepi Sungai Citarik Sukabumi. Hhmm… nikmatnya. Kami pergi ber-20 dengan ibu saya, kakak-adik dan keponakan2 konvoi 3 mobil. Subhanallah, bisa denger gemericik air sungai citarik sepanjang hari, bisa ngerasain desir angin langsung lewat jendela rumah pohon yang emang nggak pake border alias jendela, main arung jeram rame2 (kecuali saya karena kaki masih error), flying fox dan api unggunan. Hhmm.. feels like heaven. 

Apr. 9 : It’s my son’s 9th birthday. Nggak seperti tahun2 sebelumnya, kali ini Dafa ingin mengumpulkan teman-teman dekat sekelasnya untuk makan siang di rumah. Jadilah hari itu 10 jagoan2 cilik kelas IV makan siang, shalat dzuhur dan bermain di rumah mungil kami. Nasi, sate ayam, ayam goreng, french fries, 4 pan personal pizza dan coca cola disikat habis oleh mereka. Senengnya melihat keakraban dan kekompakan mereka. Jadi review masa kecil saya..halaahh.. Sementara si kecil Rerel asyik ngintilin kakaknya, menyelinap diantara kerumuman Dafa & teman-teman cowoknya, ikut-ikutan ketawa meski saya ragu dia ngerti atau enggak, pindah bolak balik dari kamar kakaknya ke ruang tamu, sampai juga ikutan melepas mereka pulang satu persatu menjelang ashar, tetep dengan gaya centilnya itu… :) .

Apr. 30 : It’s my — birthday. Halah, nggak usah dibahas kali, udah tuwir. Just make a wish, kali ini wish yang agak "mimpi" tapi nggak ngekhayal (beneran wish). Udah niat dan pengeeen banget, mudah-mudahan dijabah oleh Allah. ANYTHING CAN HAPPEN, right ? 

May 12 : It’s my little angel Rerel 4th birthday. Sesuai pesanan, dia mendapat beberapa stel kaos, rok/celana warna pink (no wonder!). Seperti kebiasaannya, cermin lemari pakaian di kamar kami jadi sasaran empuknya untuk berhias. Semua baju dicobanya dengan wajah sumringah, mata berbinar, hidung sedikit mengembang karena penuh nafsu… hhmmff..hhmff… Semua dimatchingin dengan asesoris koleksinya, jepit pink, bando ungu muda, gelang warna warni… hhmm.. *geleng-geleng kepala sambil senyum..* Subhanallah, Kau berikan aku anak yang begitu cantik, pintar dan centilnya minta ampun, ya Allah… Please, keep an eye for her. Dan lucunya, kira-kira 2 hari sebelum hari ulang tahunnya itu, tiba-tiba dia lari menghampiri saya dan berkata : "Bunda..bunda, aku udah bisa huruf "r" donk.. Nih ya dengerin: ti-dur, la-per.. " sambil dia memamerkan lafal "r" barunya yang beneran "r" (malah double r) dan bukan "l" seperti biasanya. Subhanallah,… ANYTHING CAN HAPPEN..

May 20 : Berenang ke The Jungle-Bogor. Nice place, terrific adventure. Enak, tapi berhubung week-end, lumayan penuh rame. Pulangnya kami mampir ke Bogor Permai membeli roti sobek coklat dan sobek keju favorit kami sekalian makan soto mie/mpek mpek dan minum es sekoteng disana.

Jun : Si Rerel daftar TK, dan Alhamdulillah langsung diterima di TK B - My First School. Selesai bayar uang pendaftaran, dia langsung mendapatkan 1 set perlengkapan sekolah (tas, shirt, lunch box dan termos air) plus 4 stel seragam TK-nya. Persis seperti saat ulang tahunnya, matanya langsung berbinar lebar… hhmm.. dan saya langsung geleng-geleng kepala ngebayangin sampai rumah nanti cermin di kamar kami lagi-lagi bakalan jadi arena eksplorasinya. Sementara si kakak Dafa 2 minggu kemarin menempuh ujian kenaikan kelasnya. Main PS tetep prioritas di sela-sela belajarnya (what a boy!), sambil juga tetep les inggris, TPA/ngaji dan ikut club basket. Nggak tau deh, mudah-mudahan Dafa masih bisa mempertahankan prestasinya seperti 3 tahun terakhir. Insya Allah, ANYTHING CAN HAPPEN.

