Tue 30th Jan, 2007, in Holy Qur'an, their career

Finally … [ sequel of “Intersection” ]

Hanya beberapa saat berikutnya Alhamdulillah saya telah menemukan ikhlasnya. Secara setelah mencoba berdiskusi dengan Big Boss  ternyata dia mengatakan bahwa being ——– is not only the suitable choice for my new position *halaahh.. kocak juga nih* dan juga merefer hasil test saya saat ini yang belum memungkinkan, akhirnya dengan berbagai pertimbangan kami memutuskan satu jabatan baru untuk saya. Akhirnya plonk hati saya, dan mulai bisa grin lagi…

Hhmmmff.. meskipun sebelumnya lingkungan baru ini belum pernah saya "jamah" sama sekali, and it’s not even my social life..he..he.. Tetapi saya yakin, saya dan mereka akan dapat bekerjasama secara sinergi dan melebur menjadi satu. Insya Allah. *jujur : blank beneran sama situasi & kerjaan berikutnya disana*. Tambahan lagi calon bawahan saya *ceilee.. gaya..!* asalnya juga bukan dari tempat baru ini, tapi dari luar BNWN.. halaahh… bakalan sama-sama ‘ngeraba’ lah jadinya…  Tapi oke juga, justru disitu letak challengenya..

***** 

I should be thankful to you, Bro.. Meskipun kemarin kita sempet selisih pendapat, karena seolah2 kemarin itu you gave me no choice padahal ternyata enggak. Tapi akhirnya aku sadar bahwa tanpa bantuan kamu and juga Bode (Boss Gede), aku nggak mungkin akan sampai pada posisi ini. Even sampe sekarang aku masih nggak yakin apakah aku bisa (Bismillah aja), even sometimes I still put you as a psycic (karena dengan sok teunya pake mention ke bos kalo aku bisa jadi —– inglis yang bagus and bakalan lulus tes) and also a superman (karena emang suka sok superman yang nggak butuh bantuan dari siapa2, padahal udah jelas2 palugada kayak gitu kan.. halahh..) …  But now I realize that you are also a warm and beloved co-worker… he..he..*boleh GEER dikitlah*.

***** 

A lot of finally then : 

* Finally, I got promoted.. cihuuy!!.

* Finally, gaji juga naiklah, sedikiiit.. *ngileer* (setelah dipikir2, mau naikin gaji saya aja, koq sampe repot2 naikin jabatan kayak gini ya. Ya udah, dinaikin aja kenapa, nggak usah pake mikir dua kali..he..he.. Masalahnya memang disini nggak ada rumusan annualy raise-up salary spt di tempat lain/kantor lama saya, yang tiap awal tahun automatically raise-up 10%-20%/adjusment gaji ngikutin inflasi..).

* Finally, akhirnya saya ngerasain juga ‘ngebase gawe’ di Lantai 2 (setelah sebelumnya menjelajah di Lantai 1 dan lantai 3) sehingga bisa nambah kenalan makhluk disana, baik makhluk hidup beneran maupun makhlus2 halus lainnya yang memang banyak beredar di gedung kantor kami ini…he..he…

* Finally, saya punya anak buah.. halaaah…*norak mode on*.

* Finally, another challenge, another (more) responsibilities…*feel clueless*

** And… Finally, you sign me, God. Alhamdulillah, I really thank You, coz You’re the One who makes all these coming through… *with a huge ikhlas*

 

Wed 17th Jan, 2007, in Holy Qur'an, their career

IntersectioN

Hhhmmm…. Ketika kemarin posting tentang resolusi ikhlas, karena being ikhlas adalah my aim dan resolusi saya mulai tahun ini, plus karena ikhlas itu susah, dan saya ingin banget bisa advance mencapainya. And in this last 2 weeks, I got a very beautiful learning of i-k-h-l-a-s.

Secara tiba-tiba saya diinfokan bahwa akan ada promosi jabatan untuk saya di BNWN. Kalau untuk posisi yang pertama, saya sudah tau cukup lama. Tapi ternyata dua minggu lalu muncul berita bahwa saya akan dipromote untuk posisi kedua, one step level forward too. Meskipun sempet agak "mules" dengernya, tapi Alhamdulillah jobdesc-nya masih related dengan background pendidikan saya yang SE. Dan minggu lalu berita itu makin santer, dan sejak itulah saya berusaha untuk mulai "switch" pikiran dan pengetahuan saya ke calon jabatan baru saya ini. Mulai tanya-tanya, mulai minta ilmunya ke boss yang bersangkutan. Alhamdulillah… ikhlas saya sudah mulai berusaha saya lakukan di fase ini. Artinya secara pelan-pelan saya berusaha meninggalkan comfort zone lama yang sudah amat saya cintai, to something new which is quitely different + complex position.

