Fri 25th Aug, 2006, in Holy Qur'an

Being hit to the wall

Hit to the wall !!! Kejeduk = kejedot = dijedukin = dijedotin. Semuanya sama, nggak enak banget, pasti rasanya sakit juga. Dan sudah hampir setahun belakangan ini saya berasa "kejeduk", sebegitu seringnya, sampai-sampai sakit kulit saya jadi kumat parah, nggak nafsu makan, kepala juga cenat-cenut.

Hit the wall I : tahun lalu, ketika kami reuni, ternyata seorang sahabat perempuan saya telah menutup kepalanya

Hit the wall II : awal tahun ini, ketika Dafa, anak sulung saya mengingatkan saya untuk datang ke pengajian di TPA-nya setiap hari Sabtu pagi…

Hit the wall III :pertengahan tahun ini, ketika sahabat perempuan saya lainnya juga telah menutup auratnya

Hit the wall IV : pertengahan tahun ini, ketika seorang teman mengirim email dengan judul "Tanda-tanda 100 hari sebelum meninggal"

Hit the wall V : pertengahan tahun ini, ketika sahabat perempuan saya itu, sejak pertemuan terakhir kami, sering sekali mengirimkan email2 Islami, yang Subhanallah… isinya begitu indah, dan  membuat saya makin kejeduk.

Hit the wall VI : 2 bulan terakhir, sahabat SD saya, yang jarang bertemu dan saat ini belum memakai jilbab, tiba2 juga mengirimkan email2 Islami dan saat itu juga ketika reuni dengan teman lainnya ex SMA mereka juga telah menutup kepalanya…

Hit the wall VII :sebulan yang lalu, dan kali ini kejeduk yang amat sangat, ketika sepulangnya dari kantor, di peraduan kami menjelang tidur, Daus tiba2 menyatakan keinginannya untuk giat menabung agar bisa pergi haji… Masya Allah… *i was crying, happily, at that time*.

Hit the wall VIII : seminggu lalu, saat saya baru berani membuka "satu rahasia kecil" kepada Daus, dan ternyata berdampak "besar"  terhadap kami, plus other flashback..

Hit the wall IX : seminggu lalu, saat saya curhat ke seorang teman kantor perihal rangkuman peristiwa2 diatas dan menanyakan apakah ini signal/hidayah untuk saya…

Hit the wall X : 3 hari lalu, ketika seorang teman kantor (lagi2) memberitahu blog baru yang ia punya, dan saat saya membukanya, artikel terbaru yang ia tulis adalah perihal tabaruuj… oh God..

So, it’s almost 6 months until now, that i really really felt worst.
I just feel that my life is such like a mash.
Me myself is just nothing, i am totally just a s–t.
Everything seems to go wrong. Not in a right direction, totally lost.
I thought i did the right thing, but it’s not.
I always try to do my best, but again it’s just a piece of s–t.
And i still don’t know how long it will take,
until i find the answer, till i find my peace.

Bottomline-nya :

a. entah kenapa saya melihat wajah sobat2 saya itu, yang menutup kepalanya, mereka semakin cantik, di balik kerudungnya…

b. sejak diingatkan oleh Dafa, Alhamdulillah saya mulai rajin mengikuti pengajian setiap Sabtu pagi, sesekali di malam jum’at. Reading sekaligus belajar mengerti tafsir qur’anul karim, discuss about it, sekalian silaturahim.

c. The only sentence that Daus said to me which is made me cry : "Cita2ku cuma tinggal satu aja nih Nda, aku cuma pengen kita bisa pergi haji secepatnya, Insya Allah kalo aku ada rejeki, doain ya Bunda. Lagian kan tugas kita emang tinggal ini aja kan bunda, naik haji ama ngawinin anak" .. *pergi haji, aduuh mau anget, Alhamdulillah  okay bgt yah. Tapi nih yah, ngawinin anak?? –> lho..lho.. plis deh, Dafa msh umur berapa ya yah, and are we that old, honey.?..he..he.. meskipun saya hampir ngakak untuk statement yang satu ini, soalnya jadi mendadak udzur banget nih..