Okay deh, that’s all from me. I’ll see u around, Insya Allah. 

 

Thu 17th Jan, 2008, Daily, and friends

Coitus Interruptus

… Percakapan panjang lebar sore ini dengan seorang sejawat senior di kantor saya …

Dimulai dengan sepotong black forest yang ditawarkannya ke saya, sambil juga saya memperhatikan layar monitor komputernya yang dipenuhi gambar transaksi valas yang menarik rasa ingin tahu saya, mengalirlah cerita masing-masing dari kami.

Percakapan pertama adalah topik tentang keluarga masing-masing:

X : "Wah Rin, thank you banget lho waktu itu udah translate-in lirik untuk laguku, bagus banget. Pas banget sama melodi yang udah aku bikin… Tiap hari aku jadi gitaran terus… *sambil ding..ding..ding.. dan tangannya memperagakan sedang main gitar* 

Y : "Iya pak sama-sama.. Oyaa..? Gitu ya, Alhamdulillah deh… Waah, asyik donk pak, nyanyi barengan anak-anak gadismu itu…? *sambil penasaran*…

X : "Nha itu dia rin, payah tuh anakku yang gede. Mosok dia protes katanya ciptaan bapaknya kuno… nadanya jadul.. Kacau deh… *sambil nyengir*…

Y : "Hahahahaa… masak sih pak.. Walaahh, anak-anak sekarang emang kritis-kritis ya pak… *ikutan nyengir*

Percakapan kedua, mulai masuk ke yang agak serius…

X : "Iya nih, udah mulai bingung mau ke kantor gimana. Kalo tadi pak ——– (salah satu manager di kantor saya) ditelpon Pimpinan untuk meeting tapi nggak bisa masuk kantor karena lagi nyari ongkos untuk besok, aku sih udah bingung mikirin ongkos dua hari yang lalu nih Rin…" *sighs*

Y : "Iya ya pak, aku juga nggak tega liat temen2 disini, terutama yang kepala keluarga…Alhamdulillah rumahku deket, tapi ya tetep perlu ongkos juga kan pak…  *sambil empati melempar senyum* 

X : "Untung aja ada temen sekomplek yang ngantor di daerah Kemang, jadi udah hampir seminggu ini aku nebeng dia… Pulang pergi ke Bekasi…" *speechles*

Y : "Alhamdulillah deh pak, mudah-mudahan aja getting better … *speechless, more*

Percakapan selanjutnya, .. getting more serious…

X : "HHmm.. jadi, kalo kamu analogin keadaan kita sekarang kayak apa tuh Rin ?

Y : "Kayak Titanic pak, yang udah nabrak gunung es…. Kalo pendapatku malahan nabraknya mah udah dari bulan September lalu tuh pak.. But now, all the decision’s made is too late. It’s absolutely too late. Yaaa, sekarang mulut kapalnya udah nyungsep, nyebur ke laut.. jluk…jluk…jluk.. Tinggal nunggu nyemplung semua deh tuh pak, nyebuuur rame-rame… byuuurr…. *nyengiiir … kecuuut..*

X : "Huehaheehee… *mesam mesem, kecut juga*…

Y : Lalu saya balik nanya, "Kalo bapak gimana donk pak ?

X : "Hehehee… cuma ada dua kata yang paling pas nih Rin buat kita sekarang disini…. COITUS INTERRUPTUS ..!!!

