Penganten Sunat :)
Musim liburan identik dengan musim sunatan. Kalau biasanya anak-anak lain ataupun saudara/keponakan saya yang disunat, tahun ini giliran anak saya Dafa yang jadi penganten sunatnya.
Kronologis sunat (bahasa bakunya: khitan) Dafa sebagai berikut:
Day I : Jum’at 6 July
08.00 - mobil kami meluncur ke rumah ibu saya di Jatiasih, Bekasi Barat untuk selanjutnya langsung masuk tol Cipularang menuju ke Bandung. Didalamnya berisi keluarga kami (suami, saya, Dafa & Rerel anak kami), ibu saya dan ibu saya satu lagi. Jam 10.30 kami tiba di Bandung, menuju ke tempat kos adik saya di daerah Tubagus Ismail (Dago). Selesai sholat jum’at kami langsung hunting hotel di daerah Dago juga, Karmila Dago namanya. Istirahat sebentar di hotel, malamnya kami sempatkan jalan-jalan ke Ciwalk dan Paris Van Java (yang terakhir ini beneran tempat hang out yang asyiik). Sampai jam 10 baru kami tiba lagi di hotel, Dafa masih meneruskan main PS sampai jam 12, meskipun sudah saya ingatkan bahwa besok ia harus bangun pagi2.
Day 2 : Sabtu, 7 July
- Saatnya pengkebirian… he..he.. Jam 3 Dafa sudah dibangunkan, dan menuju ke Klinik Paramedika di Jl. Soekarno Hatta. Subhanallah, parkiran mobil sudah berjejer sepanjang 500 meter. Klinik ini memang katanya sudah terkenal sampe ke Jakarta (makanya sampai-sampai saya ikutan jadi konsumennya), tapi saya nggak menyangka akan seramai itu, di pagi buta seperti itu pulaaa.. alamaaak… Setelah membayar dan daftar ulang, masuklah 8 jagoan-jagoan cilik itu ke dalam kamar, tanpa didampingin oleh seorangpun orang tuanya. Di liar kami, para orangtua bertingkah macam, ada yang mules2, ada yang komat-kamit berdoa, ada yang bercanda-canda (padahal dalam hati pasti dag-dig-dug juga tuh..!). Saya masuk kategori yang ketiga karena disamping saya tahu sejak awal Dafa mau sunat karena keinginannya sendiri dan juga karena memang nggak ada yang perlu dikhawatirkan soal sunatlah. It’s just an ordinary thing, and there are so many boys out there have passed it, nicely.
Ketika namanya diumumkan keluar lewat Pintu 2, dan akhirnya ia muncul berjalan keluar dengan senyum dikulum, pheeww.. Alhamdulillah. Langsung saja saya peluk dia dan nggak sadar airmata saya menetes juga, karena bahagia… Bahagia karena do’a saya terkabul, bahagia karena ia memang anak yang nggak pernah rewel/mengeluh, bahagia karena sebentar lagi, tanpa saya sadari, anak saya akan beranjak remaja.
Sabtu-Minggu saya berusaha rawat dia dengan hati-hati, menyuapinya, memberi obat tetes, membantunya buang air kecil dengan underwear "khusus" dari klinik itu. Dia juga amat patuh dan sama sekali nggak rewel. Dia juga tidak minta macam-macam sebagai hadiah sunatnya, hanya minta dibelikan kaset PS Fantastic Four yang terbaru (air mata saya menetes lagi…). Dia asyik main PS, baca buku & komik kesukaannya, bermain kartu remi, dan sesekali main dengan adiknya (tapi harus ekstra jaga ketat si Rerel karena takut dia lompat2an dan jatuh menimpa kakaknya). Dan akhirnya tadi malam, kami berdua pergi nonton film Transformer di Holywood KC… He..he.. Soalnya saya kasian liat dia hanya beraktivitas di kamar, sesekali ke ruang keluarga, balik lagi kedalam kamar. Dan malamnya saya berhasil merayunya ke bioskop, filmnya juga seru, kami makan popocorn dan hoka-hoka bento, sempat juga main sega rally disana.
Hhhmmmff… senangnya saya telah berhasil menemaninya melewati fase selanjutnya dalam kehidupan anak saya. Sekarang Dafa tinggal recovery aja (buka pembalut) dan Insya Allah setelah itu dia bisa aktif seperti sedia kala. Alhamdulillah…