+++

Sementara itu saya masih ingin berkarier, achieve something more anywhere else dan rasanya posisi pekerjaan saya sekarang ini belum memungkinkan saya untuk melangkah ke arah sana. Plus saya masih senang hang out, berteman dengan makhluk mars, gossiping, other perilaku duniawi lainnya… hiks..hiks.. Saya hanya belum siap meninggalkan "kegilaan" itu semua. Saya masih jauh dari sempurna, saya juga takut nantinya nggak sempurna, salah bertingkah laku, apabila memutuskan untuk melakukannya. Uuhhmm…*menerawang*.

+++ 

Feel sooo headache,… when you don’t know what you gonna do even you EXACTLY know what you got to do…*sighs*

Wed 23rd Aug, 2006, and friends

Billy lovers

Aura long week end minggu lalu sudah saya mulai sejak malam jum’at kemarin. Didalam mobil saat otw pulang dr kantor bersama Daus, saya bercerita bahwa menjelang pulang tadi sebetulnya Andri chat di YM dan menyatakan keinginannya untuk main rame2 ke rumah saya sambil menyantap nasi goreng di depan rumah *lagi kangen rupanya dia sama nasgor dpn rmh saya*. Dan setelah saya mention kalo dijemput oleh suami, rencana Andri jadi batal. Ternyata saya justru ditegur oleh Daus dan menyuruh saya untuk menghubungi Andri yang masih di kantor untuk datang main ke rumah. Dan entah darimana datangnya, tiba2 dia menyatakan keinginannya untuk main bilyar dan saat itu juga saya dimintanya untuk sekalian invite temen2 kantor saya lainnya yang suka main bilyar untuk ngumpul main bilyar beramai2..he..he…*jadi EO deh tuh*.

Mulailah saya sent sms ke beberapa teman, sms terpanjang yang pernah saya kirim, ke pasukan cogan2 Binawan..ehm..ehm… Kumplit dengan skedul jam & tempat + konsumsinya, akhirnya jam 7 bermunculan lah mereka satu persatu. Diawali oleh pasukan I (Andri, Arief dan Husen), lalu muncullah rombongan kedua dalam Toyota oranyenya "boss" Wijil, isinya Taufiq, "eyang" Arifin dan yang punya mobillah.. Sementara satu2nya hareem jagoan billy yang saya invite (kedipin Sinta) masih terjebak macet di daerah kuningan..*tenang aja non, pasti ditungguin koq..*.

Sementara saya seperti biasa setiap pulang kantor mulai disibukkan dengan kedua piyik2 saya yang lucu itu. Tapi berhubung udah janji bakalan concern about konsumsi untuk pasukan billy ini, saya menenteng anak2 saya ke tempat billy dekat rumah itu *sekalian bergaul dikitlah mereka..he..he..*. Jadilah saya berboncengan dengan Andri, Arief & Husen hunting nasgor ke dekat pom bensin Pancoran (krn ndilalah abank nasgor depan rumah saya nggak jualan). Ternyata di sepanjang jalan yang biasanya banyak tenda makanan berderet2, tiba2 malam itu bersih total, nggak tau krn pada mudik 17-an atau krn malam itu akan ada rombongan SBY yang renungan suci di TMP Kalibata. Halaaahh.. Akhirnya kami masuk ke komplek AURI, maksud hati sih mau makan sate kambing di dekat sekolah Farhan situ, tapi ternyata lagi2 apes. Sate kambingnya tinggal 2 tusuk dan sop kambingnya sudah habis (comment Arief: "Aduuh Rin, mau makan malem ama elo aja susah banget ya, nih.." hi..hi..).

