Bike to work
Sudah satu minggu belakangan ini saya bersepeda ke kantor. Bermula dari acara "Festival Kemang" di sepanjang Jl. kemang raya yang saya kunjungi beberapa waktu lalu, kami (saya dan suami) tertarik dengan 1 outlet "Bike to work" (b2w). Akhirnya kami terlibat percakapan panjang lebar dengan team b2w disana. Cowok-cowok jawa itu seru-seru banget, orangnya kocak-kocak, asiklah pokoknya. Mereka juga ngerelain folding bike yang biasa mereka pake jadi sasaran percobaan kami. Mereka juga memamerkan satu halaman parkir yang disulap mendadak jadi "showroom" sepeda. Weeiiiiss… ternyata banyak modelnya, dari yang besar sampai yang kecil dengan spesifikasi yang berbeda… daaan.. jelas dengan harga yang berbeda pula *ngernyitin jidat pas tau harganya*. Oiya, kebetulan adik ipar saya juga berniat b2w, jadinya kami bertiga terlibat dalam persekongkolan b2w malam itu. Sepeda yang jadi incaran kami adalah ‘d — n’, folding bike, light banget and warnanya sooo colorful. Finally di rumah kami terlibat diskusi in bedtime. Entah terkesan dengan gerombolan cowok-cowok jawir seru itu, atau tertarik dengan warna/i sepeda d — n itu, atau tergerak hati untuk ikutan "go green" either komunitas b2w, akhirnya kita sepakat untuk gabung. Awalnya kami memutuskan suami yang duluan bersepeda. Tapi dengan berbagai pertimbangan akhirnya kami memutuskan bahwa saya yang akan mulai bersepeda.
Alasannya, kantor saya lebih deketan.. halaah. Kedua, nggak sanggup beli sepeda langsung dua…hehhee… Ketiga, bersepeda dalam konteks menyehatkan paru-paru lebih dibutuhkan oleh saya daripada suami, at least untuk saat ini… hhmmm.. no explanation for this. Keempat, gak cuma nyehatin paru-paru juga sih, intinya saya emang jarang olahraga (kalo bisa disebut olahraga saya cuma jalan kaki dari rumah ke perdatam kira2 300 mtr pp setiap hari + olahraga "lain" di tempat tidur on a regular basis… wekekekek…), jadi dengan bersepeda setiap hari selama 20 menitan / kurang lebih 3 km paling enggak saya udah memenuhi nasehat para dokter untuk menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga.
Sayangnya setelah cek sana sini, ternyata si d — n ini masih sulit dicari, lagipula harganya belum masuk budget kami. Sempat pesimis awalnya, tapi Alhamdulillah Allah kasih petunjuk bahwa ada folding bike merek lain yang lebih murah dengan kualitas sama. Jadilah fodling bike "u —- d" itu kami bawa pulang. Putih strip kuning, ditambah penambahan multi speed (standarnya hanya single speed) plus helmet. Harganya hanya 1/3 harga d — n, sebetulnya kalau suami mau bisa saja dia ambil juga. Tapi ternyata ia (dan adik ipar) saya itu sudah janjian mau siap nabung/cicil untuk (tetetuup) beli d — n.
Mulailah saya bersepeda ke kantor, nggak lewat jalur jalan raya ps.minggu/kalibata yang ramai, tapi lewat perdatam-komp.DPR yang lebih aman. Seru jugalah, enak juga ternyata. Lebih enak lagi kalau berangkat lebih pagi sekitar jam 7 karena selain udaranya lebih sejuk, belum banyak kendaraan (polusi-less) plus masih bisa liat kanan kiri/pemandangan sekitar. Liat-liat model rumah-rumah di sekitar perdatam yang bagus2, liat tukang jajanan disepanjang jalan (kalo tertarik, mampir beli buat di kantor) or sambil ngapalin tempat2 tambal ban (jaga-jaga kalo ban kempes.. hhhmm.. moga2 sih enggak), sambil nyari2 korwil b2w di daerah kalibata (sampai sekarang belum nemu-nemu). Ada aja pengalaman seru sepanjang jalan, yang didadahin sama cowok bersepeda juga (mungkin dia merasa sekomunitas, padahal saya belum sempat memakai atribut b2w…hehhee..). Sempat juga agak cemas ketika satu hari kudu pulang malam. Secara belum sempat pasang lampu sepeda. Atau lain harinya ketika hujan turun pas pulang kantor, belum sempat juga sedia jas hujan… halaahh…
Di kantor sepeda saya langsung dilipat, simpan di ruangan dekat meja kerja. Soalnya area parkir kantor saya lumayan semrawut, agak jorok and gak secure parking. Halaahh.. biarpun cuma sepeda, tapi kalo ilang diembat orang, rasanya nyesek jugalah. Lagipula, ngapain bela-belain beli folding bike kalo akhirnya nggak dilipet… heehhehee..
So, puasa ini break dulu. Takut dehidrasi. Lagian puasa kan wajib, bersepeda kan sunnah. Insya Allah nanti abis lebaran, mulai working by bike…..
hoalah… ternyata ibu ini akhirnya ikutan b2w juga
kok gak pernah ktemu ya. salut bu… jangan lupa tuh paha ma kaki digosokin paremkocok hehe…
Comment by ary — September 21, 2008 @ 12:53 pm