I have (had) been there
Kata ini seringkali kita pakai pada saat kita (mungkin saya, tapi biar lebih rame mendingan pake "kita" ajalah ya…) pernah berada di suatu tempat/lokasi. Seperti teman saya ketika saat SMA kami ramai-ramai liburan di Bali, dia langsung memburu kaos bertuliskan "I’ve been to Bali, too".. hehehee…, saya sendiri juga beli, malahan saya beliin juga buat oleh-oleh kakak-adik saya, yang padahal jelas-jelas saat itu nggak ikutan ke bali.
Pagi ini ketika saya selesai finger print absen dan berjalan menuju ruangan kerja di lt. 2, tiba-tiba saat itu saya menyaksikan dengan seksama (halaaah..) pemandangan seluruh gedung kantor saya, mulai lantai di main lobby, menyimak lokasi2 ruangan kelas yang saya lewati dan juga ruangan kerja. Hhmmm.. tiba-tiba saya notice kalau ternyata saya sudah pernah merasakan hampir seluruh lantai di gedung ini. Rasanya saya patut mendapat piagam penghargaan karena saya dapat menyebutkan daftar panjang I’ve/I’d been there - daftar panjang ruang kerja yang saya tempati selama 3 tahun saya bekerja disini, yaitu :
# I’d been at 1st level, then to 3rd floor, go down to 2nd level, (back) to 3rd floor and finally go back down to 2nd floor…(aarrgghhh…)
Jul-Dec’05, tepatnya di ruang Dekan Keperawatan, 1 area dengan (expatriate) Nursing Dean from UTS, Australia. Hehe… Bule ini baek banget meskipun sedikit moody, she is single, vegetarian dan sama sekali tidak berbahasa indonesia. Tapi seru jugalah.. Lalu naik ke lt. 3, as a Secretary for Vice Chancellors, about a year. Asli solo karir sekitar 6 bulan, sampe akhirnya dapet temen seruangan. Setahun berikutnya turun ke lt. 2, ketika Alhamdulillah dipromosiin jadi admin manager di BLC, seruangan dengan staf baru dari luar, need adjustment for a while, untungnya laki-laki jadi gak ribet, tapi belakangan malah akrab kayak sodara (alo yot..). Hhmm..saat itu mulai gondok karena pindah-pindahan.. *wink*. Ribet soalnya, mindah2in kompi, ngeset ulang PC, ngerapiin dokumen-dokumen yang penuh and berantakan, ribetlah pokoknya. Tapi masih rada excited karena dapet tantangan baru even kudu get melted dengan komunitas baru juga. Setahun berikutnya (back) to 3rd level.. (huuaaaa…*nangis guling2*), dapet promosi dikit tapi lebih pusing mikirin hal lainnya. Kayaknya ruangan ini emang diciptakan untuk saya, kok yaaa balik-balik lagi kesini. Even udah begging pengen tetep di lantai 2 tapi gak diapprove. Untungnya saat itu ruangannya udah dingin, meskipun jadi (agak) berantakan sepeninggal saya. Promosi kali ini rada crowded karena tambahan problem ttg masiwa plus makin gak jelasnya nasib ke depan. Nggak lama setelah itu…hehehehhee… pindah lageee…. (kali ini udah pasrah…). Balik ke 2nd floor (agaiiinn..!!?! tuh kan beneer…). Jabatan sih tetep sama, cuma dalam rangka efisiensi, jadi kudu efisiensi ruangan juga, mostly integrated di semua departemen. Kali ini kami (saya dan 3 orang rekan kerja) mendekam di satu ruangan kecil, sederetan dengan departemen non-akademik lainnya. Maksudnya juga supaya koordinasi antar departemen lebih efektif dan efisien. Saya sih accept aja, karena niat pengen fokus ngerapiin/benerin departemen ini. Tapi lagi-lagi mau gila saya dibuatnya ketika baru 2 bulan disini saya diminta untuk naik lagi ke lantai 3 dekat dengan big boss… waduuuh.. Tapi Alhamdulillah Allah denger doa saya. Akhirnya bukannya saya yang naik keatas tapi malah akhirnya mereka yang turun kebawah; mereka dan departemen lainnya yang akhirnya pada ngariung rame-rame disini… horee.. hehee..
# I had been there juga pernah saya rasain ketika awal tahun ini dapet musibah nyungsep dibawah kolong minibus kopaja (untungnya rada sisi kiri dan body belakang), sampai jatuh tengkurep dan kaki saya nggak terselamatkan alias kelindes ban belakang kopaja. Sampai mengharuskan saya bed rest total 3 minggu. Asli I had "been" there, yes over there, dibawah kolong kopaja.. heehehee… Saat itu saya beneran pasrah, pasrah kalo Izrail emang mau pick-me up….. *nerawang sambil inget2 lagi tragedi kopaja itu*. Skenario Allah hari itu beneran membuat saya makin yakin akan kuasa Allah dan sekaligus sadar betapa pentingnya asuransi jiwa/kecelakaan .. hehehe.. (Cobaa hayoo… mbak2/mas2 sales agent asuransi jiwa, silahkan datang menghampiri saya…)
# I had been there juga kadang-kadang menyangkut perasaan kita. Had been crying, had been laughing with friends. Buat saya, had been there yang terbaik yang saya rasakan adalah all these spiritual journey yang sampai saat ini masih terus menemani saya. Yes, I had been there when one day HE lightened me and gave me guidance (hidayah). And the most greatest thing is that I am still following this beautifully spiritual journey of mine.. still… (then i should change into "have been there")… doo..dooo…dooo… I love YOU because of YOU, always….