Y : "Huahhaahhahahahhaaaa….. *ngakak sejadi-jadinya..* asli ngakak, sampe keluar air mata (parah deh…), sampe lupa nutup mulut (ya iyalah, ngakak kan emang nggak nutup mulut), sampe lupa bahwa sesuai syariat Islam wanita itu nggak boleh ketawa ngakak (Astaghfirullahal adzhim, maafin tingkah laku saya yang sudah menyalahi aturanmu ya Allah….) Tapi beneran, saya asli nggak bisa nahan ketawa ngakak, soalnya saya nggak nyangka bahwa dua kata itu yang akan keluar dari mulutnya… Lalu saya sambung lagi: "Koq gitu pak..? *sambil ngapus air mata, sambil cengengesan, udah predict jawabannya sih, cuma tetep aja penasaran…*

X : "Lho, ya iyalaah rin. Gimana nggak coitus interruptus, habisnya semua-semuanya tuh serba digantung, serba plin plan.. Kalo ibarat gamelan, bukannya buru-buru digong, eehh.. malah masih sibuk nabuh bonang, kendang, gender….dung..dang..dung..dang… Kapan nge-gongnya ??!? Lha kan jadi kayak sanggama keputus kan Rin, incrit-incrit… nggak orgasme-orgasme….!!! *sambil nyengir ngaco….* Gimana nggak pusing coba…!! *sementara saya jadi stay senyum, tapi tetep lebaar, nggak bisa mingkem-mingkem*… Dan emang disini kan anak-anak semua pada pusingnya kayak coitus interruptus itu Rin.. pusing yang paling nggak uenaakk… *masih cengengesan*

Y : "Aduuhh…aduuh.. udah deh pak, cukup.. cukup deh pak.. Aku gak tahan lagi nih, wwaahhh.. parah deh….Besok kita sambung lagi ya, pak.. *masih berusaha menahan ketawa ngakak, sambil megangin perut*… dan akhirnya saya pamit pulang… balik ke ruangan…

Hhhhmmmmffff….. Heheheheheee…. bener juga yaaa. Analog eyang satu ini rasanya lebih riil dan pas dengan keadaan yang sedang terjadi disini. Mumet, njelimet, kayak si coitus interruptus itu tadi…..

Jadilah si Tus (panggilannya coitus interruptus) ini menginspirasi saya nulis blog sore ini….. *mesam mesem, sambil ngebayangin temen saya itu ketika mencetuskan dua kata ini… Halaahh.. eyang… eyang… 

 

Wed 10th Oct, 2007, Daily

Speechless …

* Campur aduk … *

Pengen posting tapi nggak tau mau ngomong apa (sebenernya tau sih tapi nggak tau harus mulai dari mana, dan berakhir dimana, karena… ya karena campur aduk itu tadi) *crying*

Berasa sangat sedih, melihat keadaan di sekeliling sini. Di moment yang seharusnya kita semua sambut gembira, beberapa wajah muram bertebaran disana sini. Terutama bagi mereka, para kepala keluarga yag menggantungkan nasib keringatnya, mempertaruhkan garis rejekinya disini… *keep crying…*

Alhamdulillah saya memperoleh nikmat Allah lewat suami. Ya Allah, tiada habisnya nikmat yang Engkau berikan kepadaku, Alhamdulillah *deeply crying*. Andaikata rejeki yang aku terima ini bisa memberikan kenikmatan juga kepada orang lain, kepada saudara-saudaraku, ingin rasanya aku bisa memberikan semua yang kumiliki kepada mereka semua. Biar mereka semua bahagia, biar keluarga mereka bahagia dan tersenyum, biar kami semua bisa tersenyum bahagia…  *hopelessly crying*

Ya Allah ya Rabbi, mudahkanlah jalan kami, berkahilah kami, jadikan kami semua menjadi hamba-hambaMu yang selalu bersyukur, ikhlas dan ridho berjalan menikmati segala cobaan dan anugerah yang Engkau berikan. Amin… *smile*   

Fri 21st Sep, 2007, Daily

Happy birthday, dear abang …

Dear: ayah

Met ulang tahun ya yah. Semoga panjang umur, murah rejeki dan sayang sama keluarga.

dari: farhan andafa (kakak)

* Sebaris tulisan tangan anak sulung saya diatas kertas kecil yang dilipat-lipat nggak karuan, terus diselotip pula..halaah… dan dibungkus dengan amplop buatannya dari karton manila warna biru. 