Tapi ternyata kemarin, perut saya dibuat "mules banget" oleh berita dadakan baru bahwa saya akan dipromote untuk posisi ketiga .. halaahh.. apa lagi ini ??? Secara jabatan ini sama sekali nggak pernah terlintas di pikiran saya, at least for right now, dalam artian for my ending career, NOT AT ALL !!! Itu sebabnya saya sempat sedikit kesal dengan seseorang (sorry Bro, I know you didn’t mean to push me to somewhere else in dark), yang telah dengan "tega2nya" merekomendasikan saya bahwa saya interest dan guarantee my Big Boss kalau saya akan bagus di posisi ini. Arrrggghhh…!!! Sok teu banget deh nih orang. Padahal, saat itu seingat saya, saya cuma berandai2 kepada dia, cuma sekedar wacana, saya bercerita bahwa saya tertarik untuk mencoba, for my second job, but not for my main and ending career.

Jadi kemarin, ketika saya dipush untuk memberikan jawaban saat itu juga karena proses testnya akan dilakukan dalam dua hari ini, saya betul-betul nggak percaya. Gilaa apa, gue mesti kasih jawaban untuk sesuatu yang gue nggak yakin bisa lakuin - yang bakalan juga jadi ending career gue, just in a view second. Saya hanya tersenyum, sambil pura-pura becanda, sambil juga berusaha menghindar. Selanjutnya pergi ke toilet, I did take a pee, tapi nggak tau kenapa, tiba-tiba saya menangis. Astaghfirullah… Saya merasa kesal, kecewa… Saya kesal ketika saya merasa menjadi bola ping-pong, dipukul ke sana, dilempar kesini. Kesal karena saya tidak dipercaya untuk sesuatu-yang saya yakin saya bisa-yang bahkan seminggu ini saya sedang berusaha belajar untuk menguasainya. Kesal karena seolah-olah mereka semua tau yang "terbaik" untuk saya disini, tanpa mempedulikan keinginan/ comfortable saya. Kesal karena mereka being sooo pushy, being sooo selfish… Di saat yang sama, saya sadar ternyata saya masih belum dapat achieve ikhlas saya… Astaghfirullah …

Saya tau mereka hanya ingin yang terbaik untuk saya, they wanna see me growing up here-prosperously. But I don’t think what’s best for me in their opinion would be definitely "best for me". Sementara saya nggak tau harus express feeling ke siapa coz this is still "off the record thing" here, secara saya juga masih trauma dengan pengalaman disini beberapa waktu lalu. Ke suami sudah saya cerita jugalah in a glance, tetapi memang pilihan tetap ada di saya.

So, I’m in my IntersectioN at the moment, just by myself. Istighfar Na, istighfar…

+++++ 

Oh God, I really need to talk to you, a deep talk, hopelessly talk. I do need chat with you, I really need your guidance, your clue, please sign me something… *nerawang*
 

  

 

 

Mon 8th Jan, 2007, Daily

Resolusi IKHLAS

Haiiii, Assalamu’alaikum… Menutup tahun kemarin (2006) dengan 2 ucapan : Selamat Idul Adha 1427 and Selamat Tahun Baru 2007. Wishing all the best for coming year. Semoga juga di tahun mendatang, kita semua diberikan kekuatan, kesehatan, berkah, hidayah untuk menjalani kehidupan di dunia yang cuma sebentar ini, yang pastinya akan selalu penuh dengan cobaan dan rintangan + bonus anugerah, yang ujung-ujungnya tujuannya cuma satu : akhirat (baca : mati).

Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya (mungkin kita semua) punya resolusi untuk dijalankan pada tahun ini. Kalau tahun 2006 lalu resolusi saya adalah resolusi hidup sehat (mulai menjaga pola makan & sempatkan berolahraga, meskipun agak susah), maka resolusi saya untuk tahun 2007 ini adalah resolusi ikhlas. Yaa, ikhlas, berserah diri, tawakal, di jalan Allah. Saya ingin sekali menjadi lebih sabar, lebih berserah diri, lebih ikhlas, lebih mencintai dan dicintai Allah SWT, lebih mencintai dan dicintai sesama, lebih mencintai dan dicintai keluarga, lebih giving and loving each other… Karena menjadi ikhlas itu sangat sulit. Berdasarkan pengalaman, ketika saya flashback lagi ke pengalaman hidup saya, segala  anugerah dan cobaan yang telah saya lalui selama ini, menyadarkan saya bahwa pelajaran iman yang terberat bagi saya adalah ikhlas.

So, berat bukan berarti mustahil lah… Jadi saya akan terus berusaha, terus berdo’a, terus memohon dan saya yakin Allah akan selalu menemani, melindungi, menunjuki saya jalan yang terbaik menuju ikhlas itu tadi. Semoga. Amin. See u around, Insya Allah, Wassalam.