Mon 16th Oct, 2006, Daily, and friends

Very wide GRIN (s)

Nyengir kuda biasanya ditandai dengan senyum lebar. bibir ditarik jauh keatas pipi. gigi atas dan gigi bawah keliatan seluruhnya. pipi terasa agak kencang. garis-garis mata jadi tampak jelas. mata menjadi lebih sipit dari biasanya… he..he..

Hari ini, Senin menjadi hari bersejarah untuk temen2 BNWN. Karena Alhamdulillah akhirnya kabar gembira ini dateng juga. Te Ha eR, tiga huruf yang hampir seminggu kemarin bikin kebanyakan makhluk2 disini pada ketar ketir, akhirnya dinyatakan keluar juga. Dan inilah yang membuat kami semua disini, kebanyakan, hampir seluruhnya mungkin, nyengir-nyengir kayak kuda, almost all day long ..hihi.. (really wanna put some pictures of you with your wide grin :) ).

Jum’at kemarin saya lembur sampe jam 8 malem, khusus bantuin temen-temen finance untuk memilah-milah lembaran 50 rb dan 100 rbn menjadi gepokan 1 juta-an (sampe gemeteran, keringet dingin, takut lembarannya ada yang lengket ato salah masuk ke kantong gue..he..he..). Dan sebagai satu2nya staff diluar finance yang bela2in lembur (and unpaid..hi..hi..) sampe jam 8, akhirnya boss saya dengan hati emasnya memberikan penghormatan kepada saya untuk mendapat THR malam itu juga..he..he…*thanks so much boss and sorry guys, girls..*.

*****

Alhamdulillah Ya Allah… THR-nya sih mungkin emang important, but not that important for me, comparing with all bad situation here. The best and the most important thing I feel is that finally it comes in PEACE. Nggak jadi demo, nggak jadi mogok, nggak ada lagi hujat2an, nggak ada lagi saling curiga, nggak ada negative thinking, nggak ada lagi saling menyakiti… Alhamdulillah wa syukurilah. Karena honestly seminggu kemarin itu hati n’ pikiran saya beneran berasa nggak nyaman banget. Tiba-tiba jadi nggak ngenalin temen-temen saya sendiri, bingung mau bersikap apa, being hurt karena agak dicurigai, sedih karena denger ada yang saling memaki…waadduuhh..

*****

I am really thankful to :

ALLAH SWT : who definitely makes this dream come true

Boss-boss besar : yang akhirnya (entah dapet wangsit dari mana) mau kebuka hati & tangannya untuk ngeluarin THR ke kami semua.. thank you and thank you…

Ayah Farrel II : yang ngasih inspirasi ke saya untuk belajar sabar and reasonable (nggak jadi loncat jendela deh, Jil) 

Ayah Farhan II : Rief, Alhamdulillah akhirnya wiridan gue berhasil juga kan… he..he..

Mas Roy : Ketua Korlap, untuk daya juangnya yang gagah berani…*kayak Gatot Kaca*..

Zen & Aisyah : yang kemarin udah ngasih amplop THR ke saya 

Temen2 semua : atas kekompakan dan keakraban kita semua…

 

 

Wed 11th Oct, 2006, and friends

Te Ha eR

Tiga huruf ini ternyata bisa bikin perasaan seseorang (atau banyak orang??)  jadi campur aduk nggak karuan. Bisa jadi Alhamdulillah (krn bisa ngasih salam tempel untuk orang tua, anak & keponakan2), seneng (sambil ngebayangin bisa pulang kampung nengokin ortu & keluarga untuk yang punya kampung), cengar-cengir (dapet dua gepok salary bulan ini), ngences (karena bisa nambah koleksi baju lebaran..ceilee..).