Untuk ayah,

Selamat ulang tahun ayah. Moga-moga ayah panjang umur, tambah sukses kerjanya dan murah rejeki.

dari : adik Rerel

* Sebaris tulisan juga dari anak sulung saya (karena si Rerel belum bisa menulis), yang ia tulis diatas kertas kuning, dilipat-lipat nggak jelas juga seperti yang pertama, dengan kata-kata yang hampir sama pula..he..he..

***** 

Today is your birthday. As we were having early sahur right at 12 pm with our 2 kids, I did realize that you’re the most incredible man I have ever knew. I know you’re not perfect, there are still few things of you which sometimes bother me, but still you’re the best ever. Your patience, your gentle caring, your openness and your billion love has fulfilled us day by day.

Do you know what I like most from you ? When you lead us in doing sholat as Imam. I truly adore you for that. Your endless joke and flirting always make me feel so special… *grin*. Never mention the "tahak", "kentut" and overtime sleeping that are sooo you, bang…hihii…. Those all masculin side of you make me never stop falling in love with you.

The most favourite time for me is while you were sleeping. Sometimes at night I sit on our bed just to see you fall asleep, and starring at your face, deeply. You look so tired. You’re getting older, too. With your crinckle face and your hair now becoming a bit grey - combination of black and a few white. Hhmmmff.. you must be tired. Conquering the day, facing problems at work, facing problems at home, facing me, facing our kids… 

***** 

Happy birthday, dear abang (used to happy birthday oos..) 

I wish all the best for you, honey. The best for all. I believe that you realize how Allah has given you (us) sooo many gifts, beautiful gifts. Our kids (don’t mention me..he..hee), our marriage, your parents, your job, your health, your eyes, ears, mouth, teeth, hands, feet, legs, blood, brain, heart, lunk, collon, kidneys, You can breath, see, smell, hear, walk, hold, kiss, eat, drink, think, …. Subhanallah… There’s too many, right ? There’s too many, bang. But why sometimes we just ignore Him, we forget Him, we do not obey His command ..? Let’s start it bang. I’ll never get bored reminding you bang, never bored either to sample you and pray for you.

I always pray for you, bang. I always pray for you.  Happy birthday, dear abang :)

 

Wed 19th Sep, 2007, Daily, in Holy Qur'an

Trend Setter

[ Ala KD ]

Trend setter mode lokal menurut pendapat saya beberapa waktu lalu adalah KD alias Krisdayanti. Lihatlah gaya berpakaian KD yang cantik, glamour dan elegant. Makeup/hairdo/alis/wignya juga menginspirasi sekian banyak wanita dan artis Indonesia. Banyak penata rias dan produk kosmetik yang rela bayar mahal untuk meng"obrak-abrik" muka manisnya. Kalau untuk luar negeri, mungkin kebanyakan anak-anak muda sekarang (berasa pinisepuh…halaah..) mungkin mengidolakan style Britney Spears atau JLo, baju setali, minim, pusarless..hihi.. Otree jugalah… Tapi kalau saya pribadi, saya sangat mengidolakan Michelle Pffeifer. She’s just perfect, adorable. Soo gorgeous, simple but always looks sexy and classy. Mau dandan or enggak, mau dress up kayak apa juga teteeup cantik. Film-filmnya juga jadi favorit saya. Satu lagi idola saya adalah Meg Ryan. She’s so cute with her casual masculin style. Khusus 2 orang perempuan cantik yang saya sebut terakhir ini, sori banget kalau ada yang nggak kenal mereka, mungkin nggak seangkatan, maklum deh nih udah masuk kategori tuwir, nggak mudir lagi.. *grin*

[ Ala Riza ]

