Being hit to the wall
Hit to the wall !!! Kejeduk = kejedot = dijedukin = dijedotin. Semuanya sama, nggak enak banget, pasti rasanya sakit juga. Dan sudah hampir setahun belakangan ini saya berasa "kejeduk", sebegitu seringnya, sampai-sampai sakit kulit saya jadi kumat parah, nggak nafsu makan, kepala juga cenat-cenut.
Hit the wall I : tahun lalu, ketika kami reuni, ternyata seorang sahabat perempuan saya telah menutup kepalanya
Hit the wall II : awal tahun ini, ketika Dafa, anak sulung saya mengingatkan saya untuk datang ke pengajian di TPA-nya setiap hari Sabtu pagi…
Hit the wall III :pertengahan tahun ini, ketika sahabat perempuan saya lainnya juga telah menutup auratnya
Hit the wall IV : pertengahan tahun ini, ketika seorang teman mengirim email dengan judul "Tanda-tanda 100 hari sebelum meninggal"
Hit the wall V : pertengahan tahun ini, ketika sahabat perempuan saya itu, sejak pertemuan terakhir kami, sering sekali mengirimkan email2 Islami, yang Subhanallah… isinya begitu indah, dan membuat saya makin kejeduk.
Hit the wall VI : 2 bulan terakhir, sahabat SD saya, yang jarang bertemu dan saat ini belum memakai jilbab, tiba2 juga mengirimkan email2 Islami dan saat itu juga ketika reuni dengan teman lainnya ex SMA mereka juga telah menutup kepalanya…
Hit the wall VII :sebulan yang lalu, dan kali ini kejeduk yang amat sangat, ketika sepulangnya dari kantor, di peraduan kami menjelang tidur, Daus tiba2 menyatakan keinginannya untuk giat menabung agar bisa pergi haji… Masya Allah… *i was crying, happily, at that time*.
Hit the wall VIII : seminggu lalu, saat saya baru berani membuka "satu rahasia kecil" kepada Daus, dan ternyata berdampak "besar" terhadap kami, plus other flashback..
Hit the wall IX : seminggu lalu, saat saya curhat ke seorang teman kantor perihal rangkuman peristiwa2 diatas dan menanyakan apakah ini signal/hidayah untuk saya…
Hit the wall X : 3 hari lalu, ketika seorang teman kantor (lagi2) memberitahu blog baru yang ia punya, dan saat saya membukanya, artikel terbaru yang ia tulis adalah perihal tabaruuj… oh God..
So, it’s almost 6 months until now, that i really really felt worst.
I just feel that my life is such like a mash.
Me myself is just nothing, i am totally just a s–t.
Everything seems to go wrong. Not in a right direction, totally lost.
I thought i did the right thing, but it’s not.
I always try to do my best, but again it’s just a piece of s–t.
And i still don’t know how long it will take,
until i find the answer, till i find my peace.
Bottomline-nya :
a. entah kenapa saya melihat wajah sobat2 saya itu, yang menutup kepalanya, mereka semakin cantik, di balik kerudungnya…
b. sejak diingatkan oleh Dafa, Alhamdulillah saya mulai rajin mengikuti pengajian setiap Sabtu pagi, sesekali di malam jum’at. Reading sekaligus belajar mengerti tafsir qur’anul karim, discuss about it, sekalian silaturahim.
c. The only sentence that Daus said to me which is made me cry : "Cita2ku cuma tinggal satu aja nih Nda, aku cuma pengen kita bisa pergi haji secepatnya, Insya Allah kalo aku ada rejeki, doain ya Bunda. Lagian kan tugas kita emang tinggal ini aja kan bunda, naik haji ama ngawinin anak" .. *pergi haji, aduuh mau anget, Alhamdulillah okay bgt yah. Tapi nih yah, ngawinin anak?? –> lho..lho.. plis deh, Dafa msh umur berapa ya yah, and are we that old, honey.?..he..he.. meskipun saya hampir ngakak untuk statement yang satu ini, soalnya jadi mendadak udzur banget nih..
+++
Sementara itu saya masih ingin berkarier, achieve something more anywhere else dan rasanya posisi pekerjaan saya sekarang ini belum memungkinkan saya untuk melangkah ke arah sana. Plus saya masih senang hang out, berteman dengan makhluk mars, gossiping, other perilaku duniawi lainnya… hiks..hiks.. Saya hanya belum siap meninggalkan "kegilaan" itu semua. Saya masih jauh dari sempurna, saya juga takut nantinya nggak sempurna, salah bertingkah laku, apabila memutuskan untuk melakukannya. Uuhhmm…*menerawang*.
+++
Feel sooo headache,… when you don’t know what you gonna do even you EXACTLY know what you got to do…*sighs*