But on the other hand, feeling positif ini bisa mendadak sontak jadi negatif ketika kita tahu bahwa THR nggak kunjung dateng, adem ayem dan nggak ada tanda-tanda ke arah sana. And this is what’s happening here, in BNWN, mostly staffs here are now having these kind of expressions : muka masam (ditandai dengan mulut turun kebawah), cemberut (alis bertaut, kening berkerut), jantung berdebar (dag diig dut), kepala panas (hati2 lho kalo diatas 40 derajat bisa step/stuip), darah mendidih (kayak lagu Rhoma Irama nih, eehh.. "Darah Muda" itu sih ya..he..he..).

Te Ha eR …oohh.. THR.. :
THR : Tunjangan Hari Raya (in it’s real term)
THR : Tetap Hari Raya (ya iyalah..)
THR : Tip Hadiah Rebaran (mulai plesetan)
THR : Tetep Heli Raju.. lebaran (mlesetnya kebangetan !!)
THR : The Holy Rebaran (halaahh…)
THR : Ternyata Hadiahnya Roib (mulai ngambek *blink*)
THR : The Hidden Rights (waaattss !? hak kita diumpetin??!)
THR : Tolong Hargai Rakyat (contoh slogan demo..he..he..)

 *****

For me, THR is just on it’s real term, ya itu dia : tunjangan untuk hari raya alias tambahan rejeki dari ALLAH aja, yang kudunya emang didelivered lagi ke orang lain, supaya mereka sama2 merasakan kebahagiaan lebaran.

a. Yang jelas 2,5% nya asli bukan hak kami, langsung didelivered ke yang berhak.
b. Sebagian lagi untuk balas budi ke orang tua (kadang dalam bentuk "mentah", kadang beliin baju lebaran).
c. Sebagian untuk beli paket bingkisan makanan (ritual malam takbiran kami adalah keliling jalanan bersama suami & anak2 saya membagikan 5 paket makanan kepada orang2 yang di jalanan, entah ketemu dengan tukang sapu jalan, pengemis, tukang bajaj dll).
d. Sebagian lagi untuk ngasih THR ke orang2 yang bekerja/berjasa untuk keluarga kami (wati-si embak/pengasuh anak saya, aziz-tkg ojek langganan anak saya & tuti anak mereka berdua).
e. Sebagian lagi menukar uang kertas gress pecahan 5.000 atau 10.000 an untuk "angpau" keponakan2.
f. Sebagian lagi untuk top-up tabungan pendidikan anak-anak saya.
Kalo ada sisa,  barulah untuk beliin baju lebaran anak-anak saya (prinsip beli baju : kalo belum belel nggak usah beli baju baru - lagian beli baju nggak mesti pas lebaran kan…).

Yang sudah-sudah, kami berdua, saya & suami selalu mendapat THR, 1 kali take home pay. Tahun lalu, hanya suami yang mendapat THR, saya nol. Tahun ini suami saya, karena baru pindah kerja di kantor baru, kemungkinan (itu juga belum pasti) baru mendapat THR proporsional 1/4 kali , sementara saya disini masih belum jelas (mungkin nol lagi..he..he..).

Jadi planningnya, berapapun yang kami dapat tahun ini, semua pos-pos diatas, wajib tetep dideliver, dengan prioritas2 tentunya. Prioritas terpenting pastinya a-d, sementara itu yang lainnya mau nggak mau terpaksa diskip/delete… Dan kalo ternyata tahun ini kami berdua NOL, ya sudahlah, berarti rejeki ALLAh belum sampai ke kami. Kalau saya delete semua a-f (kecuali zakat fitrah), maka saya yakin ALLAH akan memaafkan, saya juga yakin mereka2 yang berhak tadi mudah2an memakluminya..he..he..

Rasanya THR nggak jadi hambatan kita untuk tetep ngerayain lebaran dengan gembira dengan seluruh keluarga, kan…??? Takbiran, sholat Ied bareng, sungkem n’ sujud sama orang tua, suami/isteri, anak-anak, teman2, saudara2, sambil makan ketupat. Hhmm… indah & nikmatnya..