Ketika saya bekerja di perusahaan yang lama, ada seorang rekan kerja wanita satu divisi yang selalu menjadi trend setter kami. Namanya Riza (hai Za, dimana ya kamu sekarang ?), putih, cantik, tinggi proporsional, selalu wangi, asal Minang, sangat supel dan baiknya luar biasa. Saat itu rambut highlight belum menjamur seperti sekarang. Dan ketika satu hari rambut si Riza ini dihighlight, minggu berikutnya beberapa teman mengikuti warna rambutnya yang burgundy/chestnut (meskipun ada juga yang gatot alias gagal total karena ternyata kulit sawo matangnya nggak cocok dengan warna rambut ini, malah jadi kayak bule kesasar…*grin*). Blazer-blazernya yang bagus dengan motif bahan berkualitas prima juga ikut membuat kami ngileer.. ngencess.. Secara kami pasukan account officer dituntut untuk selalu tampil oke namun tidak mendapatkan jatah seragam seperti rekan lainnya di front office. Yang repotnya, kebetulan orangtua Riza ini sangat sejahtera dan mumpuni alias tajir (ayahnya Dirut salah satu bank swasta) dan ia memegang kartu kredit suplemen ayahnya. Jadi saat kami ramai-ramai belanja blazer, ia dengan santainya memilih beberapa potong bahan stelan blazer yang relatif mahal dan membayarnya di kasir dengan wajah sumringah. Sementara kami yang lainnya hanya bisa mengambil 1-2 potong bahan, membayarnya juga di kasir, tapi dengan wajah sedikit merana..he..he.. karena langsung terbayang tagihan bulan depan yang agak bengkak, secara gaji AO yang nggak seberapa.. tapi tteeup pengen gaya. Walhasil jadilah majalah mode luar negeri dan tukang jahit langganan Riza menjadi langganan kami juga. Urusan sepatu juga nggak ketinggalan. Ia juga yang memperkenalkan kami dengan salah satu merek sepatu ternama dan model sepatu yang agak aneh tapi ternyata sangat bagus dan nyaman dipakai. Plus stocking abu-abu untuk sepatu hitam dan warna kulit untuk sepatu beige/coklat. Lucunya, make-over kami ini mendapatkan pujian dari kaum wanita di divisi lain dan akhirnya menginspirasi mereka juga untuk melakukan hal yang sama… *geleng-geleng kepala*. Masih suka geleng-geleng kepala juga kalau lagi inget kelakuan jadul, narsis-kompak-ancur… Masya Allah… Tapi seru jugalah, nostalgila 10 tahun lalu …

[ Ala Rina ]

Itu dulu, it was. Sekarang ?? HHeee… Hhhhmmmm …..  

Beberapa waktu lalu saya adalah seperti definisi dibawah ini:

a. Stelan blazer celana panjang pipa atau rok selutut A-line ;
b. Sepatu 5 cm heels.. Ada fantovel, ada yang flat heels, ada yang tali, macem-macem. Kalo pas pake rok pasti berstocking ria.. halahh.. ;
c. Blow dry rambut setiap pagi, ulangi : s-e-t-i-a-p  pa-gi ….hihi..nnguuiiinngg …ngguiiing ..!!
d. Make-up lengkap standard : pelembab, bedak compact + foundation, eye shadow pink, blush on pink, lip liner, lipstick+lipgloss warna senada dengan baju .. hhayyaahh.. standard apa standard tuh ?? ;

Kesimpulan: karena kebiasaan aja kali ya, tampil prima udah attach ke saya. Nggak tau kenapa tapi efeknya bisa mencharge energi saya untuk mulai bekerja pada hari itu. Buat saya penting juga untuk mengubah mood, he..he.. Profesi sekretaris juga mungkin berpengaruh karena saya pikir saya juga harus bisa mewakili citra boss. Prinsipnya cuma dua : rapi & sopan.