Finally : 

1. 3 cowok ini makan rame2 di rumah saya, pesan sate kambing+sop kambing depan rumah + teh botol (unfortunately nggak seenak yang di komp. AURI), tapi lumayanlah mereka pada mengembik tuuuh….*Arief: pasti malemnya…hayooo..*

2. 3 cowok lainnya + 1 cewek cantik yang saya tinggalin di Pangrango Pool, saya bawain nasi ayam goreng+sambal lalap+aqua, tapiii.. kelupaan sendok pula. Halaah…Jadilah mereka pada nongkrong makan pake tangan di area parkir pool, sambil kepedesan…

3. Sementara saat mereka makan, saya minta ditemani oleh Sinta mencari pisang goreng untuk Daus. Tapi ternyata tukang pisgornya juga udah bubar jalan. Syukurnya ada "Klenger Burger" di area ILP, jadi saya nggak pulang dengan tangan kosong.

Jam 9.30 pasukan I pamitan pulang karena ada rekan yang tinggalnya jauh di Bogor dan ibunya sedang sakit (bandel ya kamu Husen, ibunya sakit koq malah nongkrong di bilyar… siapa tuh yang ngajakin, ayo ngaku !?!). Berhubung kami sekeluarga emang udah rencana malam itu akan langsung terbang ke rumah ibu di Bekasi, jadilah jam 10 kami berempat, including Farrel kecil yang matanya udah 5 watt berpamitan duluan. Sementara 3 jagoan billy sejati ("eyang" Arifin, "pak" Wijil dan "naughty" girl Sinta..he..he..)  mereka masih penasaran dengan beberapa game.

So, billy lovers… See u guys at another pool, another time, another friendship, another joyful… Ocreehh donk.. :)  

+++

Speaking of other joyful, ternyata Rabu, 30 Agustus besok jam 8 pm, di SCORE-Citos ada RATU and other performance plus with Nova Eliza as a celebrity at pool. HTM-nya Rp.75.000,- incl. first drink. He..he.. *lirik-lirik Daus*.

 

 

Tue 1st Aug, 2006, and friends

Mr. Right… or even SoulmatE

Belakangan ini saya dihadapkan oleh pertanyaan dari beberapa teman yang mudir2 *he..he.. lawannya tuwir, bener kan mudir ??* tentang judul diatas, yang untuk kapasitas diri saya cukup sulit untuk menjawabnya. Pertama karena actually saya miskin pengetahuan tentang "cinta" he..he.., meskipun udah setuwir ini. Kedua, honestly saya juga asli nggak expert tentang laki-laki & their (tau donk saya sampai punya kategori VS man saking nggak expertnya about man..he..he…).Ketiga, ya satu plus dua itulah..

Jadi ketika salah satu teman saya yang notabene expert banget about human relationship sms ke saya asking about how could we know if someone is the right one… phheewww!!!, i was really flaterred but at the same time get confused.. he..he.. Dan ketika lain harinya teman saya bertanya "where is my soulmates yach..*with crying emoticon* Koq susah banget ya nyari orang yang click…", saya jadi berhasrat *hayaah, apa lagi nih?* untuk sharing/posting tentang hal yang i almost 90% blank off…hihi.. nekad ya gue…

So girls, these are what i can share you some points of my experience either my relationship all these years:

 1. Honestly, sampai detik ini saya nggak tau apakah Daus is the right one for me or not. Cause for some case we still keep arguing, we still adjust one to another, saya terkadang masih suka ngambek nggak jelas karena sensitivitas saya yang agak tinggi. But some  things that i’m really sure about him are that he alway bless me with his love, his patience, his deeply understanding; he fulfill my life with his jokes ( i’m a kind of person who sometimes takes something so seriuosly and in fact i really have bad sense of humour)-so he really fulfill my needs; i always feel so protected without being possesive; i feel so warm, secure and comfort beside him until now. Dan makin kesini, kedewasaannya makin terasah, makin bijaksana, Alhamdulillah selalu menuju ke arah yang lebih baik.