So, I am welcoming Idul Fitri…. Insya Allah…

 

Wed 4th Oct, 2006, in Holy Qur'an, and friends

Sabar-isasi

Seorang penyair berkata :

"Sahabatku, demi Allah, tiada suatu bencana akan terus menimpa seseorang, betapapun esarnya.
Jika suatu hari dia datang, jangan tunduk kepadanya, dan jangan banyak mengeluh.
Banyak orang mulia ditimpa musibah, tapi dia sabar dan musibah-musibah itu pun akan hilang dengan sendirinya.
Hari-hari demikian bangga atas diriku, namun tatkala melihat kesabaranku, diapun layu ”

Di kalangan ahli sunnah, ada 3 hal yang harus dilakukan ketika menghadapi musibah : bersabar, berdo’a dan mencari jalan keluar.

{ Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahalanya }
  ( QS. Az-Zumar : 10)

{ Maka kesabaran yang baik itulah kesabaran-Ku. Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan }
  ( QS. Yusuf : 18 )

{ Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu }
  ( QS. Luqman : 17 )

*****

Ada 3 hal yang oleh Allah akan disegerakan siksa dan imbalan para pelakunya :

1. Kezaliman
   { Sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri } ( QS. Yunus : 23 )

2. Pelanggaran janji
    { Maka barangsiapa melanggar janjinya, niscaya akibat pelanggaran janji itu akan menimpa           dirinya sendiri }   ( QS. Al-Fath : 10 )

3. Tipu daya (makar)
    { Rencana jahat tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri } ( QS. Fathir : 43 )

Orang dzalim tidak akan bisa lepas dari cengkeraman kekuasaan Allah

{ Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh karena disebabkan kezaliman mereka }  ( QS. An-Naml : 52)

*****

So guys, girls, kuncinya emang cuma sabar… sabar… dan sabaar.

Setelah sabar, berdo’a lah, mohon dan mintalah kepadaNya, serahkan segala sesuatunya pada Dia seorang. Jika do’a belum juga menyembuhka luka, carilah jalan keluarmu (baca: jobsdb, jobstreet, karir.com dll…).. he..he..he..

And don’t worry friends, Allah is never slept, not deaf or even blind ;
karena seperti yang dibilang diatas, Allah akan menyegerakan siksa pelaku-pelaku zalim, pelanggar janji dan tipu daya… Jadi kita semua tenang aja, God’s hand will act.. Ocreeehh…

*****

Saya kutip juga satu syair oke dari Ellia Abu Madhi, ia berkata :
Orang berkata, "Perdagangan selalu penuh intrik dan penipuan, ia laksana musafir yang akan mati karena terserang rasa haus".
Tapi aku berkata, "Tetaplah tersenyum, karena engkau akan
mendapatkan penangkal dahagamu.
Cukuplah engkau tersenyum, karena mungkin hausmu akan sembuh dengan sendirinya.
Maka mengapa kau harus bersedih dengan dosa dan kesusahan orang lain,
apalagi sampai engkau seolah-olah melakukan dosa-dosa dan
kesalahan mereka (pedagang2) itu?"
Orang berkata, " Sekian Hari Raya telah tampak tanda-tandanya, seakan memerintahkanku membeli pakaian, makanan dan boneka-boneka.
Sedangkan aku punya kewajiban bagi teman-teman dan saudaraku,
namun telapak tanganku tak memegang walau hanya satu dirham adanya.
Kukatakan: "Tersenyumlah, cukuplah bagi dirimu karena engkau masih hidup,
dan engkau tidak kehilangan saudara-saudara serta kerabat yang engkau cintai".

*****

So, guys, girls, why don’t we just keep smiling…. laughing…. loving…. giving… caring… and any other beautiful "ing’ that we could do, for healing ourselves…

*****

# Syair dikutip dari "La Tahzan" (Jangan Bersedih !) by DR. Aqid Al Qharni
# Artikel ini saya dedikasikan untuk seluruh teman-teman di BNWN yang mostly saat ini sedang sabar-less karena belated salary and wondering about upcoming THR
# Artikel ini saya buat karena saya juga sedang melatih sabar dan ikhlas saya, karena saya sendiri kadangkala juga sabar-less and ikhlas-less :)