***** 

Saya kini:

a. Sangat merasa nyaman dengan blus katun lengan panjang produk tanah abang, sesekali juga masih suka juga pakai blazer, biasanya dipadu dengan celana panjang ;
b. Jilbab panjang menutupi dada, biasanya sih yang polos-polos aja warna netral ;
c. Sekarang lagi tertarik untuk pakai rok panjang A line bahan linen dengan motif aplikasi lucu-lucu. Alhamdulillah, banyak temen kantor yang tertarik dengan koleksi rok saya ini, jadinya sekalian aja saya tawarin alias jualan..hehe.. boleh donk sambil dagang, sambil syiar. Rasulullah juga gitu kan, dagang juga, dakwah juga … *He’s my trend setter now* Senang juga saya bisa nularin teman-teman untuk pakai rok, ngikuti kodratnya perempuan…cciiee.. ;
d. Sepatu ? Psstt… jangan bilang-bilang ya, sekarang saya senang dan merasa nyaman banget pakai sandal teplek, he..he.. Beneran.. selama di kantor/ruangan cuma pakai sandal teplek, biasanya saya padu dengan stocking warna kulit. Sepatu high heel saya hanya tersisa 2 pasang, 1 saya simpan di kantor untuk emergency kalau-kalau ada panggilan dari big boss atau meeting. Sepatu high heels lainnya sudah saya wariskan ke adik saya ;
e. Make-up ? Sejak dari rumah sampai pulang kantor, muka saya cuma pakai pelembab. Boro-boro eye shadow, bedak aja enggak. Palingan sesekali lipstik tipis atau lipgloss karena bibir saya kadang terasa kering. Pelembab wajiblah karena kulit saya sudah makin tuwir dan kering, lagian perlu suncreen protectornya juga supaya nggak kena UV. Setiap habis sholat juga cukup pake pelembab aja, nggak bedakan juga… Padahal dulu mah..he..he.. make-up kumplit lagi lho dari ulang. Bukannya nggak ingin tampil cantik sih, cuma aja saya ingin wudhu saya bisa lebih sempurna masuk. Lagipula sekarang saya bukan sekretaris lagi, punya bos tapi nggak big boss gitulah. Jadi kalau sekarang tampil sederhana juga enggak apalah, dan rasanya udah lebih dari cukup untuk saya.

*****

Alhamdulillah… I feel so relieve, so happy, so comfort becoming like this. Sayangnya saya masih jadi follower. Tapi Alhamdulillah trend setter saya dikit-dikit udah mulai bergeser. Trend setter mode saya kini adalah Aisyah dan Khadijah isteri Nabi. Trend setter perilaku hidup saya adalah Rasulullah. Ingin sekali bisa selalu mengikuti setiap ajarannya, perilakunya, senyumnya, amalannya. Insya Allah.

Planning saya kedepan ingin sekali bisa jadi trend setter, nggak cuma follower. Saya nggak tau apakah sekarang saya sudah jadi trend setter atau belum. Tapi kalau  belakangan ini saya berhasil menarik minat kurang lebih 15 orang teman wanita untuk memakai rok ala saya, hehe.. rasanya lumayan bisa dibilang trend setter juga kali ya… halaahh.. Dan kalau seorang teman belakangan suka curhat ke saya menyampaikan ketertarikannya untuk berhijab, rasanya juga nggak ge-er donk kalau saya dicap sebagai calon trend setter masa depan..he.he.. *wink*

Insya Allah, inginnya sih bisa juga mengajak teman-teman semua untuk beramai-ramai menutup aurat mereka dengan hijab sesuai dengan perintah Allah didalam Al-Qur’an. Ingin bisa mengajak juga adik saya, saudara saya, sahabat-sahabat saya lainnya juga untuk berjilbab. Alhamdulillah, di bulan ramadhan ini ada 2 orang teman kalangan non-akademik disini yang memakai jilbab. Mudah-mudahan kita bisa istiqomah. Doa saya semoga yang lainnya bisa segera mendapat hidayah juga dari Allah dan menyusul secepatnya. Amiin..

Enak lho pakai hijab, cobain deh… Salam :)