2. Even buku MarsVenus-nya si John Gray, Disayang suami sampai mati-nya John Gottman, Menuju Keluarga Sakinah dan buku-buku tentang man-woman relationship/marriage lainnya sudah saya lahap sejak awal kami menikah, saya tetap nggak pernah bisa mengerti tentang laki-laki. Dalam kepala saya laki-laki itu mostly egois, selfish, always put their pride so highly *sampe gengsi untuk minta maaf even udah jelas2 salah*, nggak perhatian *tapi sebenernya mereka perhatian koq, cuma mostly emang nggak ekspresif*, nggak seperti wanita yang always give, mereka banyakan nggak giving *tapi ternyata nih mereka akan giving if we ask to* and until now he sometimes keep doing these, too. Yang kadang2 suka bikin saya nangis..hiks..hiks.. Tapi saya pikir semua relationship pasti akan melewati masa-masa ini. Sandungan, ganjalan, gajrukan *mandra banget yakk*, cobaan…

3. Percaya nggak percaya, kalo untuk urusan cinta saya menganut paham jaman Kartini, wanita duduk manis, laki2 yang deketin. Saya bukan type wanita yang chaser, nggak pernah mengejar (even flirting or seducing) laki2. Kalaupun satu hari saya tertarik/merasa suka sama seseorang saya akan lebih memilih untuk menyimpan rapat2 perasaan saya drpd hrs nekad ngedeketin. Beneran, saya nggak ngerti cara yang baik dan benar menggaet laki-laki. Karena basically saya cuek banget ama kaum Adam, pemalu dan introvert *halaah, nggak nyangka kan lo*, mostly saya berpikiran "negatif" terhadap laki2 karena sikap2 mereka mostly logic (ato emg sayanya aja yg kelewat sensi yach..hehehe), kalo pun akhirnya emang terlibat sama anak laki2 ya purely karena emang saya senang berteman, bersahabat sama siapa aja. Perlu mengenal saya cukup lama untuk bisa ‘mendapatkan hati’ saya… 

So, sedikit kesimpulannya:

- Start NOT to looking for the right man, girls… Karena bakalan jadi burden, percaya deh ama gue.. One day, you’ll find him.

- Saya nggak peduli kalo kalian bilang saya bodoh, but i think you should stop making any list of criteria for your soulmate. Entah itu kaya, tajir, kaya, tajir, kaya.. lho..lho..stop it!; ganteng *kalo dapet kayak Jude Law ya syukur deh*; treat woman so nicely *malah kalo yg kepinteran treat woman gitu banyakan buaya darat lho..hiiii…*. Kalo menurut saya, basic criterianya cukup: seiman, well-educated pasti lah, struggle and fighting spiritnya tinggi, ekstrovert (kalo terlalu introvert ntar pusing lo) + masukkin dikit jugalah kriteria bobot, bibit, bebet dari orang tua, biar nggak kualat donk.

- Story dg mantan, kebanyakan kita udah berteman +/- 2-3 tahun smp akhirnya mereka ‘nekad’ made a confession..he..he.. Daus termasuk yang paling cepet. Abis nyatain perasaannya setelah berteman selama 3 bulanan, Daus butuh waktu sekitar 6 bulan untuk bisa bikin gue bilang iya. Karena saya sendiri mesti yakin sama perasaan saya. Dan akhirnya dia beneran yang membuat saya jatuh cinta, karena dia sabar, let the flow go, dan berhasil buktiin kata-katanya ke saya. Dan selanjutnya butuh waktu 4 tahun untuk akhirnya saya bisa bilang iya kedua kalinya, saat ia melamar saya…. halaahh..

- Banyak yang bilang saya and Daus punya kemiripan wajah alias kayak adik kakak dan kata orang2 itu artinya Insya Allah jodoh. So i always keep praying that he could be my SOULMATE forever… Till death do us apart. Amiin.

+++++

So girls, kalian semua punya wajah dan kepribadian yang jauh lebih menarik dari saya. Cantik, smart, gaul, supel, baik hati, sincere.. Jadi saya rasa nggak lama lagi kalian akan bertemu dengan Mr. Right or even your SoulmatE. He will come to you. And you just wait for HIS signal. Okay, girls… Yang penting, keep on rockin’.. he..he…